
Ya Dre, saat ini Laras merupakan saksi kunci penting akan setiap hal yang sedang terjadi, saat ini Laras yang haruslah kita jaga agar keadaannya tetap stabil."
"Om Hendra benar Dre, saat ini kita harus memastikan bahwa keadaan Laras baik -baik saja."
Andre kini hanya bisa mengangguk kepalanya, sadar bahwa kini yang dia lawan adalah bukan orang sembarangan maka Andre lebih akan teliti dan sangat berhati - hati lagi.
"Ya aku akan menempatkan lebih banyak pengawal di dalam kediaman ku, saat ini aku akan memastikan Keluarga ku baik - baik saja
"
Andre mengatakan hal tersebut sambil mengenggam batu yang digunakan untuk melemparkan kata - kata ancaman tersebut.
Sementara itu di malam yang sama namun di tempat yang berbeda.
"Bagaimana apakah semuanya berjalan dengan baik?"
"Semua berjalan dengan baik, namun Andre dan pengacaranya sama sekali tidak ketakutan."
Dan seketika marah lah laki -laki tersebut.
"Sial, stupid kalian semua!"
Seketika itu juga laki - laki tersebut mengambil pistol dan menebak sampai mati orang yang datang memberikan laporan itu kepadanya.
"Pengawal katakan kepada keluarganya aku yang akan menanggung semua biaya orang ini, kuburkan dan pulangkan dia kepada keluarganya hari ini juga, aku sudah muak melihat hal ini!
"
Beberapa pengawal langsung mengangkat mayat yang masih ada di depan kedua matanya.
"Lihat saja Dre aku tidak akan tinggal diam, aku bisa melumpuhkan Prince yang sangat kuat, aku pun bisa melakukan hal yang sama dengan mu!"
Ke dua mata James menyala dengan luar biasa saat dirinya mengatakan hal tersebut dan saat ini yang ada di dalam pikiran dari James adalah bagaimana caranya agar dirinya bisa menang melawan Laras dan juga semua orang yang sedang mendukungnya.
"Aku kira melawan mu itu mudah Laras, karena bagiku kau wanita biasa, namun kini harus lebih berhati - hati lagi karena ternyata banyak orang yang juga ingi melindungi mu."
Dengan dengan yang gemetar karena marah James mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.
Malam hari ini pada akhirnya James mencoba untuk menyusun rencana untuk membantai Andre dan juga Keluarganya.
"Jadi aku tidak bisa memperkerjakan mu lagi Joe, saat ini aku harus mengurus mama yang sedang sakit, aku baru saja membawa mama ke rumah sakit jiwa, rupanya mama tidak kuat lagi menghadapi semuanya, jadi carilah pekerjaan yang baru."
Hari ini di dalam rumah mewahnya Prince mengatakan hal tersebut kepada Joe, ya satu - satunya asisten yang sampai saat ini masih sangat setia.
"Ya pak Prince saya mengerti, terima kasih pak Prince telah menjadi atasan terbaik untuk Joe."
Setelah mengatakan hal tersebut Joe bangkit berdiri dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan rumah mewah yang beberapa tahun ini telah menjadi rumah ke duanya.
Saat ini Prince betul - betul sedang mengalami kebangkrutan, semua harta yang dia miliki telah terjual, bahkan ibh Saraswati yang tidak kuat lagi menerima semua hal ini pada akhirnya mengalami gangguan mental sehingga harus di larikan ke rumah sakit.
"Pa maafkan Prince yang tidak dapat menjaga semua harta pemberian papa ini dengan baik, maafkan Prince yang telah gagal menjadi laki - laki sejati, maafkan Prince yang masih belum bisa menjadi laki - laki yang bisa diandalkan oleh wanita yang saat ini sebenarnya sedang membutuhkan Prince