MY PRINCE

MY PRINCE
PERMAINAN BARU



Prince mengatakan hal tersebut sambil memeluk pinggang Jesika dengan mesra.


"Kau cinta kepada ku Prince?"


"Sangat sayang."


"Jika kau mencintaiku, apakah kau bisa berjanji untuk tetap tidak menyentuh wanita gendut itu."


"Sayang, mengertilah, aku tidak akan bisa menepati janjiku yang ini dalam waktu dekat."


"Ya, ya untuk sementara aku harus membagi laki - laki yang aku cintai dengan perempuan lain, perempuan yang sebenarnya tidak layak untuk mendapatkan kehangatannya."


"Aku berjanji jika hati ku hanya untuk mu Jes."


"Katakan kepada ku satu hal Prince?"


"Ya apa lagi yang perlu aku katakan kepadamu Jes?"


"Apa yang kau rasakan saat kau mencumbu wanita gendut dan jelek itu?"


"Yang aku tau kau sangat suka dengan wanita bertubuh indah yang telanjang di hadapan mu, lalu apa yang ada di dalam pikiran mu saat melihat wanita gendut itu telanjang?"


Sungguh pertanyaan Jesika kali ini membuat Prince tertawa terbahak-bahak.


"Aku tidak menyangka jika kau bisa bertanya sejauh ini, apakah kau ingin mengetahui kejujuran nya dari ku?"


"Ya Prince aku ingin kau jujur."


"Aku menderita Jes."


"Menderita?, apa yang membuat mu menderita? kata orang laki - laki bisa melalukan hal itu meskipun tanpa cinta."


"Dan aku tidak Jes, bagiku penampilan di atas tempat tidur juga sangat penting, karena hal itu adalah salah satu yang bisa memanjakan ke dua mataku saat telah lelah bekerja."


"Saat aku menyentuhnya, aku membayangkan jika kau yang sedang aku sentuh."


Dengan cepat Prince langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku membayangkan sedang memeluk erat tubuh mu yang indah, aku membayangkan jika wanita yang aku cium dan aku sentuh adalah diri mu, aku membayangkan semua hal tersebut, dan berusaha untuk menutup ke dua mata dengan bayangan tubuh mu, bayangan apapun dari mu, dan ini sangat membuat ku menderita Jes."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium tengkuk Jesika.


"Aku bisa membayangkan apa yang saat itu terjadi dengan mu Prince, pasti itu akan sangat menderita sekali, ketika kita di paksa untuk melakukan hal itu, namun kita sama sekali tidak menghendakinya."


"Ya sayang aku benar sekali, jadi sekarang apakah aku boleh untuk menyentuh dan memakan mu, semalam aku membayangkan mu begitu kuat."


"Ini masih pagi Prince."


"Namun aku sangat menginginkan hal itu Jes."


Dan Jesika kini menatap wajah Prince dengan sangat tajam.


"Baiklah lakukan apa yang akan kau lakukan, aku memberikan mu izin Prince."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince memeluk erat tubuh Jesika, dan menciuminya dengan brutal.


Prince seperti laki - laki yang sangat lapar dan haus yang saat ini sedang berusaha untuk melahap makanan lezat yang ada di depan ke dua matanya.


Dengan cepat Prince melepaskan semua pakaian Jesika dan mencumbunya dengan kuat di ruang tamu.


Jesika yang memang tinggal sendiri membuat Prince lebih mudah di dalam melakukan setiap aksinya.


Prince tidak peduli lagi dengan semua hal yang ada di sekitarnya saat ini, bagi Prince yang terpenting rasa haus dan laparnya bisa terpuaskan dengan sangat.


Waktu yang terus berlalu membuat matahari yang terik dengan perlahan berganti menjadi malam dan saat ini Prince masih asyik dengan Jesika dan enggan untuk kembali ke rumahnya sendiri.


Tidak adanya cinta di rumahnya sendiri membuat Prince rasanya tidak ingin pulang lagi.