MY PRINCE

MY PRINCE
DOKTER ANDRE



Tiba - tiba saja ingatan Laras tersadar ketika dirinya menyebutkan kata minuman.


"Alkohol, aku meminum alkohol, astaga ini gatal!


"


Seketika itu juga Laras menggaruk semua tubuhnya.


"Mas, kenapa kau jahat kepada ku? sudah aku katakan jika aku tidak suka alkohol, dan kau tetap memberikan kepada ku."


Laras terus mengatakan hal tersebut sambil mencoba mencari - cari pakaiannya yang berserakan di lantai.


"Perih, ini gatal."


Laras terus mengatakan hal tersebut sambil mengaruk - garuk anggota tubuhnya.


"Bi, bi Ijah, bi."


Setelah selesai menggunakan semua pakaiannya, Laras berteriak - teriak memanggil nama bi Ijah untuk meminta bantuan.


"Ada apa mbak?"


Bi Ijah yang mendengarkan teriakan Laras langsung masuk ke dalam kamar.


"Bi tolong Laras bi, seluruh badan Laras gatal."


Bi yang mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan badan dari Laras langsung membantunya untuk berdiri.


"Mbak Laras minum?"


Begitu mendekatkan diri, Bi Ijah mencium. bau alkohol yang sangat menyengat.


"Iya bi, tadi mas Prince yang memberikan minuman ini kepadaku."


"Astaga mbak, ayo mbak bibi bantu."


Dengan cekatan bi Laras memapah Laras ke tepi tempat tidur.


"Bibi hubungi dokter dulu ya mbak, sebenar."


"Iya bi."


Bi Laras langsung keluar dari dalam kamar Laras untuk mengambil ponselnya, saat ini di dalam kamar, Laras hanya melihat - lihat sekeliling kamar tersebut dengan ke dua matanya.


"Mas, sebenarnya apa maksud mu melakukan hal ini kepada ku? apakah kau melakukan hal ini bukan atas dasar cinta? apakah aku masih begitu jelek bagi mu?"


Laras mengatakan hal tersebut sambil terus memandang ke sekeliling mencoba untuk menepis setiap perasaan negatifnya yang terus saja bergelora di dalam hati.


Tiga puluh menit puh berlaru dan Laras masih menunggu dokter yang sedang di panggil oleh bi Ijah.


Bi Ijah datang membawa satu laki - laki tampan berkulit putih dan berkacamata.


"Selamat siang ibu Laras, perkenalkan saya dokter Andre, dokter pribadi Prince dan keluarganya."


"Ah terima kasih dokter Andre, anda sudah bersedia datang kemari."


"Sudah menjadi tugas ku ibu Laras, jadi apa keluhan anda?"


"Ini dokter."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menunjuk tangannya yang kemerahan.


"Ini alergi Bu."


"Ya dokter, saya tidak kuat dengan minuman alkohol."


Dan seketika itu juga dokter Andre terdiam.


"Dokter apakah anda baik - baik saja?"


"Ah maafkan saya ibu Laras, baiklah izinkan saya memeriksa keadaan anda."


Dan setelah mengatakan hal tersebut dokter Andre memeriksa keadaan Laras.


"Bu ini resep yang harus ibu ambil di apotik, dan ini resep vitamin yang harus ibu tebus juga."


Dokter Andre mengatakan hal itu setelah selesai menuliskan resep obat tersebut.


"Baik lah jika tidak ada keluhan saya akan kembali pulang."


"Tunggu dokter."


Seketika itu juga Laras menahan kepergian dokter Andre.


"Ada apa Bu? apakah ada keluhan yang belum saya periksa?"


Dengan cepat Laras menggelengkan kepalanya.


"Dokter Andre, jika dokter adalah dokter pribadi keluarga ini, tentunya dokter mengetahui latar belakang dari Prince suami ku bukan?


Seketika itu juga dokter Andre hanya bisa terdiam dengan pertanyaan dari Laras.


"Maafkan saya, tapi pertanyaan yang sudah ibu ajukan di luar dari prosedur kami, jadi mohon maaf saya tidak bisa menjawabnya."


"Dokter Andre mengatakan hal tersebut kepada Laras.