MY PRINCE

MY PRINCE
TUDUHAN PRINCE



Laras menyapa laki - laki yang saat ini masih begitu dia cinta, sore ini Prince menggunakan kemeja dan celana jeans warna biru, badannya yang tinggi tegap, serta kulitnya yang putih membuat dirinya semakin menawan.


Ingin Laras memeluk laki - laki yang sampai saat ini masih sah menjadi suaminya, Laras ingin memeluk dan mengatakan bahwa betapa dirinya sangat merindukannya.


"Duduklah Laras."


"Ah iya mas Prince."


Lidah Laras begitu kelu saat dia mengucapkan hal tersebut di hadapan Prince, entah mengapa rasanya begitu asing.


"Apa yang akan kau bicarakan kepada ku Laras?"


Dengan dingin Prince mengatakan hal tersebut kepada Laras.


Laras bisa merasakan hati Prince yang begitu dingin Kepadanya lewat setiap ucapannya.


"Ma Prince, aku mohon berhentilah menabuh genderang perang dengan Andre, mau sampai kapan mas? aku sudah melihat berita hari ini mas, dan aku sangat yakin mas Prince adalah pelakunya."


Laras mengatakan hal tersebut dengan nada memohon kepada Prince, namun Prince hanya tersenyum sinis dengan semua hal yang telah di sampaikan oleh Laras.


"Jadi kau sudah membaca berita gosip pada hari ini? bagus jika ternyata kau juga sudah membacanya.*


Prince kembali mengatakan hal tersebut kepada Laras.


"Mas apakah mas Prince tidak bisa menghentikan ini semua?"


"Tidak bisa dan tidak akan pernah aku hentikan Laras."


Dengan cepat Prince menggelengkan kepalanya dan mengatakan hal tersebut kepada Laras.


"Kenapa mas? apakah mas tidak merasa lelah dengan semua hal yang saa ini mas lakukan?"


Dan dengan cepat Prince langsung menggelengkan kepalanya.


"Laras, Laras kau itu bodoh atau kau tidak mengerti? semua yang terjadi ini karena siapa? semua yang terjadi ini karena kau Laras."


Deg


"Iya mas, semua ini adalah salahku, itu sebabnya aku datang langsung ke mas Prince untuk meminta menghentikan hal ini, apa yang mas Prince dan ibu Saraswati mau akan aku turuti, yaitu pengembalian harta warisan bukan?"


Deg


Prince langsung mengernyitkan dahi ketika Laras mengatakan hal tersebut.


"Apakah segampang itu kau melepaskan harta warisan mu Laras dan semua hanya karena kau ingin menyelamatkan laki - laki yang bukan suami mu sendiri?"


Entah mendapatkan pemikiran darimana, namun Prince tiba - tiba bisa mengucapkan ini dengan sangat lancar.


"Aku tidak membutuhkan harta itu mas, untuk apa semua hal itu jika pada nantinya bisa menyakiti banyak orang, aku lebih baik kehilangan harta daripada kehilangan orang - orang yang berarti di dalam kehidupan ku."


Deg


Entah mengapa hati Prince begitu sakit mendengarkan pengakuan Laras.


"Jadi dokter Andre itu adalah orang yang berarti untuk mu? sampai - sampai kau bisa melepaskan semuanya dengan gampang, apa saja yang telah kalian lakukan berdua selama tinggal satu atap? apakah kalian sudah melakukan hubungan badan, apakah dia memuaskan hasrat mu ? apakah dia menjadi laki - laki yang baik?"


"Cukup mas, cukup mas Prince!


"


Laras mengatakan hal tersebut dengan setengah berteriak, ruangan VVIP yang kedap suara membuatnya bebas melakukan hal itu.


"Mas, pendek sekali pemikiran mu mas, menuduh aku seperti ini!*


Prince langsung tersenyum sinis ketika Laras mengatakan hal tersebut.


"Aku tidak menuduh mu, namun semua laki - laki akan memiliki asumsi ini, jika istri sah lebih memilih untuk tinggal berdua dengan laki - laki lain."