
Kasihan kau Laras, luka mu kepada Prince rupanya sangat dalam, sehingga membuat mu sampai seperti ini!
Andre mengatakan hal tersebut dari dalam hati, hal seperti ini bukan lah hal yang pertama Andre dapatkan, di Jepang hanya Andre lah sahabat laki - laki yang Laras percaya.
Dengan Andre Laras bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu berpura - pura.
"Laras, ayo kau harus istirahat."
Andre mengatakan hal tersebut saat melihat Laras mulai muntah - muntah akibat banyaknya alkohol yang di konsumsinya.
"Sayang, bagaimana keadaan Laras?"
Tiba - tiba saja Lidia masuk ke dalam apartemen Laras dan mendapatkan kondisi Laras yang sudah sangat mabuk.
"Sayang lebih baik kau bantu Laras untuk membersihkan bajunya, guyur dia dengan air hangat."
Andre pada akhirnya meminta Lidia untuk menganti baju Laras yang sudah kotor.
"Iya, kau tunggu saja di ruang tamu."
Setelah mengatakan hal tersebut Lidia memapah Laras ke dalam kamar mandi dan membantu membersihkan semua pakaiannya.
Tak butu waktu lama pada akhirnya Lidia kembali memanggil Andre untuk menggendong Lidia ke atas tempat tidur..
"Dre kenapa Laras bertambah semakin parah? apakah tidak lebih baik kita memberitahukan kepada Prince apa yang saat ini terjadi dengan Laras?x
Lidia mengatakan hal tersebut sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Lidia.
"Sulit, ya sulit sayang, Prince adalah laki - laki keras kepala yang sangat sulit untuk di rubah pemikirannya."
Andre yang mencoba membantu Lidia kembali mengatakan hal tersebut.
"Namun apa salahnya kita coba Dre, sebagai seorang wanita aku sangat mengerti apa yang saat ini di alami oleh Laras, ya rasanya sungguh tidak enak."
Lidia mencoba untuk membujuk suaminya agar mau untuk memberitahukan kepada Prince apa yang saat ini Laras sedang alami.
Lidia mencoba untuk mengatakan hal tersebut kepada Andre.
"Ya aku mengerti sayang, baiklah aku akan mencoba untuk memberitahukan kepada Prince apa yang saat ini Laras alami."
Dan dengan cepat Lidia langsung menganggukkan kepalanya..
"Ya itu benar, karena bagaimanapun juga Laras masih menjadi istri sah dari Prince, Prince harus tetap mengetahui keadaan dari Laras."
Lidia kembali berbicara untuk lebih menyakinkan Andre lagi.
"Namun ada yang aku khawatirkan sayang."
"Khawatir karena apa lagi Dre?"
"Khawatir jika Prince sama sekali tidak peduli dengan apa yang saat ini terjadi dengan Laras setelah apa yang telah kita katakan kepadanya nanti."
Lidia yang mendengarkan perkataan dari Andre kini terdiam sejenak.
"Ya kemungkinan itu tetap ada Dre, namun setidaknya nasib Laras tidak di gantung seperti ini."
Andre yang sebenarnya sejak awal ragu kini hanya bisa menganggukkan kepalanya saat mendengarkan semua hal yang telah dikatakan oleh istrinya Lidia.
"Baiklah akan aku coba untuk memberitahukan keadaan Laras kepada Prince."
"Ya Dre berbicaralah antara laki - laki dan gunakan bahasa kalian, aku percaya kepada mu Dre."
"Ayo kita pulang sayang, biarkan Laras istirahat."
Andre pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Lidia.
"Ya aku pun masih meninggalkan Angel di apartemen sendiri, ayo Dre kita pulang."
Lidia pada akhir mengandeng tangan Andre dan langsung mengajaknya pulang.