
Dan detik itu juga Laras bergetar hebat.
Prince yang pada akhirnya mengetahui kelemahan sang istri kembali melakukan ciuman demi ciuman tersebut ke punggungnya.
"Mmmas apa mas tidak untuk mandi terlebih dahulu mas, ini sudah hampir malam."
"Ya aku akan mandi, namun kau ikut bersama ku ke dalam sana."
Prince menunjukkan kamar mandi dan meminta Laras untuk ikut masuk ke dalamnya.
"Tapi mas, Laras belum pernah, belum pernah mandi bersama."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya.
"Tenang saja, aku akan menunjukkan semuanya kepada mu."
Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali mencium punggung Laras, hal tersebut yang pada akhirnya sukses membuat Laras bergetar hebat.
Sadar akan istrinya yang mulai untuk meminta kembali untuk di sentuh, Prince sama sekali tidak menyiakan kesempatan ini.
Dengan langkah cepat Prince kembali melakukan aksinya dengan memberikan sentuhan demi sentuhan kepada tubuh Laras dan menggiringnya hingga masuk ke dalam kamar mandi
Di dalam kamar mandi Prince melepaskan semua pakaian Laras, dan Laras yang pada malam ini takluk kepada Prince memilih untuk pasrah
Di dalam bathtub kamar mandi Prince melakukan penyatuannya berulang - ulang kepada Laras.
Sekali lagi Prince mendapatkan kepuasan dan kali ini Laras juga mendapatkan hak yang sama sebagai seorang istri.
"Biarkan aku menggosok punggung mu sayang."
Di bawah guyuran air dingin Prince mengatakan hal tersebut kepada Laras.
Hal yang begitu nikmat Laras rasakan atas setiap yang Prince lakukan dan itu membuatnya sejenak melupakan pertemuannya dengan James, ya pertemuan dengan penjual obat - obat terlarang sekaligus seorang pengusaha besar..
"Ayo, kita keluar, kita bisa kedinginan ketika terus berada di dalam kamar mandi ini."
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengajak Laras untuk keluar dari dalam kamar mandi.
Prince yang mengetahui saat ini sang istri masih menginginkan lebih kembali menyentuh area - area sensitif sang istri, lalu tiba - tiba melepaskannya.
"Mmmas, kenapa mas?"
Laras yang sudah berada di langit paling tinggi tiba - tiba kembali tersadar ketika Prince menghentikan sentuhannya.
"Kau mau lagi?"
Dengan nakal Prince menggoda sang istri."
Dan Laras langsung menganggukkan kepalanya, rasa malu tiba - tiba saja telah hilang dari diri Laras, saat ini dirinya begitu menginginkan lebih dari suaminya sendiri.
"Baiklah sayang, aku akan melakukannya untuk mu, malam ini aku akan membuat mu senang."
Setelah mengatakan hal tersebut Prince membaringkan Laras di atas tempat tidur dan kembali melakukan sentuhan demi sentuhan maut yang membuat Laras kembali terbang ke langit paling tinggi.
Prince kembali melakukan penyatuan demi penyatuan dan itu terus berlangsung sampai pada akhirnya ke duanya lelah dan terlelap dalam tidur panjang mereka.
Kamar yang penuh dengan nafsu, ya nafsu yang menjadi sah ketika di lakukan oleh sepasang suami istri yang saat ini sedang mencoba untuk memuaskan hasrat masing - masing.
Sementara itu di salah satu kamar dan di tempat yang lainnya, ada satu laki - laki sedang duduk menatap ke arah jendela sesekali memandang ke arah kaca dan juga foto yang berada di dalam genggaman tangannya.
"Ini sangat menarik, ya menarik sekali, aku suka dengan permainan ini, sangat suka."