My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Aku sangat penasaran akan hal ini



Mr. Guttman mendekati kami dan berdiri berjarak dua langkah dari kami. "Mr. Morgen maaf, saya tidak yakin akan hal ini. Racun yang ada pada tubuh istri anda adalah salah satu racun paling mematikan yang berasal dari getah pohon Νεκρός (Nekrós). Pohon ini tumbuh jauh di tengah-tengah rawa hutan Elf, tidak memiliki daun dengan batang pohon berwarna hitam dan getahnya berwarna merah cerah. Ini juga adalah jenis racun yang sama yang telah merengut nyawa ayahmu."


"Tidak, ini tidak mungkin. Aku tidak sanggup kehilangan lagi. Hiks... Hiks..." aku mendekapkan wajahku dalam pelukan Mitéra sambil menangis tersedu-sedu.


"Jangan menangis lagi Keyla. Semuanya akan baik-baik saja. Pasti ada cara untuk menyelamatkan nyawa ibumu," hibur Mitéra mencoba menenangkan ku.


"Cih, sungguh keterlaluan klan Β (Beta) itu. Mereka cuman bisanya bermain licik," gerutu bibi Tori memarahi klan Β (Beta).


"Mereka memang licik. Kita semua di pancing masuk ke dalam hutan hanya agar mereka bisa menyerang kediaman yang penjagaannya berkurang. Kami benar-benar minta maaf Rin karna terlambat datang membantu," kata paman Alan dengan tatapan merasa bersalah.


"Tapi aku merasa aneh juga. Bagaimana mereka bisa menerobos pertahanan kediaman? Apa Kalian tahu, waktu aku memeriksa formasi pertahanan yang ada di aula bawah tanah, semua formasinya rusak. Itu adalah jenis formasi tingkat tinggi yang aku pasang, tapi aku sungguh tidak percaya mereka dapat merusak nya sampai separah itu. Pasti ada yang membantu mereka. Sebab itu mereka dapat dengan mudah menyerang kediaman," ujar bibi Tori mengutarakan pikirannya.


"Formasi pertahanan?" kataku dengan tanya tanya.


"Oh, itu sebenarnya... Em... Terdapat tiga formasi pertahanan yang tersebar di ruang bawah tanah setiap bangunan di kediaman ini. Ketiga formasi itu saling berhubungan dengan inti formasi tepat dihalaman tengah. Ingat dimana tempat kau mengalami perubahan sebelumnya? Disana lah inti formasi berada. Jika terjadi serangan dari musuh, ketiga formasi akan aktif dan secara otomatis membentuk perisai pertahanan di setiap penjuru kediaman," jelas bibi Tori. "Dan anehnya, semua formasi telah rusak. Padahal formasi yang kubuat ini sangatlah unik. Biarpun inti formasi nya dihancurkan, formasi lainnya tidak akan terpengaruh sama sekali. Aku takut orang yang membantu mereka tidak akan mudah dikalahkan."


"Mau sekuat apapun dia. Ia harus membayarnya!" aura membunuh ayah seketika bergejolak keluar.


"Kau harus tenang Derek. Kita tidak boleh gegabah. Kita harus memikirkan sebuah rencana untuk membalas mereka," kata paman Alan.


"Aku merasa mereka tidak akan melakukan serangan untuk beberapa minggu ke depan, mengingat mereka telah banyak kehilangan rekan saat penyerangan sebelumnya," ujar Patéras.


"Ini semua berkat putri kita," belai lembut ayah di rambutku.


"Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada kalian. Begitu aku dan Sofia sampai, kami telah mendapati Rin sendirian yang masih berdiri tegap berlumuran darah di antara mayat serigala itu. Kau memang hebat Rin. Aku dan Sofia saja kesulitan melawan mereka, tapi kau... Aku yakin kekuatan Rin dapat melebihimu kak," kata bibi Emely melirik kakaknya.


"Aku tahu itu."


Tidak. Semua itu bukan aku tapi melainkan Sherina lah yang melakukannya. Aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa.


"Ibu... Kami sudah belikan apa yang ibu minta," Sofia masuk bersama Lisa dan Rosse. Ia membawah kantong plastik hitam di tangganya. Begitu masuk matanya tertuju padaku. "Rin, kau sudah siuman. Sejak kapan?"


"Baru saja. Darimana kalian? Apa yang kalian beli?"


"Tidak tahu. Semuanya aneh," jawab Rosse.


"Itu cuman perlengkapan dan barang-barang untuk memperkuat formasi," jelas bibi Tori. "Terima kasih telah mencarikannya."


"Sama-sama," jawab mereka bersamaan.


"Baiklah. Pikirkan lah cara untuk membalas mereka atau mencari obat penawar untuk Cloey. Aku akan kembali memperbaiki formasi bersama penyihir lainnya. Hah... Sudah tiga hari kami mencoba memperbaikinya dan dua yang baru selesai, masih satu lagi."


"Apa maksud bibi Tori tiga hari?" aku sedikit kebingungan mendengar itu.


"Oh... Kau tidak tahu Keyla, kau tidak sadar selama tiga hari," ujar Mitéra.


"Selama itu?"


"Kau terlalu banyak kehabisan tenaga. Waktu pemulihan selama tiga hari itu masih terbilang sangat cepat," jelas Mr. Guttman.


"Racun taring manusia serigala tidak berdampak buruk pada sesama manusia serigala, tapi saya juga merasa aneh pada anda Mr. Morgen. Walaupun racun ini tidak berbahaya namun masih bisa membuat lemah paling tidak selama seminggu dan untuk kasus terpara bisa menyebabkan kelumpuhan secara permanen. Tapi anda sepertinya tidak terpengaruh sama sekali dengan racun tersebut."


"Itu karna tubuh saya kebal terhadap racun taring manusia serigala," kata ayah membuat Mr. Guttman tersentak. "Apa anda tidak perna terpikir kenapa kekuatanku jauh lebih besar dari kalian? Bukan karna saya keturunan dari ketua klan sebelumnya."


"Ah... Iya Mr. Morgen. Saya memang penasaran akan hal ini."


"Hah, itu karna eksperiment gila yang dilakukan oleh mereka," potong paman Alan.


"Eksperiment? Apa ayah juga salah satu korbannya?" batinku. Aku sangat terkejut akan hal ini.


"Oleh mereka? Bukankah kau salah satunya," ujar bibi Tori sambil melirik paman Alan.


"Hei, aku juga tidak tahu apa-apa. Aku cuman pekerja magang."


"Sama saja, toh."


"Apa maksud bibi Tori? Paman Alan... Bisa ceritakan semuanya diri awal? Jujur saja aku sangat penasaran akan hal ini. Aku sering bertanya pada ibu namun ibu sama sekali tidak mau menjelaskannya," pintaku pada mereka.


"Iya, aku juga ingin tahu akan hal itu. Masa lalu apa yang telah kalian alami," sambung Sofia.


"Hah... Sebenarnya aku tidak mau mengingatnya lagi. Itu adalah masa lalu paling kelam yang kami alami. Wajar bagi Cloey tidak mau menceritakannya. Ia yang paling menderita dari eksperiment itu," terlihat bibi Tori melirik sedih pada ibu.


"Setiap melakukan percobaan pasti menelan korban jiwa. Kebanyakan adalah para gadis seperti kalian ini," tunjuk paman Alan pada aku Sofia, Lisa dan Rosse.


"Mereka melakukan eksperiment pada remaja?" tanya Mitéra memastikan.


"Iya. Mereka menculik kami untuk menjadi objek eksperiment mereka. Waktu itu aku berumur 14 tahun saat diculik oleh mereka."


"Apa yang mereka lakukan pada kalian?" tanya Patéras.


"Pertama kali datang ke laboratorium mereka yang tersembunyi di dalam hutan dengan penjagaan ketat sekali, kami ditempatkan dalam satu ruangan. Ada lebih dari 20 wanita dalam ruangan tersebut dengan kisaran umur kira-kira 13 sampai 16 tahun. Kami di beri gelang tanda pengenal dengan kode berbeda-beda. Kodeku dulu V-47A. Setelah diberi kode kami ditempatkan pada kamar terpisah. Ruang putih dan hanya ada satu tempat tidur serta kamar mandi. Beberapa menit kemudian mereka datang lalu menyuntikan semacan cairan aneh padaku. Tidak ada gejala apa-apa setelah itu sampai malam menjelang. Aku tiba-tiba merasakan hal aneh pada tubuhku. Aku merasa mual dan pusing, rasa panas yang membara lalu dalam sekejap kedinginan, terus seperti itu sampai aku kehilangan kesadaran. Ketika aku terbangun, aku sudah berada di tempat berbeda. Tempat itu jauh lebih baik dari kamarku sebelumnya."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε