
Ini, jumlah dan harganya sama dengan jumlah uang yang aku terima."
Laki - laki tersebut memberikan Laras satu plastik kecil hitam yang berisikan barang tersebut.
"Terima kasih."
Laras mengatakan hal tersebut sambil memasukkan plastik hitam tersebut kedalam tasnya.
"Laras, kau adalah pelanggan baru ku, dan aku berharap kau bisa mengetahui tata cara kerjasama kita ini dengan baik, karena jika sampai aku tertangkap maka aku takan segan - segan untuk mengakui kepada aparat siapa saja klient ku."
"Aku mengerti James, aku juga bukan pemain baru di dalam dunia ini, jadi aku sangat tau betul peraturannya."
"Bagus jika kau mengerti."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan kamar James.
Maafkan Laras mas, sebagian uang bulanan yang mas berikan untuk Laras, terpaksa harus Laras pakai untuk membelai barang haram ini, Laras tau ini salah mas, namun sampai saat ini Laras belum mengerti dan mengetahui bagaimana cara Laras untuk bisa lepas akan hal ini.
Saat Laras berjalan menuju ke menuju kembali ke parkiran mobil, Laras mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
"Ah agar mas Prince tidak curiga lebih baik aku membeli ini saja."
Laras mengatakan hal tersebut sambil berhenti di salah satu outlet jam tangan mewah di dalam pusat perbelanjaan, dengan cepat Laras masuk ke dalam toko tersebut dan asal menunjuk satu barang untuk dia jadikan alasan kepada Prince.
"Sudah cukup, ya ini sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa hari ini aku sudah membelanjakan uangnya, aku yakin mas Prince tidak akan menghitung jumlah uang yang telah berkurang di dalamnya"
"Jalan pak, kita pulang saja ke rumah, sebentar lagi bapak pulang."
"Baik mbak Laras."
Mobil pribadi pun melaju dengan kecepatan sedang dan sepanjang perjalanan pandangan mata Laras kosong, saat ini Laras hanya bisa menatap jalanan dari balik kaca mobil.
Sesampainya mobil di halaman depan rumah Prince, Laras segera berlari masuk ke dalam kamar membawa semua barang belanjaannya.
"Aku harus segera memakainya, ya aku harus segera memakainya sebelum mas Prince kembali ke rumah."
Di depan meja rias, Laras mengatakan hal tersebut sambil membongkar barang yang ada di dalam plastik tersebut.
Dengan cepat Laras menyuntik tangannya dan membiarkan obat terlarang tersebut kembali masuk ke dalam tubuhnya.
Sungguh saat ini perasaan Laras seperti terbang ke langit paling tinggi, rasa nyaman, rasa bahagia begitu Laras bisa rasakan dengan barang haram yang telah masuk ke dalam tubuhnya.
"Mas, aku salah, aku tidak tau apa yang akan kau lakukan jika sampai kau mengetahui bahwa aku akan seseorang pencandu obat - obat terlarang, mungkin kau akan membunuh ku!"
Laras mengatakan hal tersebut dengan tersenyum sinis kepada dirinya sendiri, saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan kembali kecuali hanya terus menutupi segala hal bodoh yang telah dia lakukan.
Dirinya yang tidak mampu untuk melawan segala sesuatu hal jahat yang sudah tertanam di dalam kehidupannya.
"Aku harus cepat - cepat membereskan ini, meskipun saat ini mas Prince sudah berjanji tidak akan masuk ke dalam kamar, namun aku tidak boleh meninggalkan jejak apapun di tempat ini."