
Dan saat Laras mengatakan hal tersebut dengan lantang, satu hal yang Laras tahan sejak tadi, adalah air matanya agar tidak mengalir di depan Prince.
Dan kata - kata yang Prince dengarkan dari mulut Laras sesuai dengan prediksi dari Andre dan semua hal yang telah Andre katakan kepadanya.
"Laras, sayang dengarkan aku."
"Aku tidak mau mendengarkan mas Prince lagi!"
Laras mengatakan hal tersebut dengan berteriak kencang kepada Prince, dan itu sangat membuat Prince terkejut.
"Laras sejak kapan kau berani berteriak kepada ku?"
"Sejak mas tidak pernah mencari ku, sejak mas tidak pernah memperjuangkan hubungan kita, sejak aku tau..."
Dan tiba - tiba saja Laras tidak jadi untuk melanjutkan kata - katanya.
"Sejak kau tau apa Laras?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil mendekat ke arah Laras..
"Minggir mas Prince, minggir!
"
Laras kembali mengatakan hal tersebut sambil terus menutup tubuhnya dengan selimut putih.
Prince yang berusaha mendekat dan ingin memeluknya, terpaksa harus mengurungkan niatnya.
"Aku mohon mas tinggalkan aku sendiri.
"
Laras mengatakan hal tersebut sambil memalingkan wajahnya dari Prince, saat ini Laras sedang tidak ingin beradu mata dengan Prince laki - laki yang masih ada di dalam hatinya hingga saat ini.
"Laras"
"Aku mohon mas, aku mohon tinggalkan aku sendiri!"
Dengan bersuara pelan Laras terus mengatakan hal tersebut kepada Prince.
Saat ini dengan sekuat tenaga Laras mencoba untuk menahan setiap air matanya yang sejak tadi terus ingin keluar.
Hati Prince sangat tersentak ketika melihat reaksi Laras saat bertemu dengan dirinya.
Ekspetasi yang Prince miliki ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Prince berpikir bahwa dirinya akan kembali bertemu dengan Laras yang dulu, namun saat ini Prince melihat Laras yang sudah sangat jauh berbeda.
"Baiklah jika aku meminta aku untuk meninggalkan mu sendiri, aku akan pergi, ya aku akan pergi, namun satu hal yang harus kau tau, aku tidak akan pernah meninggalkan Jepang sebelum aku berhasil untuk mengajak mu ikut dengan ku kembali."
"Kau bebas menggunakan kamar hotel ini, karena kamar ini masih sampai besok, aku akan pergi dari sini, ya aku akan membiarkan mu sendiri untuk hari ini namun aku tidak akan pernah membiarkan diri mu sendiri dan tidak mau untuk aku bawa pulang!"
Prince mengatakan semua hal tersebut dengan sangat di telinga Laras, tidak ada reaksi apapun dari Laras saat Prince mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Aku pergi."
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Laras, dan sebisa mungkin Laras langsung menepis tangan kekar Prince.
Laras mendengarkan pintu kamar hotel di buka dan derap langkah satu laki - laki yang kini telah keluar dari dalam kamar tersebut.
Seketika itu juga Laras langsung menangis, ya air mata yang sejak tadi dia tahan, pada akhirnya membanjiri seluruh wajahnya.
"Andai kau tau mas, aku sangat membenci mu, namun di saat yang bersamaan aku juga sangat merindukanmu."
"Andai kau tau mas, aku sangat ini menuntut Keluarga mu atas apa yang telah dilakukan oleh ibu Sarawati kepada ibu ku, mas apakah kau tidak pernah berpikir jika aku sudah mengetahui semuanya dengan baik?"
"Apakah kau pernah berpikir apa yang sebenarnya membuat aku ikut ke negara ini mas."