
Ya kau benar, baiklah aku akan bersiap - siap sebentar lagi aku akan ke kantor, hari ini aku akan bertemu dengan klien penting."
"Ya sudah mas, ayo segera bersiap - siap, jangan sampai mengecewakan orang banyak, mas harus datang lebih awal."
"Iya sayang, terima kasih untuk dukungan nya yah."
"Iya mas, ayo aku bantu siapkan kebutuhan mas Prince."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras dan Prince bangkit dari tempat duduknya dan Laras mempersiapkan semua kebutuhan Prince untuk berangkat ke kantor pagi ini, semua kebutuhan Prince di siapkan oleh Laras.
"Mama apa yang sebenarnya mama rencana kan terhadap Laras?*
Begitu sampai di kantor, Prince langsung menuju ke kantor ibu Saraswati.
"Ada apa anak ku sayang?"
"Sekali lagi aku menanyakan apa yang mama rencanakan terhadap Laras?"
Dengan tegas Prince mengatakan hal tersebut kepada ibu Sarawati.
"Tidak ada yang mama rencanakan terhadap Laras."
"Tidak mungkin, tidak mungkin mama tidak merencanakan apapun kepada Laras."
Dengan cepat Prince menganggukkan kepalanya.
"Hei sayang, kenapa seolah - olah kau melupakan semuanya? tujuan awal kita adalah untuk harta ini kembali dan semuanya sudah sesuai dengan tujuan bukan?"
"Mama adalah wanita yang paling kejam yang Prince kenal!"
Prince mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah ibu Saraswati.
"Ada apa dengan mu Prince, kau juga bersedia ikut di dalam rencana ini bukan? dan sekarang kau mengatakan mama kejam? lalu ada bedanya dengan mu sayang?"
"Beda ma, beda karena Prince betul - betul mencintai Laras."
Seketika itu juga ibu Saraswati langsung tertawa.
Deg
Prince yang mendengarkan perkataan ibu Sarawati kini hanya bisa terdiam.
"Apa maksud mama mengatakan semua hal tersebut kepada Prince?"
"Sayang coba kau pikirkan apakah kau yakin anak yang di kandung Laras adalah anak mu?"
Deg
Seketika ke dua tangan Prince langsung mengepal karena menahan marah.
"Apa maksud mama mengatakan hal itu!"
"Sayang, coba kau cerna dan berpikir lah jernih, Laras yang sudah tinggal bersama dengan Andre, dan tiba -tiba kembali ke rumah dalam keadaan hamil, siapa yang bisa menjamin jika anak yang saat ini sedang di kandung oleh Laras adalah anak mu?"
Deg
Di saat itulah Prince terdiam, ya terdiam karena apa yang di katakan oleh ibunda mulai dia pikirkan.
"Nah coba kau pikirkan dengan logika tidak dengan cinta, usia kandungan Laras, berapa lama dia bersama dengan Andre dan tiba - tiba dia kembali dalam keadaan hamil?"
Deg
Kali ini Prince tiba - tiba langsung terduduk lemas.
"Nak mama hanya tidak ingin kau bodoh karena cinta, cukup mama saja yang seperti itu dengan setiap masa lalu yang mama telah hadapi."
"Mama pernah gila karena cinta, hingga mama berani berselingkuh dari papa mu yang saat itu betul - betul sangat memanjakan mama, mama berani melakukan hal itu, nah apalagi Laras."
"Coba kau pikirkan sayang, pikirkan dengan seksama, mama sangat bersyukur karena Laras segera menyerahkan semua ahli waris ini kepada mu dengan cepat, jika saja nanti itu terbukti bukan anak mu apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan?"
"Mama hanya ingin yang menjadi hak kita itu kembali dengan baik ."