
Aku yakin saat ini dia tidak akan merasakan seperti yang aku alami disini, jadi untuk apa aku harus melakukan hal bodoh seperti ini!"
Untuk kesekian kalinya Laras mengatakan hal tersebut sambil terus mencoba untuk menghapus air matanya yang masih tidak mau berhenti.
Dengan sekuat tenaga pada akhirnya Laras berdiri dari tempat dirinya menangis.
Sekuat tenaga yang pada akhirnya dipaksa untuk menjadi kuat..
Hari ini Laras yang kembali teringat ingatan demi ingatan bodoh versinya, hari ini seperti biasa Laras kembali tidak bisa bekerja setelah ingat demi ingatan ini kembali.
"Bagaimana Dre apakah kau bisa memberikan aku obat penenang?"
Hari ini pada akhirnya Andre yang mendapatkan kabar tersebut langsung mengunjungi apartemen Laras.
"Laras, aku bukan dokter psikiater, aku hanya dokter umum biasa , untuk masalah obat penenang kau harus mendapatkan semua itu dari orang yang tepat."
"Tapi aku sedang tidak mau berurusan dengan dokter Dre."
Laras mengatakan hal tersebut sambil mengeluarkan asap dari rokok yang saat ini dia hisap.
"Laras sebagai sahabat mu, apakah aku boleh berkata - kata?"
Laras langsung mengernyitkan dahi.
"Ya silahkan saja, kau seperti orang lain saja Dre."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menuangkan minuman beralkohol yang saat ini menjadi akrab dengan tubuhnya.
"Apakah kau tidak bisa mengurangi rokok dan alkohol mu Laras, lihat ini entah sudah gelas yang keberapa."
Andre mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa urusan soal ini Dre? mau aku mabuk, mau aku merokok, mau aku melacurkan diri semua bukan urusan mu bukan? aku sudah tidak punya siapa - siapa lagi, hidup ku juga sudah hancur jadi untuk apa aku mengurangi atau bahkan melepaskan?"
Laras mengatakan hal tersebut sambil meminum kembali alkohol nya.
"Hentikan Laras, ini sudah keterlaluan!"
Andre mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk mengambil minuman beralkohol tersebut dari tangan Laras..
"Tidak , aku tidak akan mau untuk melepaskan ini, pergi kau Dre, pergi!"
Laras yang rupanya sedang mabuk parah terus mengatakan hal tersebut kepada Andre.
"Tidak dengan cara seperti ini Laras, ayo lepaskan!"
Dan setelah mengatakan hal tersebut Andre pada akhirnya berhasil merebut gela tersebut dari tangan Laras.
"Apa masalah mu dengan ku Dre? kenapa kau sama jahatnya dengan Prince, dasar semua laki - laki itu egois!"
Deg
Andre yang mendengarkan pengakuan Laras. saat mabuk langsung terdiam.
"Kau mabuk gara - cara Prince lagi Laras, aku tau dia telah melukai hati mu sangat dalam, dan itu rasanya sakit, tapi tidak dengan seperti ini Laras, ayo aku antar kau ke kamar, ini sudah kelewatan!"
Andre mengatakan hal tersebut sambil mencoba memapah Laras untuk masuk kembali ke kamarnya.
"Mas Prince Laras benci mas Prince, tapi Laras juga kangen dengan mas Prince, Laras rindu mas.
"
Laras mengatakan hal tersebut sambil memeluk Andre yang saat itu dikira Prince...
Kasihan kau Laras, luka mu kepada Prince rupanya sangat dalam, sehingga membuat mu sampai seperti ini!
Andre mengatakan hal tersebut dari dalam hati, hal seperti ini bukan lah hal yang pertama Andre dapatkan, di Jepang hanya Andre lah sahabat laki - laki yang Laras percaya.
Dengan Andre Laras bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu berpura - pura.