
Ya ini ibu Saraswati, bersama dengan para awak media yang sedang mencoba untuk mengkoreksi kebenaran."
"Apa maksudnya dokter?"
"Saat itu ibu Sarawati terlibat scandal dengan salah satu pria dan ibu bukan ayah dari Prince."
Sungguh saat ini rasa sesak kembali menyelimuti Laras.
"Dokter apa maksud dari semua ini?"
Tidak ingin berlama - lama menangis Laras kembali menanyakan hal itu kepada Andre.
"Singkat cerita ayah Prince mengetahui scandal istrinya tersebut dan karena hal ini pada akhirnya ayah Prince mewariskan semua hartanya kepada ibu mu."
Deg
Kali ini Laras semakin tidak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Andre.
"Dokter ibu ku hanyalah seorang pembantu mana mungkin mendapatkan kepercayaan harta yang begitu banyak? ada apa sebenarnya dokter di masa lalu?*
Dengan cepat Andre langsung menggelengkan kepalanya ketika Laras menanyakan lebih detail tentang hal ini.
"Entahlah Laras tidak akan ada yang mengetahui secara pasti mengapa ayah Prince sampai memberikan semua hartanya kepada ibu mu, namun satu yang pasti, karena hal inilah yang membuat Ibu Saraswati berambisi untuk menikahkan mu dengan Prince."
"Satu hal yang perlu kau tau, Prince sama sekali tidak pernah mencintai mu, Prince hanya mengikuti permainan dari ibu Saraswati, semua yang Prince lakukan terhadapmu adalah bentuk pemberontakan dirinya terhadap ibu Saraswati yang terus memaksa."
Dan saat itu Laras hanya terdiam dan menangis, hancur sudah hati Laras, karena apa yang selama ini menjadi perkiraannya ternyata benar, bahwa Prince memang betul - betul tidak pernah memiliki perasaan apapun terhadapnya.
Seketika itu Laras sangat jijik dengan tubuhnya sendiri, Laras seperti merasa di manfaatkan oleh Prince atas semua hal yang selama ini dilakukan kepadanya.
Andre yang melihat Laras diam namun menangis dengan sangat hebat kembali menanyakan hal tersebut karena Andre khawatir akan kondisi Laras.
"Dokter, apa yang mereka inginkan sebenarnya dari ku?"
Sejenak Andre berpikir lalu dengan menarik nafasnya dalam - dalam Andre harus mengatakan hal ini kepada Laras.
"Anak, ya anak, Prince harus memiliki anak dari rahim mu agar harta warisan mereka aman."
Dan tangisan Laras langsung meledak dengan hebat, kini dirinya mengetahui apa alasan Prince selama ini menyentuhnya, apa alasan Prince selama ini melakukan hal itu kepadanya.
"Hei, Laras apakah kau baik- baik saja, Laras, Laras tenangkan dirimu."
Andre yang melihat Laras sangat terguncang mencoba untuk menenangkan satu wanita yang saat ini begitu hancur di depan matanya.
"Dokter aku ingin istirahat, tapi, tapi aku tidak tau harus pulang kemana, aku sedang tidak ingin kembali ke rumah mas Prince, aku ,aku.."
Seketika itu Andra langsung memeluk erat Laras, di dalam pelukannya Laras kembali menangis dengan hebat.
"Apakah aku sejelek itu dokter, apakah benar laki - laki tidak akan pernah mencintai wanita yang gendut dan hitam? apakah aku tidak layak untuk hidup bahagia?"
Sungguh saat ini hanya hal itu - itu saja yang ditanyakan olehnya.
Di dalam pelukan dari Andre Laras menumpahkan luka hatinya yang paling terdalam.
Sungguh saat ini hatinya hancur berkeping-keping, dirinya merasa tidak lebih dari sekedar pelacur yang sedang di manfaatkan oleh laki - laki yang diam - diam dia cintai.
"Laras kau tidak perlu khawatir soal tempat tinggal rumah ini bisa menjadi tempat tinggal untuk mu sementara."