MY PRINCE

MY PRINCE
MAS EZRA



Mbak Laras masih tidur siang pak, apakah perlu bibi bangunkan?"


Dengan cepat Prince melambaikan ke dua tangannya.


"Tidak perlu, biarkan saja Laras tidur, panggil Ezra agar segera datang kepada ku di ruang kerja."


"Baik pak Andre, saya akan memanggil pak Ezra untuk segera datang menuju ke ruang kerja pak Andre."


Andre langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke ruang kerja dengan segala rencana.


"Bapak memanggil saya?"


Satu orang laki - laki tampan berbadan tegak masuk ke dalam ruang kerja Andre.


"Ya aku memanggil mu Ezra."


"Apakah ada yang ingin bapak sampaikan?"


Ezra mengatakan hal tersebut sambil mencoba mengali lebih lagi apa maksud dari panggilannya.


"Aku minta kau untuk melindungi Laras."


"Laras? ah apakah yang bapak maksudkan adalah tamu perempuan itu?"


Dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya


"Ya berikan pengawasan yang ekstra ketat kepada wanita itu untuk setiap hal yang dia lakukan di dalam rumah ini, jangan biarkan dia bertemu dengan siapapun tanpa seizin ku, apakah kau mengerti Ezra?"


Dengan cepat Ezra yang merupakan kepala pengamanan di rumah Andre menganggukkan kepalanya.


"Saya mengerti pak, saya akan menjaganya dengan baik."


"Bagus lakukan saja tugas mu dengan baik, aku akan memberikan bonus untuk mu Ezra."


Andre mengatakan hal tersebut sambil menuliskan satu nominal di dalam selembar cek.


"Sepuluh juta adalah bonus yang akan kau terima setiap minggunya selama kau melindungi Laras, ini terimalah."


"Baik pak Andre."


"Bagus sekarang kau boleh keluar dari ruangan ini."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Ezra pun keluar dari dalam ruang kerja Andre.


"Prince kau tidak tau saat ini sedang berhadapan dengan siapa, aku tidak akan pernah mau memberikan sesuatu hal yang berharga itu kembali kepada mu."


Andre mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah langit - langit kamar.


Pandangan matanya mengingatkan dirinya akan peristiwa masa lalu yang sampai saat ini masih meninggalkan bekas yang cukup dalam bagi Andre.


"Keluarga mu telah merampas hal yang dulu paling berharga di dalam kehidupan ku Prince dan kali ini aku juga tidak akan pernah membiarkan mu bahagia, ya segala kebahagiaan yang ada pada mu akan aku rampas, aku berjanji kepada diri ku sendiri."


Andre mengatakan hal tersebut sambil terus mengarahkan pandangannya ke arah langit - langit ruang kerjanya.


Ada satu peristiwa masa lalu yang membuat Andre begitu terluka sehingga dirinya bisa memiliki dendam yang sangat luar biasa kepada Prince.


Sementara itu menjelang sore Prince telah tiba kembali di rumah Jessika.


"Sayang ada apa? mengapa kau sore ini sudah ke apartemen? biasanya kau kemari tengah malam?


"


Jesika mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Prince di depan pintu."


"Aku ingin lebih cepat untuk tiba di tempat ini Jes."


"Ah ya aku tau kau pasti merindukan aku bukan? itu sebabnya kau ingin segera tiba di tempat ini? sungguh sangat romantis sekali sayang."


Jesika mengatakan hal tersebut sambil mencium kening dari Prince.


"Jes apakah kau tidak akan membiarkan aku masuk ke dalam dan tetap akan menciumi aku seperti ini?"


Prince yang masih mendapatkan ciuman bertubi - tubi mengatakan hal tersebut kepada Jesika yang sejak tadi tidak melepaskannya begitu saja.