
Prince yang mengetahui jika Laras hendak pergi langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti perjalanan Laras berikutnya.
Dan Laras yang sejak tadi sadar bahwa sedang diikuti langsung menoleh kebelakang
"Bisakah kau tidak mengikuti aku?"
Dengan lantang Laras mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Tidak bisa, aku akan tetap mengikuti mu!"
Prince dengan yakin mengatakan hal tersebut kepada Laras.
Laras ingin sekali membalas apa yang telah dikatakan oleh Prince, namun karena saat ini dirinya sedang di buru - buru oleh waktu, pada akhirnya Laras kembali melangkahkan kaki dengan sangat kencang, tanpa memperdulikan lagi jika saat ini Prince masih ada belakangnya.
Dan tak butuh waktu lama pada akhirnya Laras sampai di salah satu tempat hiburan malam yang sangat megah, tanpa melihat Prince yang masih mengikuti dari belakang, Laras langsung saja masuk ke dalam tempat hiburan malam tersebut.
"Sebentarnya apa saja yang kerjakan di tempat seperti ini Laras?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan kepalanya ke atas dan melihat bangunan-bangunan tersebut yang menjulang tinggi.
Tanpa mau berlama - lama lagi Prince segera masuk ke dalam tempat hiburan malam dan duduk di meja paling depan dengan memesan segelas alkohol.
Prince tiba - tiba tersedak ketika melihat Laras keluar dari ruang ganti dengan baju yang sangat seksi..
Bentuk tubuhnya yang indah kini bisa menjadi pandangan semua mata laki - laki di tempat ini.
"Apa maksud mu Laras, mengapa kau menggunakan pakaian seperti itu?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
Sejenak kemudian tiba - tiba saja Prince melihat Laras menemani salah satu tamu, ya pada akhirnya Prince mengetahui apa pekerjaan istrinya di tempat ini.
"Jadi ini semua adalah pekerjaan mu sayang!
"
Saat ini pandangan mata Prince tertuju dengan sangat tajam kepada salah satu tamu yang berusaha untuk memeluk istrinya saat Laras hendak menuangkan minuman beralkohol.
Dan Prince langsung naik darah ketika sang tamu pada akhirnya berhasil mencium Laras yang saat itu sudah tidak bisa melawan lagi.
"Tidak bisa aku biarkan!"
Prince mengatakan hal tersebut dengan mengepalkan kedua tangannya dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
Dengan langkah cepat Prince menghampiri laki - laki tersebut, dan menarik kerah bajunya.
"Kau tidak boleh menyentuh wanita ini, karena wanita ini adalah istri ku."
Prince mengatakan hal tersebut dalam bahasa Jepang yang di mengerti orang - orang yang ada di dalam tempat hiburan malam tersebut..
Dengan cepat tangan Prince melayangkan tinjunya ke arah wajah sang laki - laki tersebut.
Dengan kasar Prince menghajar laki - laki tersebut dan apa yang telah di lakukan oleh Prince menimbulkan kegaduhan di dalam tempat hiburan malam tersebut.
Beberapa aparat datang dan langsung melerai semuanya dengan cepat.
"Mas, mas, tidak perlu melakukan hal ini, apakah mas sadar akan berurusan dengan aparat mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil memeluk Prince untuk membuat Prince lebih tenang.
"Apapun akan aku lakukan Laras, ya apapun akan aku lakukan jika itu menyangkut harga diri mu, karena sudah menjadi tugas seorang suami untuk bisa menjaga martabat dari sang istri."
Deg
Kata - kata Prince yang semakin menjauh kini kembali menancap di hati Laras yang paling dalam, dan di saat bersamaan Laras melihat Prince dan dirinya di pisahkan oleh aparat.