MY PRINCE

MY PRINCE
LARAS SADAR



Namun naluri laki - lakinya ternyata sangat besar apalagi ketika Laras memberikan respon saat Prince menyentuh bagian demi bagian sensitif Laras untuk di bersihkan..


"Maafkan aku Laras, maafkan aku yang malam ini akan kalah dengan naluri ku sendiri."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince melepaskan semua pakaiannya dan mulai mencumbu Laras di dalam bathtub..


Laras yang saat itu merasakan sentuhan demi sentuhan maut namun tidak bisa sadar sepenuhnya, hanya pasrah menerima semua hal yang Prince lakukan terhadapnya di bathtub


Malam ini Prince seperti laki -laki yang lapar akan hal ini, suara indah Laras yang terus terdengar berkali - kali membuatnya nafsunya semakin besar untuk menyentuh dan terus menyentuh Laras.


"Laras, aku merindukan hal ini sayang, aku sangat merindukanmu."


Di akhir permainan panjangnya Prince melakukan penyatuan dan membiarkan cairan cintanya mengalir dengan sempurna masuk ke dalam rahim Laras.


"Aku harus segera memberikan pakaian kepada mu sayang, agar kau tidak curiga atas apa yang telah aku lakukan kepada mu."


Selesai mengatakan hal tersebut Prince langsung mengangkat Laras kelua dari dalam bathtub.


Dengan cepat Prince mengeringkan tubuh Laras, dan memberikan Laras baju tidur.


"Selamat tidur sayang, terima kasih atas malam ini, terima kasih karena malam ini kau kembali melayani suami mu yang tidak tau diri ini.


"


Di dalam selimut yang sama Prince memeluk Laras yang saat ini masih tertidur, di dalam pelukan malam Prince pada akhirnya memejamkan ke dua matanya.


Hari ini terlalu lelah untuk setiap hal yang sudah terjadi.


Malam ini meskipun Prince masih dalam keadaan sakit dan dalam pengawasan dokter, namun malam hari ini Prince kembali bersemangat karena mendapatkan sesuatu hal yang sudah sangat lama dia rindukan.


Malam ini ke dua insan tertidur dengan sangat nyenyak tanpa pernah sadar akan ada apa saja ke depannya.


"Dimana aku?"


Keesokan harinya Laras yang pada akhirnya bisa membuka ke dua mata, sangat terheran karena dirinya bangun bukan di dalam kamarnya.


"


Laras mengatakan hal tersebut sambil duduk di tempat tidur.


"Ini bukan tempat yang asing buat ku."


Ketika kedua matanya sudah bisa memandang dengan sempurna, di saat inilah dirinya sangat yakin jika saat ini kamar ini bukan kamar yang asing untuknya.


"Tidak , tidak mungkin ini pasti hanya mimpi saja."


Laras mengatakan hal tersebut sambil memukul pelan kepalanya dan juga menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Tidak mungkin aku berada di dalam kamar mas Prince, tidak mungkin aku berada di dalam kamar pribadi mas Prince, aku masih berada di Jepang, ya aku masih berada di Jepang."


Deg


Seketika itu juga Laras mulai teringat apa yang sudah terjadi dengan dirinya.


"Tunggu, ini bukan mimpi, ini betul - betul kamar pribadi mas Prince yang biasanya itu.


"


seketika itu juga ke dua tangan dan kaki Laras sangat lemas.


"Mas, permainan apa lagi yang telah kau lakukan terhadap ku!"


Kedua mata Laras memerah marah dan dirinya langsung bersiap -siap bangkit dari tempat tidurnya untuk meminta penjelasan dari Prince..


"Kepala ku berputar - putar."


Kepala Laras berputar - putar saat dirinya mencoba untuk berdiri dan karena hal itu pada akhirnya Laras kembali duduk di tempat tidur..


"Lihat saja mas aku akan bertanya banyak hal kepada mu."