
"Lepaskan aku Perchye!" aku berusaha melepaskan cengkramannya tapi percuma gegamannya kuat sekali.
"Maaf, maaf. Apa aku menyakitimu?" ia seketika melepaskan gegamannya ketika menyadari aku sedikit kesakitan.
"Hm!" aku memalingkan muka dengan kesal.
"Aku mohon Rin, jangan seperti ini. Aku benar-benar minta maaf padamu," Perchye menggapai kedua tanganku dengan tatapan memohon. "Aku tidak bermaksud merahasiakan identitasku padamu. Ini adalah peraturan dari klan. Aku tidak bisa melanggarnya."
"Bukan alasan identitasmu yang membuatku kesal, tapi masalah antara kau dan Onoval. Kenapa kalian bertengkar? Apa alasannya? Hanya itu yang ingin aku tahu."
"Tidak. Aku tidak bisa memberitahumu."
"Kenapa tidak bisa? Katakan saja."
"Karna masalah ini berhubungan dengan dunia malam. Kau tidak dapat membayangkan betapa kejamnya dunia itu, dimana yang kuatlah yang berkuasa," tatapan Perchye kini berubah serius.
Aku tertunduk. Andai kau tahu kalau aku juga berasal dari dunia yang sama denganmu. Ayah juga perna berkata kalau dunia malam itu sangatlah kejam pada masanya. Tapi untuk sekarang dunia malam sudah berjalan menuju perdamaian. Walau tidak menutup kemungkinan masih ada pertentangan-pertentangan kecil, apa lagi antara klan. Dan mungkin sebab itulah ayah menyarankanku untuk tidak dekat-dekat dengan manusia serigala dari klan berbeda. Identitasku sebagai manusia serigala saja masih dirahasiakan dari klan sendiri dengan alasan yang tidak aku ketahui. Mungkin karna aku masih belum bisa mengendalikan kekuatanku yang menyebabkan ketakutan jikalau aku hilang kendali.
"Aku mencintaimu. Aku tidak mau kau dalam bahaya karna aku."
"Hei..." aku menatap langsung matanya dalam-dalam. "Kau jangan samakan aku dengan gadis lain. Aku tidak selemah itu."
"Ooh... Gadisku mana bisa disamakan dengan wanita lain," Perchye membungkukan badannya dan mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajahku.
Aku tersentak dengan wajah Perchye yang begitu dekat dengan wajahku. Aku segerah memalingkan muka karna malu. Tunggu, apa yang baru saja aku katakan? Tidak. Apa yang baru saja ia katakan? Ia... Ia bilang mencintaiku. Seketika wajahku memerah saat itu. Aku bahkan mulai merasakan detak jantungku semakin cepat. Tiba-tiba Perchye menarik daguku. Dipaksanya aku menatap wajahnya, lalu... Aku seketika menjadi patung ketika bibirnya yang panas menyentuh bibirku. Didekapnya aku dengan mesrah. Tangan kirinya berada dipingangku menarikku dalam pelukannya. Aku tidak menolaknya dan juga tidak menerimanya. Tubuhku tidak bergerak sama sekali untuk beberapa saat. Kubiarkan diriku dikecup dengan tekanan panas menjalar keseluruh tubuhku, sampai aku menyadari bahwa kami masih disekolah. Lantas aku mendorongnya menjauh dengan perasaan sedikit kecewa.
"Kita masih disekolah," kataku hampir berbisik tanpa menatapnya.
"Aku hanya ini kau tahu kalau aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak mau kehilanganmu. Jadi kumohon beri aku waktu sampai aku sanggup menceritakan semuannya."
Mendengar itu aku kini menatapnya dengan cemberut. Apa maksudnya itu? Jadi kau menggunakan kecupan hanya untuk mengalikan pembicaraan.
"Apa kau masih marah padaku? Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menghibur tuan putri ini? Es krim?" katanya dengan nada mengoda.
"Aku mau yang banyak coklatnya."
Dikelas, aku masih membayangi kejadian tadi. Aku sungguh tidak percaya apa yang terjadi hari ini. Semuanya terjadi tampa diduga dan terlalu mendadak. Terkadang aku tersenyum sendiri mengingatnya. Kusembunyikan wajahku dibalik buku. Kusentuh bibirku dengan jariku, lalu tampa sadar aku kembali tersenyum. Untuk pertama kalinya aku mendapat kecupan dari seseorang yang telah menyatakan cintanya padaku. Hari ini akan menjadi hari yang paling berkesan dalam hidupku. Dan tepat dibawah sana, pohon yang kini menyisakan ranting saja akan menjadi saksi cinta kami.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah kedai es krim setelah pulang sekolah. Perchye menepati janjinya untuk mengajaku kesana. Hari yang dingin tidak menjadi penghalang bagiku untuk menikmati krim lembut itu. Kami memilih tempat dekat jendela dan cukup tersudut dari pelanggan lain. Selesai memesan masing-masing secangkir es krim dan akhirnya pesanan kami sampai. Aku bertanya satu hal pada Perchye untuk memulai percakapan.
"Perchye, apa boleh aku tahu sedikit tentang dunia malam?" tanyaku disela-sela aku menikmati es krim manis ini. Seharusnya aku tidak perlu mempertanyakan hal ini lagi karna aku sudah mengetahuinya, tapi aku ingin tahu Perchye berasal dari klan mana. Tidak mungkin aku langsung mempertanyakan hal ini, bukan?
"Kenapa kau ingin mengetahuinya?"
"Cuman ingin tahu."
"Coba kau tanyakan lagi tapi bisakah kau gunakan kata sayangku, priaku, cintaku, mungkin aku mau menjawabnya," ujarnya dengan nakal.
"Baik... Baiklah," katanya berusaha berbicara dengan mulut penuh es krim.
"Hihi..." aku sedikit tertawah melihatnya.
"Kau mau tahu tentang apa? Makhluk malam itu banyak."
"Bagaimana dengan dirimu?"
Perchye menarik nafas panjang lalu menghebuskannya perlahan. "Kau sudah tahukan, aku ini..." ia berhenti sebentar sambil menunduk. Ia terlihat ragu menjelaskannya. Beberapa kali ia mencuri pandang. Aku hanya menatapnya menunggu. "Manusia serigala."
"Iya."
"Kau tidak terkejut sama sekali saat mengetahui jati diriku yang sebenarnya."
"Memangnya aku bagaimana? Apa aku harus terkejut? Takut? Atau sedikit kagum karna aku benar-benar tidak menyangkah kalau makhluk-makhluk seperti itu benaran ada?"
"Iya... Itu terserah padamu mau menanggapinya seperti apa. Kenapa kau bertanya padaku? Tapi, bukankah anggapan masyarakat sekalu buruk tentang manusia serigala? Mereka menganggap manusia serigala itu seperti monster mengerika."
"Eh... Aku... Aku tidak berpikiran seperti itu. Apa kau lupa kalau aku perna dituduh sebagai manusia serigala?"
"Pertama kali aku mendengar kabar itu, ada rasa senang dan sedih juga secara bersamaan. Aku merasa senang kalau ternyata kau seorang manusia serigala sama sepertiku, tapi aku merasa sedih melihatmu dibenci semua orang."
"Semuanya sudah berlalu."
"Baiklah, aku tidak ragu lagi. Tapi ingat, jangan beritahu siapapun tentang hal ini."
"Tenang saja. Mereka tidak akan percaya kalau tidak melihatnya langsung."
Perchye mulai bercerita tentang manusia serigala yang ia ketahui. Hampir sebagian besar penjelasannya aku sudah tahu. Cukup bosan juga mendengarnya. Aku bebetapa kali bertanya disela-sela ceritanya agar aku dianggap baru pertama kali mendengar itu semua. Perchye hanya menjelaskan bagian-bagian dasar tentang manusia serigala seperti, tahapan perubahan, jenis-jenis manusia serigala dan akhirnya sampailah ia menjelaskan tentang klan manusia serigala. Tapi sebelum itu aku dikejutkan dengan pernyataan kalau manusia serigala dewasa dapat membedakan klan sendiri dengan klan yang lain hanya dengan mengandalkan penciuman saja.
Aku jadi teringat dengan kejadian pelepasan 10.000 lentera di taman hiburan waktu itu. Apa itu alasan perubahan sikap paman Fang menjadi dingin ketika melihat Perchye? Ia sudah tahu kalau Perchye seorang manusia serigala. Tapi jika memang benar manusia serigala dewasa bisa membedakan orang tersebut manusia serigala atau bukan, kenapa tidak ada yang tahu kalau aku seorang manusia serigala? Memang benar identitasku dirahasiakan tapi aura manusia serigala tidak bisa disembunyikan begitu saja. Bahkan ayahku sendiri tidak mengetahui aku seorang manusia serigala sebelum aku menyerang Sofia di kafe waktu itu.
.
.
.
.
.
.
ξκύαε