
Saat Prince membawa mu ke Indonesia apakah dia tidak menemukan obat - obat terlarang di dalam apartemen mu? dia pasti membersihkan barang - barang pribadi mu juga kan?"
Dan sekali lagi kali ini Laras tersenyum sinis.
"Di Jepang aku tidak pernah melebihi obat yang telah aku beli Dre, semua untuk sekali pakai, dan setelah itu aku langsung membuang perlengkapan obat - obat terlarang tersebut dengan baik."
Dan di saat itulah Andre bisa mengerti mengapa Prince tidak bisa menemukan badan bukti di dalam apartemen Laras.
"Kau tau satu hal yang aku lakukan ketika aku tiba di Indonesia?"
Laras mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk bertanya kepada Andre, dan Andre yang masih belum mengerti hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aku mencari situs online penjual obat terlarang tersebut, dan aku menemukan situs tersebut dengan sangat cepat."
"Saat itulah aku kembali mengkonsumsi obat - obat terlarang di sini, tanpa sepengatahuan Prince."
"Laras boleh aku bertanya satu hal lagi kepada mu?"
"Katakan saja Dre."
"Apakah pihak kepolisian sudah menanyakan kau mendapatkan barang itu darimana?"
Deg
Di saat itulah Laras betul - betul menjadi terdiam atas pertanyaan dari Andre.
"Aku sudah menjawab yang aku tau Dre, namun aku tidak pernah mengetahui apakah pihak kepolisian juga menangkapnya dengan cepat karena yang aku tau dia adalah penjual dengan jumlah yang sangat banyak."
"Kau tau bukan jika segala sesuatunya bisa di beli dengan uang?"
Laras mengatakan hal tersebut dengan tersenyum sinis.
Deg
Kini wajah Andre berubah menjadi wajah yang sangat serius ketika mengatakan hal ini.
"Entahlah Dre, saat ini aku sedang sibuk untuk mengatur hati dan perasaan ku, aku sibuk mengatur mental ku agar tetap baik - baik saja untuk menghadapi ini semua."
"Ya aku mengerti semua hal yang saat ini kau hadapi pasti tidaklah mudah, namun satu hal yang pasti kau membutuhkan pengacara."
Laras yang mendengarkan hal itu kini langsung memalingkan wajahnya untuk menatap Andre dengan sangat tajam.
"Aku tidak membutuhkannya Dre."
"Hei kenapa kau berkata seperti itu?"
Andre mengatakan hal tersebut dengan mengernyitkan dahi.
"Pertama darimana aku punya uang untuk membayar pengacara tersebut? saat aku saja sudah memegang uang sepeserpun."
"Lagi pula aku adalah wanita yang memang betul - betul seorang pencandu obat - obat terlarang, Lantas untuk apa aku harus di bela lagi? aku menjalani semua hukuman ini dengan baik bukan?"
Laras mengatakan hal tersebut dengan tenang kepada Prince, karena bagi Laras saat ini tidak penting lagi apakah dirinya mendapatkan pembelaan atau tidak.
"Laras dengarkan aku, iya memang saat ini kau sudah terbukti memakai obat -obat terlarang, dan itu juga bisa di buktikan dengan beberapa hasil tes, namun setiap orang yang saat ini sedang melalui proses hukum berhak mendapatkan pembelaan dari orang yang memang ahli di dalam hal ini."
Andre mencoba mengatakan hal itu untuk memberikan pengertian kepada Laras, ya agar Laras mengerti bahwa saat ini hal itu yang sedang dia butuhkan.
"Namun aku tidak memiliki uang untuk membayar semua ini Dre."
"Kau tenang saja, jika sampai Prince tidak mau untuk membantu mu, maka aku dan Lidia yang akan membantu mu di dalam hal ini."