
Prince mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kecil melihat apa yang telah Laras lakukan.
"Untuk apa yang menutup tubuh mu kembali? setelah semalam aku melihat dan mencium semua tubuh mu dengan sangat nikmat."
Ke dua mata Prince menjadi liar kembali ketika mengatakan hal tersebut kepada Laras.
"Mas mau apa?"
Laras yang pagi ini sangat tidak ingin untuk kembali di sentuh sedikit menjauhkan tubuhnya dari Prince.
"Aku tidak akan menerkam mu lagi pagi ini, namun ada satu permintaan ku yang lain untuk mu."
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Laras.
"Hal apa mas yang ingin di minta dari ku?"
"Pagi ini aku akan bertemu dengan klien penting, dan aku minta kau menemani aku untuk bertemu dengannya."
Deg
Sungguh ke dua mata Laras langsung terbelalak dengan apa yang dikatakan oleh Prince kepadanya.
"Mas yakin tidak salah dengan kata - kata yang telah mas Prince katakan?"
"Apanya yang salah? kau adalah istri sah ku, dan aku membutuhkan dukungan mu di acara hari ini."
"Tapi mas, aku hanya wanita biasa, aku.."
Belum sempat berkata - kata Prince sudah menutup mulut Laras dengan ke dua tangannya.
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Laras.
"Iya mas."
Karena Laras sudah tidak ingin Prince berbicara panjang, pada akhirnya Laras hanya bisa mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Sekarang mandi dan bersiap-siap lah, aku akan menunggu mu di ruang tamu sambil mengerjakan beberapa pekerjaan, hari ini akan ada sedikit perayaan kecil untuk klien ku ini di salah satu hotel di pusat kota, aku mencintaimu Laras."
Setelah mengatakan hal tersebut Prince menciumi puncak kepala Laras dan langsung berjalan Keluar dari dalam kamar.
"Mas, aku yakin suatu saat setiap pujian demi pujian yang kau lontarkan kepada ku, akan berbalik menjadi kutukan yang akan kau berikan kepada ku, semoga hati mu, semoga batin ku kuat saat semua hal tersebut terjadi mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil melihat punggung Prince yang semakin tidak terlihat..
Dengan cepat Laras pada akhirnya bangkit dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.
Tanpa butuh waktu lama pada akhirnya Laras sudah selesai dengan riasan sederhananya.
Pagi ini Laras menggunakan dress biru laut dan riasan tipis namun terlihat sangat sensual.
Kulitnya yahh sawo matang sehat terlihat membuatnya semakin manis menggunakan dress dan riasan tersebut.
Dengan cepat Laras keluar dari kamar dan menghampiri Prince yang sejak tadi sedang mengurus beberapa pekerjaan dengan sang asisten.
"Mas Prince, Laras sudah siap."
Laras mengatakan hal tersebut dengan pelan dan kini ke dua mata Prince langsung menatap tajam sang istri tercinta dengan semua baju yang telah dipakai istrinya saat ini.