MY PRINCE

MY PRINCE
MELAKUKAN HAL ITU



Ya sama pernah ada di dalam masa - masa kehilangan orang - orang yang kita cintai."


"Mungkin perjalanan ku dengan perjalanan mas Prince berbeda, namun apa yang kita rasakan itu sama mas, itu sebabnya Laras betul - betul bisa mengerti apa yang mas Prince rasakan saat ini."


"Mas setiap orang pasti pernah mengalami rasa kehilangan, namun menjadi keputusan kita apakah memilih untuk larut atau bangkit."


"Dan sepertinya aku masih berada di dalam fase ini."


Seketika itu juga Prince mengatakan hal tersebut di hadapan Laras, entah mendapatkan kekuatan darimana karena tiba - tiba saja Prince bisa menjadi dirinya sendiri dan jujur di hadapan Laras.


"Sabar mas, semua itu memang tidak instan, mas tidak harus memaksa diri mas untuk pulih saat ini juga, karena nanti mas sendiri yang akan menderita."


"Ya kau benar, terima kasih karena malam ini kau kau mendengarkan aku."


Deg


Jantung Laras kembali berdegup dengan kencang saat Prince kembali mengucapkan kata terima kasih.


"Ada apa Laras?"


Prince mengatakan hal tersebut sambil memperhatikan kedua tangan Laras yang memegang badannya.


"Anu mas, ini dingin."


Dan pada akhirnya Laras memberanikan diri untuk mengatakan hal tersebut kepada Prince, karena sudah sejak tadi Laras tidak kuat lagi untuk menahannya.


"Ah ya, kau benar sudah larut malam, ayo kita masuk ke dalam."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince masuk ke dalam kamarnya, dan tak lupa mengandeng tangan Laras, untuk kesekian kalinya Laras hanya bisa menatap suami tampannya tersebut tanpa kata.


"Kemarilah."


Deg


Tiba - tiba saja Prince menarik Laras dan memeluknya dari belakang.


"Mas, mas Prince ada apa?"


Sungguh saat ini ke dua tangan Laras berkeringat dingin ketika merasakan sentuhan dari Prince.


Dengan jelas Laras bisa merasakan hembusan nafas berat dari suaminya tersebut dan dengan cepat Prince terus memeluk Laras dengan erat.


Prince mengatakan hal tersebut sambil menenggelamkan wajahnya ke dalam tengkuk Laras.


"Ya mas, Laras izinkan."


Laras yang pada akhirnya tidak bisa berkata - kata apapun lagi membiarkan Prince malam ini memeluknya dari belakang.


Kesunyian sungguh dengan cepat sangat terasa, saat ini Prince terus memejamkan ke dua matanya sambil memeluk Laras.


"Mas apakah kau baik - baik saja."


Dan dengan cepat Prince langsung membalikan badan Laras, kini kedua mata Laras bertemu dengan Prince.


"Kau begitu hangat, ya hati mu begitu hangat."


Hal tersebut yang Prince katakan kepada Laras sambil memegang dagunya.


"Mmmas, apa yang mas akan lakukan?"


"Aku adalah suami mu, tak bisakah aku mendapatkan hak ku pada malam hari ini?"


Prince mengatakan hal tersebut dengan cara membisikkan ke telinga Laras.


Dan seketika itu juga ke dua tangan Laras semakin berkeringat dingin.


"Mas, aku, aku."


Tidak ada yang bisa Laras katakan lagi kecuali terdiam dan Prince langsung membawa tubuh Laras ke dalam pelukannya.


"Jika memang kau belum siap aku tidak akan pernah memaksa mu untuk melakukan hal itu."


Prince mengatakan hal tersebut sambil terus membawa Laras kedalam pelukannya.


"Aku malu mas, sungguh aku malu."


"Malu? untuk apa kau harus malu dengan suami mu sendiri?"


"Malu karena tubuh ku bukanlah tubuh yang ideal untuk mas lihat."


Laras mengatakan hal tersebut dengan suara yang sangat kecil, dan tetap tenang berada di dalam pelukan Prince.