MY PRINCE

MY PRINCE
PERTEMUAN



Deg


Ke mata Prince langsung menatap tajam ke arah ibu Saraswati saat beliau mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Apa sebenarnya maksud dari perkataan mama tadi? "


Dengan menekan nada suara Prince mengatakan hal tersebut.


"Apa maksud mama? tentu saja saat ini mama ingin menanyakan keberadaan Laras saat engkau berada di dalam keadaan terpuruk seperti ini, apakah Laras masih dengan setia akan mendampingi mu?"


Dan seketika itu juga tangan Prince langsung memukul meja.


"Ma, aku harap mama tidak ikut campur di dalam pernikahan ku dengan Laras, aku kembali mempertahankan dia, karena aku mencintainya, aku yang melarang Laras untuk bekerja, ya aku hanya ingin dia menjadi ibu rumah tangga dan menikmati hari - harinya dengan baik."


Prince mengatakan hal tersebut dengan ke dua tangan menggenggam karena marah.


"Mama hanya mengatakan hal itu, mama hanya bertanya, apakah itu salah?"


Salah ma, salah, karena saat ini mama bertanya dalam keadaan yang tidak tepat, ya saat ini mama seperti sedang memojokkan anak menantu mama sendiri."


"Anak menantu mama yang mama paksa menikah akibat kesalahan mama sendiri di masa lalu."


Deg


Seketika itu juga ibu Saraswati langsung terdiam dan meninggalkan ruang rapat.


"Maafkan aku ma, maafkan aku harus mengatakan hal yang pedas dari mulut ku kepada mama, namun aku melakukan hal itu karena aku tau sejak lama Laras tidak pernah di terima di hati mama."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya.


Sementara itu kini ojek online yang Laras tumpangi telah sampai kepada satu rumah mewah yang ada di pinggiran kota.


"Astaga rumah ini kenapa banyak sekali di jaga oleh pengawal?"


Laras mengatakan hal tersebut dengan melihat - lihat sekelilingnya.


Terlihat satu rumah mewah yang saat ini dikelilingi oleh tembok tinggi berwarna putih dan pagar hitam.


"Mbak Laras?"


Satu pengawal membuka pintu gerbang dan mengatakan hal tersebut kepada Laras.


"Ayo mbak silahkan masuk


"


Satu orang pengawal mengatakan hal tersebut kepada Laras yang saat ini sudah masuk ke dalam halaman depan rumah mewah tersebut.


"Mr Sudah menunggu mbak Laras "


"Ya aku tau."


Dan saat Laras akan melangkah dari sisi pintu yang lainnya terlihat beberapa wanita keluar secara bersamaan, wanita dengan pakaian seksi telah keluar namun ada yang aneh, tubuh wanita tersebut mengalami luka - luka.


"Silahkan mbak Laras."


"Ah baiklah."


Pengawal mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu untuk Laras.


Begitu masuk ke dalam ruang mewah tersebut Laras sangat terpukau dengan semua ornamen - ornamen gaya Eropa klasik yang saat ini menghiasi sekeliling.


"Mari mbak."


Dan sang pengawal membawa Laras untuk lebih masuk lagi ke dalam rumah tersebut.


Dan kini di tepi kolam renang dengan ke dua mata telanjang, Laras bisa menyaksikan persetubuhan di dalam kolam renang yang dilakukan seperti sedang tidak ada orang lain


Laras langsung memalingkan wajahnya dan hendak membalik arah, namun pengawal yang sama kini telah menghalangi jalannya .


"Perintah dari atasan mengatakan mbak Laras tidak boleh meninggalkan ruangan ini jika belum bertemu dengan atasan kami."


Laras langsung mengernyitkan dahi ketika salah satu pengawal mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Bagaimana jika aku tidak kau untuk melakukan hal itu?


"Maka kami tidak akan segan - segan untuk melukai anda mbak.


Sungguh kini Laras hanya bisa diam semata.