
Deg
Laras yang mendapatkan pertanyaan tersebut langsung terdiam
"Iya aku khawatir akan semuanya Dre, khawatir akan apa yang akan terjadi nantinya, khawatir akan apa yang dilakukan oleh mas Prince dengan keputusan ku yang sangat berani ini, khawatir akan.."
"Sssst, sudah aku tidak mau lagi mendengarkan ke khawatiran mu lagi Laras, apakah aku harus mengatakan berulang - ulang kepada mu ?"
Andre mengatakan hal tersebut dengan sedikit emosi kepada Laras yang sampai saat ini masih di liputi perasaan khawatir.
"Maafkan aku Dre, untuk pertama kalinya aku harus melibatkan orang lain di dalam permasalahan ku kali ini."
"Semua tidak akan ada yang kebetulan Laras, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya."
Andre mengatakan hal tersebut dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Aku pergi dulu, kau istirahat lah di sini, percaya semua akan baik - baik saja."
Laras yang melihat Andre berdiri langsung ikut berdiri dari tempat duduknya.
"Hati - hati Dre, hati - hati."
Andre hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ke parkiran mobil.
"Semoga semuanya baik - baik saja."
Laras mengatakan hal tersebut lalu berjalan menuju ke dalam kamarnya kembali.
Hari ini Laras akan lebih banyak beristirahat untuk memikirkan permasalahanya lebih lanjut.
"Dan kau akan tetap membiarkan semua ini berlalu begitu saja Prince?"
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut di meja makan saat sedang sarapan bersama dengan Prince.
"Mama tau kau sama sekali tidak mencintai Laras, dan mama tidak akan pernah menuntut mu untuk mencintai wanita itu, satu hal yang harus kau pikirkan adalah bagaimana nasib orang - orang jika bisnis kita bangkrut? saat ini perusahaan farmasi yang kita miliki terus menurun, tidak ada yang pernah sadar akan hal ini, semua orang mungkin menganggap kita masih memiliki segalanya, namun mereka tidak pernah mengetahui jika dengan perlahan harta kita sedang terancam."
"Pikirkan orang - orang kecil yang menggantungkan nasibnya kepada gaji bulanan yang kita berikan Prince."
Pikirkan mereka - mereka yang memiliki keluarga, pikirkan semua usaha mu di Korea yang akan bisa lenyap di dalam waktu yang bersamaan jika sampai kau tidak mau mengikuti apa yang telah mama katakan kepada mu."
"Semua ada di dalam keputusan mu Prince, satu yang kau harus kau ingat, jangan sampai penyesalan datang terakhir setelah semuanya terjadi."
"Terkadang rasa sesal yang datang terakhir itu lebih sakit daripada usaha yang kita lakukan tanpa rasa sesal itu harus ada."
"Sudah cukup mama berbicara banyak hal lagi kepada mu, mama sudah tua, mama hanya ingin masa tua mama tidak hidup dalam keadaan susah, kau saat ini hanya memiliki mama, jika kau masih ingin mama hidup dengan sehat maka kau tau apa yang harus kau lakukan."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Mama akan pulang, mama berharap kau bisa merenungi setiap kata - kata yang telah mama sampaikan tadi."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Saraswati langsung berjalan keluar dari kediaman rumah Prince.
Saat ini tinggal Prince yang masih duduk di kursinya, ke dua tangannya mengepal dan ke dua matanya memerah.
"Arrrh, Andre apa sebenarnya sedang kau rencanakan? kenapa tiba - tiba saja kau tidak membawa pulang kembali wanita gendut itu ke rumah!"