
Matahari sudah keluar dari persembunyiannya, menampakkan cahayanya, burung-burung mulai ramai berkicau.
Pagi ini valerie masih betah di atas tempat tidurnya, sinar matahir menyinari tepat diwajahnya, membuat tidurnya terganggu.
" Hoooaaamm " begitulah dia seraya merenggangkan otot-ototnya
" senin, senin, senin lagi " gerutu valerie beranjak dari tempat tidurnya
tok...tok...tok
" Ve, ve bangun sayang " Ucap helena mama valeri.
" Iyah ma, ve udah bangun sebentar lagi ve turun kebawah " teriak valerie
***
( Meja makan )
" Pagi ma, pa " Ucap valerie, mencium pipi mama dan papanya.
" Valerie minggu depan papa pergi ke menado dan mungkin akan lama disina. " Ucap heri menatap serius kearah valerie
" oh, mama ngak kan?? " tanya valerie sambil memakan makanannya.
" Mama pasti ikut dong sayang, ngak mungkin kan papa kamu dibiarim sendiri " ucap helena mengusap pucuk kepala anak semata wayangnya itu.
" truss ve nya sama siapa? " tanya valerie sedih.
" Kan ada bibi disini, ngak akan lama Ve. tiga bulan paling cepat, papa akan usahakan secepatnya selesai " ucap heri yang masih menatap valerie
Acaramakannya pun selesai, dan semua menjalankan aktifitas masing-masing, valerie yang pergi kesekolah, heri yang kekantor, sedangkan helena hanya dirumah.
***
Tiga mobil sport memasuki tempat parkir sekolah ternama dikota Z. terlihat parkiran sekolah yang sudah sunyi tersisa beberapa siswa yang juga baru berada disekolah itu.
" guys terlamabat lagi nih " Ucap olivvia sahabat valerie.
" Udah yuk masuk " ucap chantika yang langsung berjalan.
dikhusus kan untuk seluruh murid kelas XII yang sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir sekolah untuk mempersiapkan diri, memperbanyak belajar, karnah waktu yang hanya sebentar diharapkan semua murid bisa mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting.
Terdengar suara guru yang sedang menyampaikan pemberitahuan, dilapangan berbaris. Valerie, olivvia, chantika dan murid lainnya yang terlambat masih menunggu di depan pagar.
" Kalian yang terlambat ikut bapak keruangan " ujar seorang bapak paruh baya, pak meldy.
" kalian lagi, kalian lagi " tambah pak meldy, yang adalah guru BK yang sudah sering menangani ketiga sahabat itu.
(Valerie, chantika dan olivvia melangkah malas ke ruang BK.)
" Kalian bertiga kesini cepat " ucap pak meldy menunjuk mereka.
" Pak kan masih banyak tu murid lain, mereka aja dulu pak " Ucap valerie
" Udah terlambat, mau bantah lagi sudah cepat kemari " Ujar pak meldy.
Dasar yah ini guru ngak bisa apa liat orang senang dikit. Valerie
" Jadi tugas kalian bertiga bersihkan tempat parkir sekolah, sampai jam istirahat " ujar pa meldy.
" Yang benar aja dong pak, mana ada bidadari jadi tukang nyapu " ucap olivvia
" Sudah tidak ada bantahan, cepat sana atau mau bapak tambahim hukuman kalian " ujar pak meldy.
" Yaelah pak biasa aja dong " ucap chantika.
( Tempat parkir )
Terlihat mereka bertiga mulai membersihkan tempat parkir itu. terlihat valerie yang menyapu dengan kasar.
" Capek ah, emang yah tu guru ngak ada otak nya, tempat parkir sebesar ini hanya kita bertiga yang bersihin " Ucap valerie melempar botol minum yang masih berisi air.
Buk....
" siapa yang melempar ini " Tanya laki-laki itu dingin dan sorotan mata tajam yang melihat mereka bertiga.
" siapa yang melempar ini " tambah nya lagi, yah itu adalah Vincent orang terkaya dan terhormat di kota itu, bahkan se asia.
" Gue " ucap valerie santai
" Kamu, kamu tidak tahu siapa saya?? " Tanya vincent.
" Emang om siapa truss saya haris tahu " Ucap valerie yang kini berjalan masuk sekolah.
" Eh mau kemana kamu?? " Tanya vincent
" Kenapa om mau ikut " Tanya valerie menahan tawanya.
( Ruang Kepala Sekolah )
" Selamat datang pak " Ucap guru perempuan yang sudah berumur.
" Aduh kenapa itu pak " tambah lagi guru itu melihat vincent memegang dahinya yang memar.
" Jadi bagaiman bu?? " Tanya vincent memastikan.
Untuk ujian sekolah akhir yang berbasis komputer, vincent lah yang akan memberikan seribu komputer di sekolah itu, jadi kedatangan vincent hari ini untuk mematikan kelancaran hal itu.
Kring.....kring....kring
" kantin yuk " ajak valerie yang sudah siap ke kantin.
" ayo cepat sebelum kantinnya penuh " ucap cantika.
***
( Kantin )
" hai cantik-cantik, bolehkan gue gabung disini " ucap laki-laki yang tidak kalah populer disekoalah itu.
Ken terkenal sebagai laki-laki terganteng dan terkeren disekolah itu, bersama dua teman nya marcello dan michael.
" hai ken, boleh kok sini duduk disamping aku " ucap chantika, yang mememang diam-diam menyukai ken
" Cuman ken aja ini yang diajak duduk, gue ama cello ngak?? " tanya michael dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
" lo nya ngak usah berdiri aja " ucap cantika
" gue ketoilet bentar yah " ucap valerie
( Toilet )
Valerie menatap dirinya lama depan kaca yang ada ditoilet, entah apa yang ada dipikiran nya terlihat dari wajah nya dia sedang bersedih.
" awww lo ngak punya mata apa?? " teriak valerie saat tubuhnya disambar seseorang
" kamu, Lo " ucap vincent dan valerie bersamaan.
" kayak nya saya sial terus bertemu dengan kamu " ucap vincent
" enak aja om pikir gue ini pembawa sial, mana ada cantik-cantik gini bawa sial " ucap valerie menghempas kan rambutnya manja.
" Dasar gila " ucap vincent berlalu pergi
" woyy om....dasar yah udah nabrak orang bukannya minta maaf malah pergi " ketus valerie
(kembali ke kantin)
" Napa muka lo ve?? " tanya marcello menahan tawanya
" diam anj**t, ngak liat apa gue nahan sakit? "
kesal valerie
" Lo jatuh ve ?? " tanya chantika menuntun valerie untuk duduk lagi
" tau tu orang gila abis nabrak gue bukannya minta maaf malah pergi " ucap valerie mengingat kejadian tadi.
" wah parah siapa tu yang berani ganggu bidadari sekolah, udah ayo kita samperin dia " tanya ken yang mulai emosi
" ngak usah orang nya udah pergi " ucap valerie
" Yah kita cari dimana kelasnya " ujar michael
" Udah ngak usah gue udah baikan kok " ucap valerie yang menahan sakit dipinggangnya.
.
.
.
.
.
.
Makasih yah udah mau mampir di novel saya☺️☺🙏🙏
Maaf kalo alur cerita nya kurang bagus atau amburadul maklum lah baru awal nulis novel😂☺️
Jangan lupa tinggal kan jejak nya yah guys biar akunya bisa semangat lagi lanjutin ceritanya☺️☺️