MY PRINCE

MY PRINCE
IBU SARASWATI



Bi, pagi ini bibi masak apa saja untuk ku?"


Laras yang sejak tadi mencium bau harus dari masakan yang ada di troli menanyakan hal itu kepada bi Ijah.


"Ah bibi masak nasi uduk ayam bakar kesukaan mbak Laras."


Ke dua mata Laras langsung berbinar ketika bi Ijah menyebutkan makanan yang telah di bawa olehnya.


"Mau bi, aku suka sekali nasi uduk dengan ayam bakar buatan bibi."


"Ya sudah, mbak Laras di tempat tidur saja, biar bi Ijah yang menyiapkan untuk mbak Laras."


Laras pun menganggukkan kepalanya ketika mendengarkan apa yang bi Ijah telah katakan.


Dengan gerakan cepat bi Ijah menyiapkan semua makanan yang Laras minta.


"Ini mbak Laras, makanlah."


"Terima kasih bi."


Dengan lahap Laras menyantap semua makanan yang telah di masak bi Ijah khusus untuknya.


Mbak, Tuhan mengabulkan doa bi Ijah, yah doa yang selama ini bibi selalu panjatkan, bibi ingin kembali bertemu dengan mbak Laras, sering sekali bibi bermimpi buruk tentang keadaan mbak Laras di luar sana, namun bibi bersyukur saat mas Prince mengatakan bahwa telah berhasil membawa mbak Laras kembali ke rumah ini.


Bi Ijah mengatakan hal tersebut sambil terus memandang Laras yang kali ini makan dengan sangat lahap, perutnya yang begitu lapar membuatnya makan banyak pada hari ini.


Sementara itu di kantor, hari ini Prince sangat. bahagia, ya bahagia karena dirinya telah berhasil membawa satu wanita yang dia cintai, bahagia karena semalam pada akhirnya dirinya berhasil menyentuh tubuh wanita yang dia cintai tersebut secara diam - diam.


"Baiklah rapat hari ini selesai, jika ada sesuatu hal yang ingin kalian sampaikan, katakan saja kepada asisten ku Joe, hari ini aku akan pulang lebih cepat."


Kata - kata itu yang Prince ucapkan di penghujung rapat pada pagi hari ini, ya pagi ini Prince telah selesai memimpin rapatnya dengan sempurna.


"Prince, apa kabar nak?"


Satu wanita paruh baya mengatakan hal tersebut sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Prince.


"Baik ma, kenapa mama tidak mengatakan jika hari ini mama kembali ke Indonesia?"


Prince mengatakan hal tersebut kepada sang ibunda yang telah memilih untuk hidup di Korea Selatan selama beberapa tahun ini.


"Mama merindukan mu nak, mama juga merindukan tanah air, sayang perusahaan ini semakin berkembang dengan sangat pesat, mama memang tidak pernah salah di dalam memilih mu untuk memimpin perusahaan ini."


"Terima kasih ma."


"Tunggu, mama melihat ada satu hal yang beda dari wajah mu?"


Ibu Sarawati mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah putranya.


"Ada apa ma? apakah wajah Prince terlihat aneh?"


"Ya sayang sangat aneh, nampaknya hari ini kau sangat bahagia, apakah tebakan mama ini betul?"


Prince yang mendengarkan perkataan sang ibunda kini langsung tersenyum.


"Ya mama, mama tidak pernah salah di dalam menebak kondisi hati Prince."


"Jadi kebahagiaan apa yang saat ini ada pada anak mama?"


Ibu Sarawati mengatakan hal tersebut dengan tersenyum sayang kepada Prince.


"Laras ma, Laras, akhirnya aku bisa menemukan Laras dan mama bisa tebak hari ini Laras sudah berada kembali di rumah, Laras wanita yang sangat aku cintai sudah ada di rumah ma."