MY PRINCE

MY PRINCE
LIDIA YANG DATANG



Dengan perlahan pada akhirnya Laras bangkit dari tempat duduknya dan membawa semua barang - barang yang telah di bawakan oleh Andre untuknya


Kali ini ada kelegaan tersendiri ketika pada akhirnya Laras bisa menceritakan semua hal yang selama ini telah dia pendam seorang diri.


Ketakutan demi ketakutan lah yang membuatnya tidak berani untuk mengatakan tentang kebenaran.


"Tuhan untuk kali ini aku serahkan semua hal ini kepada mu, maafkan setiap hal yang pernah aku lakukan, aku tau Engkau adalah Tuhan yang maha pengampun dan aku percaya bahwa hanya Engkau yang sanggup untuk menerima ku apa adanya, aku tidak tau hari - hari ke depan akan seperti apa,jaga hati dan pikiran ku Tuhan untuk melawan setiap rasa takut yang bisa menganggu pikiran ku."


Di dalam sel Laras mengatakan hal itu seseorang diri, kali ini Laras sadar bahwa di saat - saat terpuruk lah kita bisa mengetahui siapa - siapa saja yang pada akhirnya membantu kita di masa ini


Dengan ini Laras menjadi sadar bahwa tidak semua orang akan bisa menerima setiap kesalahan demi kesalahan yang telah dilakukannya.


Hari ini pada akhirnya Laras memilih untuk menenangkan dirinya di dalam sel, kini Laras bisa tenang daripada pertama kali dia datang ke dalam sel ini.


Sementara itu menjelang malam di sebuah cafe di dalam ruang VVIP Prince bertemu dengan seseorang


"Apa kabar Prince."


Satu wanita cantik yang telah menunggunya mengatakan hal itu ketika Prince datang.


"Kabar ku tidak terlalu baik Lidia, tidak perlu bertanya seharusnya kau tau apa yang saat ini sedang aku alami bukan?"


Lidia yang mendapatkan jawaban sinis dari Prince terus mencoba untuk tersenyum.


Lidia mengatakan hal tersebut dengan sangar lembut, sadar saat ini Prince yang sangat sensitif untuk itulah Lidia sangat berhati - hati di dalam setiap perkataannya.


"Apa saja, aku percaya pilihan mu Lidia."


Prince mengatakan hal tersebut tanpa melihat menu yang saat ini telah diberikan Lidia kepadanya.


"Baiklah, aku akan memesankan mu makanan untuk bisa menghangatkan badan mu."


Setelah mengatakan hal tersebut Lidia menyerahkan semua pesanan kepada pelayan.


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan, jika kau meminta ku datang dan menceramahi aku agar tidak kecewa terhadap Laras maafkan aku masih belum bisa melakukan hal itu."


Prince mengatakan hal tersebut dengan lantang, dan Lidia yang sudah memprediksi akan hal ini hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Ya aku tau apa yang kau rasakan saat ini, karena aku pernah ada di dalam posisi mu Prince yaitu posisi kecewa yang sangat dalam kepada satu orang yang sangat kita cintai."


"Rasanya sakit bukan?"


Prince mengatakan hal tersebut seakan - akan mencari dukungan untuk mengatakan apa yang saat ini dia rasakan itu adalah hal yang benar.


"Ya apa yang aku alami membuat aku memiliki pemikiran seperti mu Prince, tiba - tiba aku menjadi sangat logis sekali dengan semua hal di depan mata ku, sekejap mata aku mulai membanding-bandingkan semua hal yang telah aku lakukan dengan apa yang telah orang tersebut lakukan dan seketika itu juga kita akan mengatakan bahwa apa yang telah kita lakukan jauh lebih banyak."