MY PRINCE

MY PRINCE
KAMI MUNDUR



Di dalam mobil aparat Laras kini mencoba untuk menghapus air mata yang seakan - akan tidak mau untuk berhenti lagi.


Ya air mata yang pada nantinya akan menjadi teman sehari - harinya di dalam hotel prodeo.


Sementara itu di kantor pada saat rapat direksi, tiba - tiba saja ada satu orang masuk dan membisikkan sesuatu kepada salah satu pemegang saham.


Salah satu pemegang saham mengangguk - anggukkan kepalanya begitu menerima bisikan tersebut.


"Kau boleh pergi."


"Terima kasih pak."


Dan setelah itu salah satu pengawal dari pemegang saham undur diri dari hadapannya.


"Baiklah pak Prince, dan semua pemegang saham di tempat ini, apapun keputusan kalian, namun saya dengan ini memilih untuk tetap mundur dari perusahaan ini."


Deg


Ke dua mata Prince kini terbelalak dengan apa yang telah di katakan oleh salah satu pemegang saham terbesar tersebut.


"Pak, namun saya baru saja memberikan rencana kerja yang bagus dan semua orang yang di dalam ruangan ini juga sudah setuju, lantas mengapa anda tiba - tiba saja mengundurkan diri?"


Prince yang semenjak tadi belum sadar akan apa yang telah terjadi kembali mengatakan hal itu.


"Ya anda benar pak Prince, semua presentasi yang anda lakukan adalah presentasi kerja yang sangat mengagumkan."


"Namun maafkan saya, bagi saya integritas dan baik itu sangat penting, itu sebabnya saya juga menginginkan berada di dalam kepemimpinan perusahaan yang sehat serta CEO yang memiliki latar belakang yang baik."


Sungguh saat ini Prince masih tidak mengerti atas apa yang telah di ucapkan olehnya.


"Apa maksud anda pak?"


"Maafkan aku harus mengatakan hal ini pak, namun saya tidak ingin mendapatkan perusahaan yang CEO nya memiliki istri seorang pencandu obat - obat terlarang."


Sungguh kini semua orang langsung tertuju kepada Prince atas apa yang telah di katakan oleh salah satu pemegang saham di sana.


"Pak, atas dasar apa anda mengatakan hal ini."


Prince yang wajahnya sudah merah padam karena marah, berusaha tetap tenang dan menanyakan dasar dari semua hal yang saat ini telah di tuduhkan kepada dirinya.


"Aku tidak tau apakah hubungan anda dengan istri baik - baik saja, namun pengawal ku baru saja mengatakan jika beberapa aparat kepolisian saat ini sedang membawa istri anda ke kantor polisi untuk di minta keterangan, karena istri anda termasuk pencandu obat - obat terlarang."


"Jadi untuk itulah saya memutuskan mengundurkan diri dan menarik semua saham yang saya miliki di perusahaan ini."


Setelah mengatakan hal tersebut salah satu pemegang saham berdiri dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan ruang rapat begitu saja.


Kini semua orang yang masih berada di ruang rapat kembali memandang tajam ke arah Prince seakan - akan meminta Prince untuk memberikan konfirmasi atas pemberitaan yang membuat salah satu pemegang saham terbesar tersebut mengundurkan diri.


"Maaf pak Prince untuk sementara kami juga tidak akan melanjutkan rapat ini, sampai kami mendapatkan konfirmasi dari bapak mengenai berita tersebut betul atau tidak."


"Kami tau di dalam dunia usaha ada semacam trik kotor untuk melakukan hal ini, itu sebabnya kami butuh konfirmasi dari bapak dengan segala hal yang saat ini sedang terjadi."


Satu per satu meninggalkan ruang rapat dan menyisakan Prince dan juga ibu Saraswati yang kini hanya bisa saling menatap tajam saja.