
Deg
Hati Prince kembali tersentak dengan semua pengakuan yang diberikan Andre kepada Prince.
"Dan jujur dari pemikiran ku, ya aku ingin memiliki Laras, karena kau sangat yakin wanita tidak akan bahagia jika terus bersama dengan mu!"
Kedua tangan Prince mengepal dengan kencang saat dirinya mendapatkan banyak pengakuan dari Andre.
"Namun meskipun pada saat itu aku sangat menginginkan Laras, aku berani bersumpah bahwa aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya meskipun saat itu dia tinggal di rumah ku."
"Kau tau cinta Laras yang begitu besar terhadap mu, membuatnya tetap menjadi wanita terhebat dengan tetap menjaga kehormatannya, ya meskipun laki - laki yang dia pertahankan adalah laki - laki yang salah."
Deg
Prince langsung memandang tajam ke arah Andre saat Andre mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Saat Laras pada akhirnya memilih kembali kepada mu, karena saat itu dia mengandung anak mu, saat itu memang aku ingin kembali merebut Laras dari tangan mu, dengan memberitahukan kabar bohong kepada ibu mu bahwa anak yang saat itu bukan lah anak mu."
"Jadi semua ini adalah salah ku, secara tidak langsung aku turut andil di dalam perpisahan kalian."
"Apa yang pada akhirnya membuat ku mundur? karena kau tau di dalam hati dan pikiran Laras hanya kau Prince!"
Deg
Hati Prince bergetar hebat saat dirinya mendengarkan hal itu dari Andre.
"Meskipun aku sangat menyayangkan rasa cinta Laras kepada mu yang begitu besar."
"Namun kini aku mengerti mengapa ikatan Laras kepada mu begitu kuat? ya karena kalian adalah sepasang suami istri yang sudah di persatukan Tuhan."
"Jika saat ini kau pikir aku dan Laras masih menjalin hubungan? jawabannya ya kami masih menjalani hubungan baik, karena saat ini aku menganggap Laras adalah saudara perempuan ku."
Deg
Untuk yang kesekian kalinya Prince memandang tajam ke arah Andre.
"Satu hal yang pada akhirnya membuat aku kembali menyakinkan Lidia, semua itu karena aku melihat cinta Laras yang sangat tulus kepada mu."
"Pengorbanan demi pengorbanan yang dia lakukan terhadap mu, patut untuk kau perjuangkan dia kembali Prince."
Cukup lama Prince terdiam, terdiam karena saat ini hati dan pikirannya sedang tidak menyatu, ya semuanya saat ini sedang bertolak belakang.
"Dimana Laras saat ini Dre?x
Dan pada akhirnya Prince menyingkirkan semua egonya dan memberanikan diri untuk bertanya dimana keberadaan Laras.
"Jika saat ini aku ingin mengetahui keberadaan Laras, pergilah ke ujung jalan ini, kau akan menemukan tempat hiburan malam."
Deg
Sungguh hati Prince kembali tersentak ketika mendengarkan hal ini.
"Laras ada di lantai dua, hampir setiap hari dia selalu menghabiskan malam di tempat itu."
"Pesan ku hanya satu kepada mu Prince, saat engkau nanti melihat keadaannya, saat engkau tiba - tiba merasa jijik dengan apa yang dia lakukan."
"Di saat yang bersamaan kau juga harus melihat diri mu sendiri, karena apa yang terjadi dengan istri kita saat ini itu semua adalah ulah kita."
"Sebagai seorang suami kita adalah orang yang patut untuk di salahkan pertama kali, karena apa yang terjadi dengan istri kita, cermin bagaimana perlakuan kita selama ini terhadapnya."