
Deg
Hati Laras berdegup sangat kencang ketika Prince mengatakan hal tersebut kepadanya.
Saat ini sebenarnya ingin sekali kabur dari taman itu dan tidak ingin melanjutkan percakapan dengan Prince.
"Laras kenapa kau melamun?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil menyentuh pundak Laras..
"Boleh mas Prince."
Entah bagaimana Laras mengeluarkan kata - kata ini, namun semuanya mengalir begitu saja dari dalam mulutnya.
"Terimakasih."
Senyuman Prince sungguh saat ini membuat hati Laras bergetar hebat.
Ingin Rasanya Laras tenggelam di dalam pelukan suaminya tersebut dan mengatakan semuanya, ya semuanya termasuk semua masalah yang saat ini sedang dia hadapi.
Masalah yang sebenarnya dia sendiri tak mengetahui bagaimana keluarnya.
"Lusa aku kembali ke Indonesia."
Deg
Tiba - tiba saja Prince mengatakan hal itu kepada Laras.
"Sekarang aku sadar bahwa hati itu tidak bisa dipaksakan, aku tau semua yang saat ini terjadi dengan mu adalah karena aku."
"Aku sadar bahwa dulu aku pernah menyakiti hati mu begitu dalam."
"Dan rasanya aku menjadi laki - laki yang sangat egois jika aku terus memaksakan kehendak ku kepada mu."
"Saat ini aku pada akhirnya bisa mengerti, bahwa perasaan ku terhadap mu begitu besar, ya aku begitu sayang."
"Aku baru sadar jika Tuhan yang menyatukan pernikahan ini, maka rasa cinta dan perasaan ini akan timbul dengan sangat kuat, karena kita sudah satu tubuh di hadapan Tuhan bukan?"
"Namun beberapa hari aku mencoba untuk kembali dekat dengan mu, dan kau masih mencoba memberikan respons yang dingin, aku tidak tau apakah respon dingin itu betul - betul dari hati mu, atau kau memberikan hal itu akibat kesalahan demi kesalahan ku dimasa lalu?"
"Tidak ada yang mengetahuinya bukan?"
Deg
Laras kini bisa melihat senyuman Prince yang sangat sedih kepadanya.
"Namun aku harus tetap mengatakan hal ini."
Sekali lagi Prince mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Laras.
"Jika kau memang tidak bahagia dengan ku, jika kau memang tidak menginginkan untuk kembali bersama dengan ku, aku mengizinkan mu untuk mengakhiri pernikahan kita."
Sungguh Prince menarik nafas yang sangat dalam ketika harus mengatakan hal ini.
Dan Laras seperti mendapatkan sengatan listrik yang sangat kuat ..
"Sungguh aku benci harus mengatakan hal ini, aku tau mungkin Tuhan akan marah besar dengan apa yang aku katakan, karena sebagai seorang laki - laki yang seharusnya menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga, namun kini laki -laki tersebut malah menawarkan perpisahan."
"Aku akan menanggung segala hal yang akan terjadi Laras, ya aku akan menanggung segala konsekuensinya dengan aku berani mengatakan hal ini kepada mu."
"Satu hal yang ingin aku katakan kepada mu adalah, aku ingin kau bahagia."
Prince mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan sungguh senyumannya kini membuat hati Laras sangat tenang.
"Mas, aku, aku..."
Dada Laras yang saat ini terasa sesak membuat Laras tidak bisa melanjutkan sendiri kata - katanya.
"Kau tidak perlu menjawabnya saat ini, aku izinkan kau untuk berpikir, namun jika di akhir pikiran mu nanti kau tetap memilih untuk berpisah dari ku, maka aku akan menerimanya dengan lapang dada."
Prince mengatakan hal tersebut dengan menundukkan wajah, ingin rasanya Prince menangis saat mengatakan hal itu.