
Andre mencoba mengatakan hal itu untuk memberikan pengertian kepada Laras, ya agar Laras mengerti bahwa saat ini hal itu yang sedang dia butuhkan.
"Namun aku tidak memiliki uang untuk membayar semua ini Dre."
"Kau tenang saja, jika sampai Prince tidak mau untuk membantu mu, maka aku dan Lidia yang akan membantu mu di dalam hal ini."
"Dre jangan, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu dengan Lidia."
"Laras inilah guna dari seorang sahabat, ya meskipun aku sudah menikah, namun saat ini aku dan Lidia yang akan mendukung mu, satu hal yang aku minta dari mu agar kau tetap bisa jujur, ya jujur dengan semua hal yang telah kau hadapi, karena tanpa kejujuran kami akan sangat sulit untuk membantu mu Laras."
Andre mengatakan hal tersebut untuk menyakinkan Laras agar saat ini tidak ada lagi hal - hal yang membuatnya menjadi tidak jujur atas setiap sikapnya.
"Akan aku coba Dre, karena semua hal yang aku alami terkadang membuat aku lupa sampai dimana kejujuran itu."
"Aku mengerti Laras, baiklah aku harus segera pergi untuk mengurus banyak hal, ini makanlah, tadi Lidia menitipkan ini untuk mu, lalu ini juga."
Andre mengatakan hal tersebut sambil memberikan Laras satu rantang makanan dan juga satu amplop putih.
"Amplop apa ini Dre?"
"Lidia mengatakan di dalam penjara kau juga pasti masih memiliki kebutuhan pribadi, gunakan uang ini untuk itu Laras."
"Dre aku, aku.."
Laras sangat terharu dengan apa yang telah Andre lakukan.
"Iya Dre aku akan menerima semuanya, aku hanya terharu dengan apa yang telah kalian lakukan untuk ku, seharusnya ini adalah tugas mas Prince, namun..."
Tiba - tiba saja Laras mengehentikan setiap ucapannya.
"Sudah Laras, untuk sementara kau tenangkan saja hati mu, senangkan diri mu, dan tunggu kabar dari untuk hal apa yang harus kau lakukan, untuk masalah Prince alangkah lebih baik sementara waktu kau tidak memikirkannya terlebih dahulu."
Dan seketika itu juga Laras langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Dre, terima kasih sampaikan salam ku untuk Lidia dan juga Angel."
"Pasti Laras, pasti."
Setelah mengatakan hal tersebut Andre bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi dari hadapan Laras.
"Mas Prince aku tidak tau apa yang saat ini sedang kau lakukan, namun aku sedih mas dengan setiap sikap mu kepada ku, aku sadar aku salah, ya aku adalah wanita hina di mata mu, namun hati nurani mu ternyata juga sudah tidak ada lagi untuk ku."
Laras mengatakan hal tersebut dengan menghapus setiap air mata sambil memandang semua barang di atas meja yang telah di tinggalkan Andre untuknya.
Dengan perlahan pada akhirnya Laras bangkit dari tempat duduknya dan membawa semua barang - barang yang telah di bawakan oleh Andre untuknya
Kali ini ada kelegaan tersendiri ketika pada akhirnya Laras bisa menceritakan semua hal yang selama ini telah dia pendam seorang diri.
Ketakutan demi ketakutan lah yang membuatnya tidak berani untuk mengatakan tentang kebenaran.