MY PRINCE

MY PRINCE
KERUGIAN



"Bu, tidak perlu repot-repot seperti ini, nanti biar Laras yang akan mengatakan kepada mas Prince."


"Sayang ini tidak merepotkan, sudah menjadi tanggung jawab ibu juga jika hal ini menimpa mu dengan Prince, apa yang kau katakan benar, kalian menikah tanpa dasar cinta, jadi semuanya belum terbentuk sempurna, ibu akan membantu mu untuk menegur Prince, kau tenang saja ibu tau bagaimana caranya untuk menegurnya."


Larasati pada akhirnya tidak mengatakan hal apapun lagi, karena kali ini ibunda dari Prince sendiri yang akan menghadapi anaknya.


"Prince."


Deg


Tepat di saat yang sama Prince masuk ke dalam rumah bersama dengan Jesika.


"Mama, kenapa mau datang tidak memberitahukan dulu?"


Prince yang sangat terkejut dengan kehadiran sang ibunda hanya bisa mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Rumah kita dekat sayang, apakah ibu perlu memberitahu kepada mu terlebih dahulu ketika ibu akan mengunjungi anaknya sendiri?"


Prince hanya bisa terdiam dengan semua yang dikatakan oleh sang ibunda.


"Siapa wanita ini Prince? kenapa dia ada dirumah mu?"


"Dia Jesika ma, Prince yang membawanya kemari, karena Prince tidak mau satu rumah dengan wanita itu."


Prince mengatakan hal tersebut sambil menunjuk kembali Larasati.


"Mama perlu bicara dengan mu Prince, mama tunggu di ruang kerjamu sekarang juga."


Setelah mengatakan hal tersebut ibu Saraswati segera pergi meninggalkan semua orang yang saat ini ada di hadapannya.


"Sayang, apakah mama tidak menghendaki aku berada di rumah ini?"


Jesika mengatakan hal tersebut sambil bermanja-manja kepada Prince.


"Tenanglah semua akan baik - baik saja, mama hanya kaget melihat kedatangan kita berdua, semua gara - gara perempuan ini."


Dengan lantang Prince mengatakan hal tersebut sambil menunjuk ke arah Larasati.


"Jika terjadi sesuatu dengan Jesika, aku yang akan mengusir mu dari rumah ini!"


"Aku tidak mengerti apa salahku? ah sudahlah, aku sudah tidak ingin menangis lagi."


Setelah mengatakan hal tersebut Larasati segera kembali duduk di kursi dan menghabiskan sarapan paginya.


"Masuklah Prince."


Ini Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Prince saat pintu ruang kerja di ketuk.


"Ada apa ma? apa lagi yang harus Prince lakukan?"


"Baca ini."


Ibu Sarawati mengatakan hal tersebut sambil melempar berkas di atas meja.


"Laporan keuangan perusahaan?"


"Ya, laporan keuangan perusahaan yang semakin merugi."


Dengan cepat Prince langsung mengambil berkas tersebut.


"Kita tidak mencairkan warisan dari Larasati, karena dia belum memiliki anak, jika baru saj menjadi istri mu, maka kita hanya bisa menggunakan hak pakai di dalam perusahaan ini."


Dan seketika itu juga Prince tersadar.


"Dan mama meminta aku membuat wanita itu hamil?"


"Ya Prince apapun, dan bagaimana caranya kau harus melakukan hal ini."


Dengan cepat Prince langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak semudah itu ma."


"Apa yang kau anggap sulit Prince?"


"Ma, aku jijik dengan wanita itu, dan sekarang mama meminta aku untuk menyentuhnya, bukan hanya menyentuhnya, tapi juga memberikan anak dari rahim perempuan itu, ma yang aku miliki ini bibit unggul, dan aku harus menanamkan bibit unggul tersebut ke dalam rahim wanita yang tidak berkelas seperti dia, ma coba pikirkan !"


"Mama mengerti apa yang saat ini sedang kau bicarakan, dan mama sangat paham akan hal itu.