MY PRINCE

MY PRINCE
MASAKAN PENUH CINTA



"Dan Laras sekarang sudah berada disini."


"Iya mbak, mas Prince begitu kehilangan mbak Laras sewaktu mbak Laras tidak ada."


"Kehilangan?"


Dengan cepat bi Ijah menganggukkan kepalanya.


"Iya mbak, mas Prince sering menghabiskan malam - malamnya dengan minuman keras."


Deg


Dan untuk pertama kalinya Laras kembali teringat akan kebiasaan Prince yang sampai saat ini belum hilang.


"Alkohol bi?"


"Iya mbak Laras, hampir setiap hari mas Prince minum banyak dan itu terus berlangsung."


Deg


Seketika itu juga hati Laras seperti di hantam oleh sebuah batu besar, saat ini dirinya menjadi sadar bahwa apa yang di lakukan olehnya itu salah.


Ya selama ini dirinya hanya memikirkan dirinya sendiri, hatinya sendiri, dan semuanya tentang dirinya sendiri.


*Mas, maafkan Laras yah, seharusnya Laras yang menemani mas Prince berjuang untuk keluar dari hal - hal seperti ini.


Namun apa yang terjadi? Laras malah membuat mas Prince menjadi lebih parah, maafkan Laras yang hanya memikirkan tentang hati Laras sendiri.


Mungkin Laras belum terbiasa mas, karena sejak dulu Laras selalu sendiri*.


Laras mengatakan hal tersebut di dalam hati.


Terbersit rasa penyesalan yang sangat terdalam dari apa yang telah dirinya lakukan.


Selama ini mungkin dirinya berpikir bahwa dirinya yang paling menderita, namun dirinya tidak berpikir dari sudut pandang Prince.


"Mbak, mbak Laras, ayo mbak kita masak.*


Deg


"Bi untuk kali ini, biarkan Laras yang memasaknya, ya biarkan Laras yang memasak semuanya dari awal sampai akhir."


Laras mengatakan hal tersebut kepada bi Ijah karena Laras ingin memberikan yang terbaik untuk Prince.


"Ah baik lah mbak Laras, bibi akan membersihkan hal yang lainnya."


Dengan segera Laras langsung menganggukkan kepalanya, dengan cekatan Laras langsung memegang pisau dapur dan perlengkapan lain untuk memulai masak.


Sudah tidak diragukan lagi keahlian Laras di dalam hal yang satu ini, sejak remaja Laras terbiasa hidup mandiri, dan karena hal inilah yang membuat Laras banyak menguasai resep masakan.


"Sempurna, semua selesai dengan tepat waktu, Laras tersenyum bangga terhadap dirinya sendiri yang hari ini berhasil menyelesaikan semua masakannya dengan sangat baik."


"Baiklah aku akan membawa semua makanan ini di dalam kamar, makan di meja di balkon sepertinya menarik."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras segera menata semuanya di dalam troli dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Mas, maafkan Laras jika hal ini membuat mas Prince menunggu."


Laras masuk ke dalam kamar sambil mengatakan hal tersebut kepada Prince yang sampai saat ini masih asyik dengan pekerjaannya.


"Harum sekali bau masakan ini sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium pipi Laras.


"Iya mas, ini ada ayam kecap, udang balado, sayur brokoli dan wortel, lalu ada buah juga, apakah ini sudah cukup mas Prince?"


Laras menyebutkan semua masakan yang telah di buat, ya masakan yang rupanya menjadi makanan favorit dari Prince.


"Cukup, sangat cukup, hari ini kau memasak semua makanan kesukaan ku sayang, terima kasih ya.*


Dan Prince mengatakan hal tersebut sambil kembali mencium kening Laras, sungguh saat ini Laras begitu bahagia mendapatkan kasih sayang yang sangat luar biasa.


"Ayo mas, kita makan di balkon, malam ini udaranya cerah."