
Laras kini hanya terdiam dan terus terdiam, tidak ada kata - kata lagi yang bisa dia katakan kecuali hanya tangisan dan tangisan saja yang keluar.
"Hei apakah kau dengar? apakah kau dengar dengan semua hal yang telah aku katakan ha?
"
Sungguh saat ini kemarahan Prince saat tinggi, namun dia tidak bisa mengatakan lebih keras lagi terhadap Laras.
"aku dengar mas, aku dengar semua hal yang mas katakan saat ini."
Dengan suara perlahan dan derai air mata Laras mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Namun saat ini aku bisa apa mas? aku sudah tidak bisa apa - apa lagi."
Tangisan Laras semakin histeris karena mendapatkan tekanan demi tekanan dari Prince.
"Mas mau menekan aku sampai titik paling dasar, mas mau marah kepada ku sampai kasar sekalipun, aku juga sudah tidak bisa mengatakan apa - apa lagi mas!"
Laras mengatakan hal tersebut dengan suara yang sangat perlahan.
"Aku memang salah mas, dan aku akan menerima segala macam caci maki dari mu dan juga dari mama mu."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menghapus air matanya.
"Apapun yang akan mas katakan kepada ku akan aku terima."
Dengan menarik nafas dalam - dalam pada akhirnya Laras kini berani menatap tajam ke arah Prince kembali.
"Apa yang membuat mu sampai melakukan hal gila, hal bodoh ini Laras!"
"Mas, apakah masih berarti jika aku menjelaskan satu per satu mengapa aku sampai menjadi wanita pencandu obat - obat terlarang? apakah hal ini begitu berarti buat mu?"
"Untuk apa aku harus menjelaskan jika semua itu hanya akan membuat mu menjadi marah? untuk apa aku harus menjelaskan segala hal yang di mata mu semuanya saat ini menjadi salah, untuk apa mas?"
Laras mengatakan hal tersebut dengan penuh keyakinan, karena hari ini dirinya melihat kemarahan yang luar biasa terpancar dari ke dua mata Prince.
Akan menjadi percuma jika saat ini dirinya mencoba untuk menjelaskan karena apapun yang dia katakan pasti akan tetap salah di mata Prince.
"Ya kau benar, memang sudah tidak ada gunanya lagi kau menjelaskan apapun Laras, semuanya sudah terjadi, bagiku saat ini kau tetap salah, dan apapun yang akan kau katakan tidak akan bisa membuat ku kembali percaya lagi kepada mu."
Sungguh sakit sekali hati Laras ketika Prince mengatakan hal itu di hadapannya, Laras berusaha, Laras mencoba untuk bisa menerima, namun sampai saat ini hatinya masih merasakan tertusuk - tusuk paku yang sangat tajam.
"Aku tidak akan membantu mu di dalam hal ini Laras."
Deg
Kata - kata terakhir kali ini Prince pada akhirnya Laras dengarkan.
"Ya aku tau mas, aku tau mas tidak akan pernah membantu ku di dalam kasus yang saat ini akan aku hadapi."
"Aku juga tau saat ini mas tidak akan mau melindungi wanita pencandu obat - obat terlarang seperti ku, aku tau semuanya harus aku hadapi sendiri mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dalam - dalam dan tarikan nafasnya tersebut terasa sangat berat.
"Jika tidak ada yang ingin mas bicarakan lagi, aku harap pertemuan kita sampai di sini saja mas."