MY PRINCE

MY PRINCE
JANGAN Mengecewakan



Setelah mengatakan hal tersebut Andre dan juga Hendra keluar dari dalam ruang tunggu di dalam penjara.


Beberapa hal yang mereka dapatkan membuat mereka langsung menyimpulkan banyak hal untuk bisa di kerjakan.


Sementara itu dari kejauhan nampak satu orang laki -laki dengan pakaian yang lusuh mengawasi penjara dari tempat dekat


"Selama aku hidup mungkin aku telah banyak mengecewakan mu Laras, maafkan untuk kali ini aku tidak bisa berbuat apa - apa untuk mu, ya aku yang saat ini."


Dengan perlahan laki - laki tersebut mengatakan hal itu sambil memperhatikan mobil Andre yang kini telah keluar dari ruang tahanan.


Laki - laki yang dulunya sangat berada namun dalam sekejap pada akhirnya kehilangan semuanya...


"Sayang aku akan datang kepada mu di saat aku sudah berhasil, di saat aku sudah siap mengahadapi kau lagi, saat ini sudah ada Andre, saat ini sudah ada Lidia mereka dengan baik hati akan membantu mu dan aku yakin dengan kepintaran Andre akan bisa membebaskan mu dari hotel prodeo ini."


Laki -laki yang bernama Prince saat ini yang berdiri dan hanya menatap ke arah pintu gerbang penjara, laki - laki yang sebenarnya sangat di harapkan oleh Laras, namun laki - laki tersebut kini malah tidak berani untuk mengunjungi Laras.


Dengan langkah gontai laki - laki tersebut ada akhirnya berjalan pulang, ya hanya dengan ke dua kakinya laki - laki tersebut pada akhirnya melangkahkan ke dua kakinya.


Saat ini tidak ada lagi dia miliki kecuali sepasang kaki yang akan digunakan kembali untuk berjalan dan memulai segala sesuatunya dari nol.


Sementara itu saat ini Laras yang masih duduk di ruang tunggu hanya bisa menatap ke arah depan.


Laras mengatakan hal tersebut dengan perlahan dan terus menatap ke arah depan saat ini dirinya sedang berharap jika tiba - tiba saja Prince muncul dan memberikan dukungan untuknya


"Sangat mustahil Laras, sangat mustahil jika mas Prince akan datang dan mengatakan bahwa dia datang untuk mendukung mu, saat ini mungkin mas Prince sedang sibuk bagaimana caranya dia mempertahankan semua hal yang telah membuatnya hancur."


"Ayo Laras hentikan mimpi indah mu tentang dia, hentikan Laras."


Air mata yang sama pad akhirnya mengalir untuk kesekian kalinya ketika Laras kembali mengingat ingat Prince untuk yang kesekian kali.


Saat ini Laras sangat merindukan suaminya tersebut, namun rindu itu sepertinya tidak akan pernah kunjung datang karena orang yang sedang di nantikan saat ini tidak berani untuk memunculkan batang hidungnya.


"Ada kalanya kau harus melepaskan seseorang yang kau cintai Laras, meskipun rasanya itu sangat sakit, namun kau melepaskan bukan karena kau menginginkannya, namun keadaan yang terpaksa membuat mu harus seperti ini


"


Laras mengatakan hal tersebut dengan masih menangis ya tangisan demi tangisan yang kini sudah terbiasa menjadi teman sehari - harinya.


Keadaan Laras yang saat ini sangat ini tidak stabil membuat dirinya sering berubah - ubah dari mulai cerita kembali dengan kesedihan begitu pula sebaliknya dan itu terus Laras lakukan.


"Laras kau harus menjadi wanita yang kuat saat ini Tuhan sedang mengirimkan mu orang -orang yang siap untuk membantu mu dan kau tidak boleh mengecewakan mereka."