MY PRINCE

MY PRINCE
PERGI DARI SINI



Di tengah perjalanan aku bertemu dengan mu, dan betapa dunia itu sempit, ternyata kau adalah salah satu pencandu, namun yang lebih sempit lagi ternyata kau adalah istri dari laki -laki yang selama juga sedang menjadi target ku."


"Awalnya aku ingin menghancurkan mu juga, namun semuanya berubah ketika aku mendapatkan informasi tentang kehidupan mu yang sungguh pelik."


James mengatakan hal tersebut dengan menggelengkan kepalanya.


"Aku juga tidak menyangka bertemu dengan laki -laki seperti mu James, karena baru kali ini aku bertemu dengan laki - laki seperti mu."


"Apa maksud mu Larasati?"


"Yang aku maksudkan kenapa aku harus berurusan dengan mu, kau sakit jiwa James!"


"Kita sama Laras, jadi bagaimana apakah kau berminat dengan tawaran yang aku ajukan?"


James kembali mengatakan hal tersebut kepada Laras.


Kini Laras hanya terdiam memandang James dan terus memandang ke arahnya.


"Aku tidak akan terlibat di dalam permainan mu James, karena kau tidak ingin menambah luka di dalam hati ku lagi, mengikuti permainan mu, sudah pasti akan berurusan dengan luka hati yang lebih dalam, aku sanggup untuk melakukan hal itu."


Laras pada akhirnya memberikan satu keputusan kepada James bahwa dirinya tidak akan ikut di dalam permainan gila dari James.


"Munafik!"


Satu kata yang di ucapatJames kepada Jesika, ketika Jesika mengatakan hal itu kepadanya.


"Apa yang kau maksudkan James, aku munafik?"


Deg


Sungguh perkataan James kali ini membuat Laras terdiam dengan segala hal yang saat ini dia terima.


"Terserah dengan apa yang akan kau katakan terhadap ku James, namun satu yang pasti aku tidak mau untuk terlibat di dalam permainan kotor mu ini, aku akan tenggelam di dalam permainan ku sendiri!"


Seketika itu James langsung tersenyum sinis dengan semua hal yang dikatakan oleh Laras.


"Kita lihat siapa yang akan menang Laras, satu hal yang harus kau ingat karena saat ini kau sudah mengetahui semua rahasia ku, dan semua rencana ku, dan ketika pada akhirnya kau tidak mau untuk bergabung di dalam rencana ku."


Kata - kata James berhenti sejenak, dan kini tatapan matanya menatap ke arah Larasati.


"Jangan salah kan aku jika pada akhirnya aku juga akan melawan mu seperti ketika aku melawan James, kau tau mengapa kau mengajak mu untuk bekerja sama?"


"Karena masalah keluar kita sama, kehancuran yang pernah kita rasakan juga di lakukan oleh orang yang sama, tak kusangka ternyata kau memilih untuk diam!"


"Aku tidak takut dengan ancaman mu James, aku sudah banyak menghadapi masalah, dan mental ku terbentuk karena hal ini, jadi aku sama sekali tidak akan pernah takut dengan ancaman demi ancaman mu terhadap ku!"


Laras mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah James.


"Pergilah, jika kau tidak pergi sekarang dari hadapan ku, jangan salahkan aku jika kau tiba - tiba saja mengalami luka - luka akibat perbuatan ku."


Laras yang mendengarkan hal itu langsung mengambil tasnya dan membuka pintu ruangan


"Sampai bertemu lagi James."