
Kau tau semua itu aku lakukan karena aku sudah kehilangan gambar diri, semua yang aku lakukan sama sekali tidak aku perhitungkan, tidak aku perhatikan."
"Yang terpenting bagi ku saat itu adalah aku bisa menurunkan berat badan ku secara drastis dan aku bisa tampil dengan cantik secepatnya mungkin."
Laras mengatakan hal tersebut dengan mengingat kembali semua kejadian demi kejadian yang saat itu terjadi, ya kejadian dimana menggunakan semua barang - barang berbahaya tersebut dan membiarkan barang - barang berbahaya tersebut merusak sedikit demi sedikit tubuhnya.
"Saat aku pada akhirnya berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan, aku begitu bangga dengan semua hal ini, ya sangat bangga, pada akhirnya aku bisa tampil dengan cantik sesuai ekspektasi semua orang, dan sesuai standar kecantikan yang ada."
Air mata Laras terus mengalir dengan deras saat dirinya terus menceritakan kisah kelamnya tersebut.
"Wanita cantik, adalah wanita bertubuh seksi, wanita berkulit putih, itu bukan yang menjadi standar kecantikan di mata sebagian laki - laki?"
"Saat itu pada akhirnya aku bisa mewujudkan apa yang telah menjadi standar kecantikan banyak orang, namun secara tidak sadar tubuh ku mulai rusak, ya obat -obat terlarang tersebut pada akhirnya menjadi candu bagi ku."
"Laras apakah kau baik - baik saja? apakah kau masih mau melanjutkan cerita mu?"
Andre tiba - tiba saja mengatakan hal itu sambil memberikan sapu tangan untuk Laras bisa menghapus air mata yang sejak tadi masih belum bisa berhenti mengalir.
"Aku baik - baik saja Dre, saat ini aku sedang mencoba untuk jujur dan percaya kepada sahabat ku sendiri, yang seharusnya hal ini aku lakukan jauh - jauh hari."
"Baiklah jika memang kau kuat untuk melanjutkan cerita ini, namun jika kau merasa tidak sanggup katakan saja terus terang kepada ku, agar kau merasa tidak terbeban dengan semuanya"
"Ya Dre aku mengerti."
Setelah mengatakan hal tersebut Laras kembali berhenti lalu memandang langit -langit, seakan - akan sedang ingin mempersiapkan cerita selanjutnya.
"Saat itu, ya saat obat - obat terlarang mulai bereaksi di dalam tubuh ku, saat tubuh ku meminta untuk obat itu kembali di masukan, di saat itulah aku mencari segala cara agar aku bisa mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan ku ini."
"Jika aku boleh tau hal - hal apa saja Laras yang kau lakukan untuk mendapatkan barang ini? karena barang ini bukanlah barang yang murah harganya?"
Kini Andre berani bertanya lebih lanjut dari apa yang saat ini sudah Laras katakan.
"Aku menjual tubuh ku kepada para bandar narkoba, demi untuk mendapatkan barang haram tersebut."
Hati Laras kini menjadi sangat sakit ketika dirinya kembali mengingat malam - malam kelamnya di Jepang, saat dirinya menjadi piala bergilir banyak laki - laki yang memanfaatkan aksinya tersebut dengan cara tidur dengan dirinya.
"Kau tau rasanya saat itu tubuh ini sudah tidak menjadi berharga lagi, aku seperti sampah yang siap dibuang kapanpun mereka mau untuk melakukan hal ini."
Tangisan Laras kembali histeris ketika dirinya menceritakan saat dimana hampir setiap malam dia harus rela tidur dengan banyak laki - laki agar bisa mendapatkan bareng haram tersebut secara gratis, ya dan di saat itulah tubuhnya sudah sangat tidak berharga lagi dihadapannya sendiri.