
Dan di saat itulah Prince langsung tersenyum dengan pertanyaan Laras..
"Menurut mu bagaimana? apakah ada larangan juga jika suami sah menyentuh tubuh istri nya sendiri?"
Deg
seketika itu juga Laras terdiam.
Laras sadar betul semua yang dikatakan oleh Prince itu adalah benar.
Sampai saat ini dia masih menjadi istri sah dari Prince dan Prince memiliki hak untuk menjamah tubuhnya.
"Kenapa diam saja Laras?"
Prince yang saat ini sangat gemas dengan Laras kembali bertanya hal itu lagi.
"Aku, aku bingung mas."
Hanya kata - kata itu saja yang pada akhirnya keluar dari mulut Laras.
"Apa yang membuat mu bingung sayang?"
Deg
Sungguh kini Laras Langsung menatap tajam ke arah Prince saat dia mendengarkan satu panggilan yang sudah sangat lama dia ingin dengarkan..
"Aku kira ini hanya mimpi mas, beberapa tahun yang lalu, aku datang kemari dengan hati yang hancur, aku bekerja dan memperbaiki tubuhku dengan dendam yang sangat luar biasa kepada satu laki - laki yang membuat aku bisa dengan kuat hati melakukan ini semua."
"Dan di saat yang sama tiba - tiba saja laki - laki itu saat ini berdiri di hadapan ku, dan bersama dengan ku dalam keadaan ku yang telanjang seperti ini."
Detik itu juga hati Prince di hantam sebuah batu besar saat Laras mengatakan hal ini.
"Saat ini aku merasa seperti wanita pelacur yang terbangun dari tidurnya, setelah habis di pakai oleh laki - laki jahat!"
Deg
Sungguh pandangan mata yang sama sekali tak ingin Prince terima dan Prince lihat.
"Tunggu Laras, apa yang kau duga tidak seperti yang ada di dalam pikiran mu."
"Memang semalam aku yang membawa mu hingga kau masuk ke dalam kamar ini, namun sumpah aku tidak melakukan seperti yang apa yang telah kau tuduhkan."
Saat ini Prince dengan wajah yang tegang mengatakan hal tersebut kepada Laras, dan pandangan Laras terhadapnya tetap saja, pandangan mata yang penuh dengan amarah.
"Siapa yang bisa percaya dengan mu lagi mas?"
Deg
Sungguh saat ini Prince sangat kaget dengan setiap perubahan demi perubahan yang dialami oleh Laras.
Saat ini depan ke dua matanya bukan lagi ada satu wanita lemah lembut yang dengan gampang diperdaya, namun saat ini di depan ke dua matanya ada satu wanita pemberani dengan tatapan matanya yang tajam.
"Laras, dengarkan, meskipun sampai aku menginginkan hal itu, aku tidak akan pernah melakukannya tanpa seizin mu!"
Dan seketika itu juga Laras tertawa dengan sinis.
"Siapa yang percaya dengan perkataan mu lagi mas? aku tidak akan pernah diperdaya untuk yang ke dua kalinya lagi."
"Laras, ada apa dengan mu?mengapa kau sangat berubah sekali?"
"Mas Prince yang membuat aku menjadi seperti ini, segala sesuatu hal telah mas Prince lakukan terhadap Laras yang pada akhirnya membuat Laras jadi seperti ini!"
Dan saat Laras mengatakan hal tersebut dengan lantang, satu hal yang Laras tahan sejak tadi, adalah air matanya agar tidak mengalir di depan Prince.
Dan kata - kata yang Prince dengarkan dari mulut Laras sesuai dengan prediksi dari Andre dan semua hal yang telah Andre katakan kepadanya.