My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Jadi, bisa beritahu kami



"Huuu...... Sst... Dingin sekali."


Sampai di kamar aku bergegas menarik dua sampai tiga selimut lalu melilitkannya semua pada tubuhku. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba tubuhku sangat dingin. Aku berulang kali menggosok kedua tanganku kemudian meniupnya untuk menghalau hawa dingin ini. Namun semua itu terasa percuma. Tubuhku masih menggigil kedinginan.


"Ada apa denganmu kak? Kenapa kau kedinginan seperti ini?" Lisa membetulkan helaian rambut yang menutupi wajahku.


Aku menatap wajahnya yang khawatir. "Aku juga tidak tahu. Tapi, terima kasih telah peduli padaku."


"Apa yang kakak bicarakan? Sudah sewajarnya."


"Rin, kenapa kau dibungkus seperti mumi? Asrama ini memiliki pemanas ruangan, kenapa kau masih berselimut tebal?" kata Sofia begitu masuk dan melihatku.


"Tubuhnya sedingin es," kata Lisa begitu menyentuh dahi ku.


"Apa mungkin gara-gara foundation mu kemari Sofia? Lebih baik batalkan saja mantra nya. Lagi pula kita juga sudah lewat dari pemeriksaan," saran Rosse.


"Baiklah. Ματαίωση (Mataíosi)" ucap Sofia sambil menjentikkan jarinya.


Rasa dingin yang menyerang ku perlahan-lahan menghilang. Aku melepaskan helaian demi helaian selimut yang menutupi ku disaat suhu tubuhku mulai naik kembali.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Sofia kemudian


"Sedikit membaik," kutanganggalkan jaket ku lalu aku melihat tanda klanku. "Tanda klannya sudah kembali."


"Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau foundation itu membuatmu kedinginan? Aku bisa membatalkannya sebelum kau tersiksa seperti ini," ujar Sofia.


"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba suhu tubuhku anjok begitu saja."


"Ini ku buatkan kopi untuk kakak," Lisa menyodorkan secangkir kopi untuk ku.


"Terima kasih," aku menerima kopi itu kemudian menghirupnya. Em... kopi buatan adikku ini sangat manis. Rasa hangat seketika menyebar dalam tubuh ku begitu aku meneguknya.


"Baiklah. Kau bisa langsung cerita... Atau mau kutanya lagi?" kata Sofia memulai percakapan.


"Tanya lagi. Aku bingung mau mulai dari mana," jawabku.


"Apa tujuan Sindy dan Perchye di sekolah ini?"


"Mengambil buah pohon ΖΩΗ (ZOI)," jawabku singkat.


"Untuk apa mereka buah ΖΩΗ (ZOI)?" tanya Rosse.


"Ini masalahnya. Kalian tidak tahu identitas asli Perchye itu siapa."


"Memang siapa? Ia ada identitas lain?" tanya Lisa.


"Dia salah satu makhluk malam, manusia serigala."


"Apa?! Tidak mungkin," kata mereka tak percaya.


"Itu benar. Aku sudah melihatnya sendiri ia berubah menjadi serigala. Ingat pada malam Halloween, saat ledakan terjadi? Ledakan itu karna ulah Perchye yang sedang mengalami perubahan tahapan ke empatnya," jelas ku.


"Tenyata itu sebabnya laboratorium fisika jadi rusak parah dan di renovasi. Aku tidak hadir saat pesta Halloween pada malam itu," kata Lisa.


"Kenapa?" tanya Rosse pada Lisa.


"Aku tidak memiliki kostum Halloween."


"Dari klan mana Perchye?" tanya Sofia.


"Klan Β (Beta)" jawabku membuat mereka kembali tersentak kaget.


"Klan Β (Beta)," ulang Sofia.


"Bukan hanya sekedar klan Β (Beta) saja. Ia sebenarnya putra dari ketua klan Β (Beta) dan merupakan calon ketua klan selanjutnya," aku tidak bisa menahan air mataku disaat memberitahukannya pada mereka.


"Apa itu artinya kak Perchye terlibat dalam penyerangan waktu itu?" tanya Lisa dengan wajah tertunduk.


Aku menggeleng pelan. "Aku tidak tahu."


"Iya. Ini yang membuatku gelisah. Di satu sisi dia adalah orang yang aku cinta dan disisi lain dia adalah musuh. Yang mana yang harus aku pilih?"


"Itu pilihah sulit, Rin."


"Apa Perchye mengetahui hal ini?" tanya Sofia.


"Tidak."


"Itu alasannya kau tidak mau memberitahu kami di depan Perchye."


"Tunggu. Jika kak Perchye datang ke sekolah ini untuk mengambil buah ΖΩΗ (ZOI). Apa klan Β (Beta) sudah tahu kita juga menginginkan buah itu?" kata Lisa menebak-nebak.


"Serangan waktu itu ditujukan pada ibu. Mereka menginginkan kematian ibu karna kekuatan ibu dapat menghalangi mereka untuk menang. Buah ΖΩΗ (ZOI) merupakan obat penawar yang bisa menyembuhkan ibu tentu mereka tidak ingin ini terjadi."


"Sebab itu mereka mengirim Perchye untuk merebut buah itu agar kita gagal memberikan obat penawar untuk kesembuhan bibi Cloey," kata Rosse menyimpulkan.


"Klan Β (Beta) memang benar-benar keterlaluan!!" dengan geram Sofia memukul dinding.


"Oh, iya Sofia. Kenapa kau tadi tiba-tiba mengaktifkan dinding perisai?" kali ini aku bertanya.


"Itu karna aku merasakan kehadiran seseorang yang berbahaya," jelas Sofia.


"Kehadiran yang berbahaya? Sindy?" kataku bingung.


"Bukankah dulu kau perna bertarung melawannya. Dia bukan penyihir yang hebat, kan?" Rosse mengingat-ingat kejadian dimana Sofia dan Sindy perna bertarung.


"Dulu memang, tapi aku merasa sekarang Sindy sangat berbeda. Ada aura jahat disekelilingnya dan aku merasa kekuatan yang begitu menakutkan. Seperti ia telah bersekutuh dengan roh jahat," Sofia menyentuh dagunya sambil berpikir.


"Maksudmu Sindy menjadi kuat karna ia menggunakan ilmu hitam?" kataku menyimpulkan.


"Iya. Tapi kenapa aku sepertinya perna merasakan aura nya di suatu tempat? Kediaman. Saat penyerangan terjadi. Formasi pelindung," Sofia tersenta begitu mengingatnya. "Iya, aku ingat. Aku perna merasakan aura yang sama disaat formasi pelindung dijebol."


"Jangan bilang penyihir yang membantu klan Β (Beta) adalah Sindy."


"Bisa jadi. Mungkin itu alasan kak Perchye dapat mengenal Sindy," kata Lisa. "Tapi apa tujuan Sindy ikut campur dalam urusan klan manusia serigala kuno?"


"Entahlah. Balas dendam mungkin, mengingat kami ini bermusuhan," tebak ku.


"Balas dendam? dendam apa yang muncul di antara kalian dan Sindy?" tanya Lisa karna memang ini pertemuan pertamanya dengan Sindy.


"Hah! Dia itu gadis sombong dan suka merendahkan orang lain. Karna sifatnya itulah ia sampai sampai menghina wolf kecil ini," lirik Rosse padaku. "Sudah sewajarnya kan ia kena batunya."


"Kita harus memberitahu Prof. Peter soal ini," saran Sofia.


"Tidak. Jangan beritahu paman Fang," kataku menghadang.


"Kenapa? Oh... Aku mengerti. Kau tidak mau memberitahu semua ini karna kekasih mu itu?" kata Rosse.


"Perchye tidak tahu menahu soal ini. Ia memang klan Β (Beta) tapi ia tidak bersalah. Jika paman Fang tahu Perchye ada di sekolah ini untuk mengambil buah ΖΩΗ (ZOI), aku yakin paman Fang tidak akan tahan kalau tidak memukulnya karna ia sudah tahu dari awal kalau Perchye adalah seorang manusia serigala klan Β (Beta)," kataku mengutarakan kekhawatiranku.


"Biarpun kita tidak memberitahu Mr. Li soal ini lamat laun pasti ia akan tahu. Mr. Li menyamar sebagai guru di sekolah ini, ia akan segera tahu keberadaan Perchye dan mungkin sampai tujuan mereka. Lebih baik kita memberi tahu nya lebih awal sebelum ia mengetahuinya sendiri. Karna kita bisa memohon pada Mr. Li agar tidak menyerang Perchye," saran Sofia.


Aku berpikir sejenak. Okey, paman Fang bisa diajak bicara tapi masih ada satu orang lagi yang aku takutkan, Onoval. "Baiklah. Hubungi Prof. Peter untuk bertemu."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε