MY PRINCE

MY PRINCE
PELAYANAN LARAS



Pergilah Prince maafkan aku yang belum bisa membantu mu di dalam hal ini, alangkah baiknya kau berusaha sendiri, jika kau yakin selalu ada kesempatan untuk kata maaf, lakukan saja hal yang membuat mu merasa yakin, jangan pernah melibatkan aku."


Prince pada akhirnya hanya bisa terdiam menghadapi Lidia yang keras seperti batu, tidak ada kata - kata lagi yang ingin Prince katakan kepada Lidia.


"Baiklah Lidia jika memang itu menjadi keputusan mu, namun jangan pernah menyesal dengan apa yang telah kau katakan."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya.


"Ingat jangan karena ego mu, kau harus mengorbankan sesuatu hal yang sangat berharga, karena aku pun hampir melakukan hal itu, sekarang aku sadar bahwa uang tidak akan pernah sempurna untuk menolong dan menjadi teman kita, aku harap kau juga segera sadar Lidia."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince keluar dari dalam apartemen Lidia.


Kini tinggal Lidia sendiri berada di dalam kamarn, dengan perlahan Lidia mendekatkan diri ke arah Angel putri kesayangannya.


"Sayang, apakah kau mau untuk bertemu papa? sayang apakah benar yang di katakan oleh om Prince jika mama itu egois? mama tidak pernah menceritakan papa kepada mu? mama merasa mampu untuk bisa mendidik mu, dan membesarkan mu seorang diri?"


"Sayang apakah kau akan mengalahkan mama, ketika kau mengetahui bahwa mama menyembunyikan identitas asli dari papa?"


"Apakah benar aku tidak boleh menggunakan sudut pandang ku sendiri di dalam setiap permasalahan? apa benar aku harus melihat sudut pandang dari orang lain terlebih dahulu?"


Lidia terus mengatakan hal tersebut dengan air mata yang mulai mengalir, saat ini dirinya begitu bingung apa yang harus di lakukan.


Di depan Prince mungkin dengan angkuh dirinya bisa mengatakan bahwa dia tidak akan pernah untuk kembali kepada Andre.


Namun di sisi yang lainya, dirinya begitu rapuh dan masih sangat merindukan Andre, perbedaan yang kontras yang saat ini masih menjadi pergumulan cinta dari Lidia.


Sepanjang hari itu pada akhirnya Lidia terus berpikir, ya terus berpikir tanpa henti untuk apa yang akan dilakukan, untuk langkah apa yang akan dia ambil.


"Jadi hari ini kau yang memasak nya Laras?"


Begitu Andre siap dan menuju meja makan untuk sarapan dirinya begitu kaget melihat banyak lauk pauk yang sudah tersedia.


"Ya Dre aku yang memasaknya"


"Ah seperti itu, kenapa kau yang memasak makanan ini? apakah koki yang aku siapkan tidak enak, atau kau tidak cocok dengan setiap masakan yang sudah di hidangkan, jika iya biar aku minta untuk digantikan saja."


Andre dengan tenang mengatakan hal tersebut kepada Laras..


"Bukan, bukan karena itu."


Dengan cepat Laras mengatakan hal tersebut kepada Andre, ya hal yang seharusnya tidak perlu untuk di katakan.


"Lalu karena apa?"


"Aku jenuh Prince di dalam kamar, tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali hany tidur dan tidur, itu sebabnya yang membuat memutuskan aku untuk memasak."


"Oh seperti itu."


Andre mengatakan hal tersebut dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.


"Dre kenapa kau mengunyah semuanya langsung? kau bisa tersedak."


Laras mengatakan hal tersebut sambil memberikan Andre minum dan hal itu mengena dihati Andre.