MY PRINCE

MY PRINCE
NALURI LAKI - LAKI



Perjalanan panjang yang cukup melelahkan tidak akan pernah terasa jika bersama dengan wanita yang saat ini dia cinta.


"Pak, kita sudah tiba."


Beberapa tepukan Prince rasakan ketika dirinya sudah mendarat dengan selamat di tanah air.


"Ah terima kasih sudah membangunkan aku Joe, ayo kau bantu aku untuk mengangkat istri ku ini."


"Baik pak."


Prince pun bangkit dari tempat duduknya di dalam pesawat jet lalu dengan tubuh kekarnya, Prince langsung menggendong Laras untuk keluar dari dalam pesawat jet.


"Joe, apakah jika aku membangunkan istri ku dia tidak akan sadar jika aku ini suaminya?"


Di dalam perjalanan menuju kembali ke rumah Prince mengatakan hal tersebut kepada sang asisten pribadinya.


"Tidak pak, efek obat tersebut baru akan bisa di rasakan esok hari, namun ada yang membuat saya aneh pak."


"Aneh? apa maksud mu Joe?"


"Dosis yang dipakai untuk ibu Laras agar sampai seperti ini cukup tinggi."


"Lalu apa anehnya Joe?"


"Biasanya untuk wanita tidak akan sampai setinggi ini, kecuali.."


"Kecuali apa Joe?"


"Kecuali ada obat - obat tertentu yang saat ini sedang di konsumsi, namun ini adalah asumsi saya saja pak, mana mungkin ibu Laras mengkonsumsi obat - obatan seperti itu."


Prince langsung tersenyum dengan perkataan dari Joe.


"Ya kau benar istri ku akan tetap menjadi istri yang polos dengan setiap hal yang dia lakukan, dan tidak akan pernah mungkin dia melakukan hal itu Joe, mana mungkin, karena aku jamin dia tidak akan mengerti hal - hal tentang ini."


"Bapak benar, maafkan saya pak."


"Ya tak masalah jika kau berpikir seperti itu Joe."


"Joe kau tidak perlu membantu ku, kali ini aku yang akan mengurus Istri ku dengan ke dua tangan ku sendiri."


"Baik pak."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince menggendong Laras keluar dari dalam mobil dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Sayang, kau harus bangun dan makan."


Dengan tepukan pelan, Laras pada akhirnya bangun dari tidur panjangnya, dengan cekatan Prince menyuapi Laras..


Saat ini Laras seperti sedang berada di langit paling tinggi, Laras bisa merasakan sedang mengunyah sesuatu namun dirinya seperti tidak bisa di bangun kan dari tidur panjangnya.


"Tidurlah kembali sayang, aku akan membantu mu untuk mandi."


Satu kecupan pada keningnya membuat Laras kembali menutup ke dua matanya.


Dan saat itu Prince langsung menggendong Laras masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan tenang Prince membuka satu per satu baju yang saat ini kenakan oleh Laras...


Jantungnya mulai berdegup dengan kencang saat dirinya melihat tubuh indah sang istri yang saat ini sudah tidak menggunakan apapun lagi.


"Arrrh, ayo Prince singkirkan naluri laki - laki mu untuk tidak menyentuh dia, ayo Prince kau pasti bisa."


Prince mencoba bergelut dengan pikiran dan nafsunya sendiri.


Saat ini di dalam bathtub sudah ada satu wanita telanjang, ya wanita tersebut adalah wanita yang sangat dia cintai.


"Kau pasti bisa."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince mencoba untuk membersihkan tubuh Laras.


Namun naluri laki - lakinya ternyata sangat besar apalagi ketika Laras memberikan respon saat Prince menyentuh bagian demi bagian sensitif Laras untuk di bersihkan..


"Maafkan aku Laras, maafkan aku yang malam ini akan kalah dengan naluri ku sendiri."