
Kau tau Dre, mungkin kau bisa merebut semuanya dari ku, dan aku merelakan semua hal itu, namun untuk kali ini aku tidak akan pernah merelakan, aku akan mengambilnya kembali dengan sekuat tenaga yang aku miliki, ya aku berjanji!"
Setelah mengatakan hal tersebut Prince melaju kan mobilnya dalam kecepatan sedang ke arah jalan raya.
Mencoba untuk menerima bahwa keangkuhan bisa menghancurkan segalanya, belajar mengakui perasaannya sendiri, ya perasaan yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan, perasaan yang sangat anti dia aktifkan sampai kapan pun.
Sementara itu di dalam mobil sejak tadi Laras hanya terdiam dan memandang pemandangan kota dari kaca mobil.
"Hei Laras apa yang sedang kau pikirkan? kenapa kau terdiam sejak dari tadi?"
Andre yang melihat Laras terdiam tanpa kata kembali menanyakan hal tersebut.
"Dre apakah ucapan mu tadi tidak keterlaluan terhadap mas Prince?"
Laras mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Prince.
"Laras aku tidak tau apakah bagi mu ucapan demi ucapan itu menyakiti, atau tidak, namun bagi kami kaum laki - laki terkadang ucapan seperti itu harus dikatakan dengan jujur."
"Kenapa harus seperti itu?"
Laras yang masih belum mengerti kembali bertanya.
"Karena terkadang laki - laki yang sudah berada di atas, merasa dia tampan, merasa dia cintai banyak wanita, akan menjadi laki - laki yang angkuh dan memandang rendah wanita yang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan."
"Laki - laki seperti itu biasanya akan banyak menuntut dari pasangannya, tuntutan demi tuntutan yang terkadang mustahil untuk dilakukan kepada pasangannya."
"Hanya ancaman demi ancaman yang akan keluar dari mulutnya jika pasangannya tidak bisa mengikuti, menuruti apa yang dia mau, ancamannya untuk meninggalkan pasangannya."
"
"Kau tau Laras, semua yang ada di dunia ini, tidak selamanya baik, semua yang ada di dalam diri kita itu juga tidak selamanya sempurna, di dalam perjalanan hidup, ada saatnya kita akan berbuat kesalahan, dan di saat seperti itulah apakah orang yang ada di samping kita bisa menerima atau tidak."
"Masih banyak hal lagi yang Prince belum bisa berpikir sampai ke arah ini, meskipun usianya sudah merupakan usia laki - laki dewasa, namun itu semua tidak akan pernah menjalin bahwa apa yang akan dia pikirkan bisa panjang, apa yang dia pikirkan bisa dewasa."
Andre mengatakan semua hal tersebut dengan senyuman, dan Laras memandang dengan sangat takjub jalan pikiran Andre yang luar biasa.
"Kenapa kau memandang ku seperti itu?"
Deg
Kaget akan kesadaran Andre jika dirinya menyadari bahwa sejak tadi Laras memandangnya, Laras segera mengalihkan pandangannya.
"Aku hanya terkejut dengan semua pemikiran mu Dre, kau begitu matang di dalam berpikir."
Dan Andre hanya tersenyum mendapatkan pujian dari Laras.
"Pemikiran yang dewasa itu terkadang tidak didapatkan secara tiba - tiba Laras, ada proses demi proses kenapa pada akhirnya kita bisa berpikir dewasa, berpikir panjang dan proses yang aku alami tidak segampang membalikkan telapak tangan."
"Proses?"
Dan dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya proses kehidupan akan membuat kita menjadi dewasa, karena itulah bersyukur jika proses saat ini sedang bersama dengan mu."