
Ada apa dengan ku? mengapa siang ini rasanya lain? "
Laras mengatakan hal tersebut sambil menatap kaca riasnya yang kecil.
"Ah mungkin hanya perasaan ku saja, lebih baik aku segera berangkat bekerja."
Setelah mengatakan hal tersebut Laras segera merapikan dirinya dan langsung meninggalkan apartemen...
Sepanjang perjalanan hati Laras terus gelisah, namun Laras tidak pernah mengetahui apa penyebab dari kegelisahannya tersebut.
Setelah sampai di tempat kerja, Laras menjadi satu pelayan di restoran kumuh yang ada di negara tersebut.
"Boleh aku pesan ramen dengan toping ini."
Deg
Satu suara yang saat ini betul - betul Laras kenal sedang memesan kepadanya makanan di dalam restoran tersebut.
"Mas Prince."
"Boleh aku memesan ramen ini? dan antarkan pesanan tersebut ke meja sebelah sana, terima kasih."
Prince mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan satu meja yang ada di ujung ruangan.
"Baik, akan segera kami hantarkan pesanan anda."
Laras mengatakan hal tersebut dengan membungkukkan badan.
Prince yang menggunakan bahasa yang sama dengan Laras, membuat Laras pada akhirnya menjawab dengan bahasa yang sama.
"Dengan pelan Prince duduk di meja paling ujung sambil terus mengamati Laras yang saat ini sedang sibuk bekerja.
Rupanya selain sebagai seorang pelayan, Laras juga membantu memasak semua pesanan yang telah masuk.
Laras selama lima tahun kau hidup dengan perjalanan yang seperti ini, sedangkan aku tinggal dengan enak di sana, sungguh aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku sendiri jika sampai aku tidak bisa membawa mu pulang ke Indonesia.
"Ini pesanannya."
Deg
Lamunan Prince terpaksa berhenti saat wanita yang dia cintai mengantarkan semua pesanan itu.
"Terimakasih, Arigato."
Dan tidak ada respon apapun dari Laras ketika Prince mengatakan hal itu kepadanya, dengan cepat Laras meninggalkan meja Prince untuk mengantarkan pesanan yang lainnya.
Ya, ini adalah tangan mu sayang, tangan mu yang membuat ramen ini rasanya tetap sama, sama seperti yang biasa kau masak untuk ku di masa lalu.
Prince mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil terus menikmati semua hidangan buatan dari wanita yang di cintai nya.
*Tak di ragu kan lagi, ke dua tangan mu memang sangat ahli di bidang kuliner sayang.
Rasa masakan mu sampai saat ini masih kuat melekat di lidah ini meskipun sudah lima tahun kau tidak pernah membuatkan aku makanan dengan cinta mu seperti dulu*.
Prince kembali mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil terus mengamati kesibukan Laras.
Dan beberapa jam disana hanya hal itu yang Prince lakukan..
Laras yang sangat kesal dengan apa yang Prince lakukan, namun tidak memiliki waktu untuk menegur hanya bisa pasrah ketika dirinya terus mendapatkan sorot mata yang tajam dari satu laki - laki yang saat ini rela duduk berjam - jam hanya untuk memandang ke arahnya.
Dan setelah lelah terus dipandang menjelang malam Laras yang telah selesai bekerja langsung berpamitan kepada pemilik restoran tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya yang ke dua.
"Ah dia pasti akan ke sana."
Prince yang mengetahui jika Laras hendak pergi langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti perjalanan Laras berikutnya.
Dan Laras yang sejak tadi sadar bahwa sedang diikuti langsung menoleh kebelakang.