
"Cih, sial! Kenapa mereka berdua muncul disini? aku harus bersembunyi dulu," gerutu Sindy.
"Kau!" Perchye menurunkanku lalu berdiri menghadap Onoval.
"He, bocah serigala. Berani sekali kau menginjakkan kaki ke pulau Vyden!" tunjuk Onoval pada Perchye.
"Kita bahas itu nanti. Apa kau yang mengirim para vampire ini untuk menyerang Rin?"
Pertanyaan Perchye sangat aneh. Kenapa ia mala menuduh Onoval yang mengirim para vampire itu? Semua ini tidak ada hubungan dengan Onoval.
"Sembarangan kau menuduh ku! Kami juga ikut diserang! Aku datang kesini untuk menolongnya," Onoval melirikku sedih. "Maaf Rin. Aku terlambat datang menolongmu."
"Tidak apa. Bagaimana dengan yang lain? Dimana mereka?"
"Mereka semua baik-baik saja kecuali Trysta. Ia mengalami luka yang cukup parah dan sekarang telah dibawa kembali ke kastil. Aku datang kesini untuk menjemputmu," jelas Onoval. Ia hendak menghampiriku namun Perchye menghadang nya.
"Jangan menyentuhnya."
"Apa maksudmu? Aku diminta membawanya kembali ke sekolah. Siapa kau berani melarangku?!!"
"Aku tidak mempercayakan ia padamu! Biar aku yang membawanya kembali," Perchye berbalik menghampiriku kembali.
"Aku lebih tidak mempercayai mu! Kau hanyalah hewan buas!"
Mendengar itu lantas Perchye berbalik lagi. "Lalu kau sebut dirimu itu apa? Aku masih akan membahas masalah hari ini. Aku tahu hanya kau yang bisa mengirim para vampire tampa otak ini untuk menyerang Rin."
"Onoval bisa? Maksudnya?" pikirku.
"Kau masih menuduhku aku pelakunya?!! Sudah aku bilang aku juga diserang!!"
"Lalu siapa lagi selain kau yang bisa melakukannya?"
Pertanyaan itu membuat Onoval diam. Ia menatap tajam pada Perchye. Hal ini semakin membuatku penasaran siapa jati diri Onoval yang sebenarnya.
"Kenapa kau diam? Apa yang semua aku katakan benar kalau kau yang telah mengirim para vampire ini?!!" bentak Perchye dengan amarah yang meluap.
Onoval tidak berkata satu katapun. Ia beralih menatapku dengan pandangan redup. Ada semacam perasaan keraguan dalam benakku. Aku percaya kalau semua kejadian ini tidak mungkin ulah Onoval, tapi melihat sikapnya sekarang ini dan tuduhan yang dilontarkan Perchye. Bagian mana yang benar?
"Aku..."
"AAAH........! Aku sudah muak melihatmu!!"
Batas kesabaran Perchye telah habis. Ia melombat dan dalam sekejab berubah kembali menjadi serigala coklat. Ia mengeram ganas hendak menerkam Onoval. Hal yang tidak aku duga Onoval berhasil menghindari serangan Perchye dengan sangat cepat. Ia tampak menghilang dari titik serang dan muncul kembali di tempat yang berbeda. Aku yang menyaksikan itu teperangak tak percaya. Apa Onoval baru saja melakukan teleportasi untuk menghindari serangan Perchye? Tapi teleportasi hanya bisa dilakukan oleh penyihir. Apa Onoval seorang penyihir? Tidak. Teleportasinya sangat berbeda dengan teleportasi yang dilakukan seorang penyihir. Tidak ada kilatan sihir sama sekali disekitarnya. Ia lebih bisa dibilang bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat cepat bahkan pandangan mata pun tidak bisa menakap pergerakannya.
"GROARHH ! ! ! Berhentilah menghindar terus!!! Apa kau takut melawanku?!!" raungan Perchye keluarkan untuk meluapkan amarahnya.
Onoval memang tidak balik menyerang. Ia hanya terus menghindar saja kesana kesini. Lain halnya dengan Perchye yang menyerang dengan beringasnya. Ia beberapa kali menumbangkan pohon menggunakan kekuatan cakarnya yang besar.
"Kalian berdua berhenti!! Berhenti bertengkar!" teriakku mencoba menghentikan mereka, tapi mereka sama sekali tidak mendengarkan ku.
Perchye tidak henti-hentinya menyerang Onoval yang terus saja menghilang. Onoval mulai terlihat kelelahan karna terus berpindah dengan sangat cepat. Alasan Onoval tidak menyerang Perchye sebab ia telah kehabisan tenaga setelah melawan vampire sebelumnya. Menyadari itu aku berusaha bangkit untuk menghentikan Perchye. Aku tidak mau salah satu dari mereka terluka.
"Stop Perchye!! Hentikan seranganmu! Onoval sudah kelelahan," kaki ku masih lemah dan belum sanggup menopang berat badanku. Aku kehilangan keseimbangan dan hampir tersungkur kembali ke tanah. Beruntung Onoval berhasil menangkap ku.
"Terima kasih."
"Awas!"
Onoval mendorongku menjauh disaat ia menyadari kalau Perchye berlari ke arahnya hendak menyerang. Kali ini Perchye berhasil menerjang tubuh Onoval sebelum ia sempat menghilang kembali. Mereka berdua merobohkan pohon lalu berguling-guling di tanah, kemudian terpisah. Onoval dan Perchye berusaha bangkit kembali. Aku memaksakan diriku mengejar mereka walau beberapa kali jatuh. Kulihat mereka saling berhadapan menatap benci satu sama lain.
"Kau ingin bertarung? Baiklah, aku tidak akan menahan lagi!!" bentak Onoval.
Onoval tidak tahan lagi dan kali ini ia yang menyerang duluan. Perchye tentu menantikan itu. Ia menyeringai memperlihatkan taringnya, lalu berlari maju berlari maju menerima serangan Onoval. Pertarungan sengit terjadi di antara mereka berdua. Yang tidak aku sangka ternyata kekuatan Onoval cukup besar sampai bisa membanting Perchye ke tanah. Jelas itu bukanlah kekuatan manusia biasa. Tapi walaupun begitu, ini tidak bisa terus berlanjut. Onoval sudah kehilangan hampir 70% kekuatannya di pertaruang melawan para vampire sebelumnya. Ia tidak akan bisa menang melawan Perchye. Yang aku takutkan terjadi. Perchye berhasil menyerang Onoval sampai ia jatuh ke jurang yang tidak jauh dari tempat mereka bertarung.
"Tidak!!!"
Aku menyesali diriku yang tidak cukup cepat menghampiri mereka. Aku menatap jauh ke bawah dengan air mataku yang menetes ke sana. Bagaimana bisa berakhir seperti ini? Hari ini kami hanya ingin menghabiskan waktu untuk bersantai tapi kenapa... Kenapa jadi seperti ini? Hiks... Hiks...
"Untuk apa kau menangisi dia seperti itu?" ujar Perchye.
Aku menoleh padanya. Ia sudah berubah kembali ke wujud asalnya dan berjalan ke arahku. "Untuk apa menangisinya? Karna dia temanku!!! Kenapa? Kenapa kalian harus bertengkar sampai harus saling membunuh?!!"
"Rin, sampai segitunya kau peduli padanya. Apa karna dia sikapmu seketika berubah padaku?"
"Apa? Tidak. Tentu saja bukan karna dia."
"Lalu apa? Sudah lebih dari sebulan ini kau mengabaikan ku, acuh tak acuh padaku dan selalu berusaha menghindari ku. Kau benar-benar sudah berubah Rin. Kenapa kau melakukan semua ini? Tolong jelaskan padaku," nada suara Perchye merendah.
"Karna..." aku tidak sanggup mengatakannya tapi... Mau bagaimana lagi. Aku menguatkan hatiku untuk berkata. "Karna aku sadar kalau kita tidak akan mungkin dapat bersama."
Perchye tersentak mendengar itu. "Kenapa kau bisa berpikiran demikian? Apa karna aku seorang manusia serigala?!! Kau tidak bersedia memiliki kekasih yang seorang monster ini, iya kan?"
"Karna kau klan Β (Beta) Perchye! Klan Β (Beta). Kita tidak mungkin bisa bersama. Hiks... Hiks..."
"Apa hubungannya dengan itu?" tanya Perchye yang raut wajahnya seketika berubah bingung. "Ada apa dengan klan ku?"
Aku menyekat air mata ku lalu menatap Pershye dengan serius. "Apa kau mau tahu alasan kami ada disini? Kami berempat datang ke pulau ini, masuk ke dalam kawasan kastil NorthVyden dan menjadi murit sekolah tersebut, itu karna hanya ingin mengambil buah ΖΩΗ (ZOI) yang juga tujuanmu."
"Buah ΖΩΗ (ZOI)? Untuk apa kalian buah tersebut?"
.
.
.
.
.
.
ξκύαε