My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Apa yang kami temukan



"Bagaimana? Sudah ketemu?" tanyaku.


"Ini buku ke 12 yang baru aku baca," jawabnya sambil mengangkat wajahnya dari buku tersebut.


"Ke 12?! Serius kau membaca seluruh isinya?"


"Tidak lah. Aku cuman menyelusuri apa yang kita cari. Kalau kau suruh aku membaca seluruhnya, satu buku saja belum tentu selesai."


"Hei, kalian berdua," panggil Sofia sambil mendekat. Hanya ada tiga buku yang ia bawa.


"Ada apa Sofia?" tanyaku.


"Lihat apa yang aku temukan. Ini cocok untukmu Rin," Sofia menujukan salah satu buku tua yang dibawanya.


Dari judul buku tersebut tidak menuju ke pohon ΖΩΗ (ZOI) yang kami cari tapi itu lebih ke arah penjelasan mengenai tanda dan simbol pada makhluk malam. Kemungkinan di buku ini ada penjelasan tentang tanda khusus yang ada di dahi Sherina dalam wujud serigala.


"Terima kasih Sofia," dengan riang aku menerima buku itu. ["Sherina keluarlah. Lihat apa yang ditemukan Sofia," panggilku pada Sherina yang ada di alam bawah sadar.]


["Memangnya apa itu?" Sherina muncul di hadapanku sambil melihat buku yang ada di tangan ku. Ia membaca judul dari buku tersebut. "Macam-macam tanda dan simbol pada makhluk malam?"]


["Iya."]


Aku membuka halaman pertama dari buku yang berdebu itu. Tulisan yang ada di buku ini semuanya di tulis tangan dengan penjelasan ringkas berserta gambar simbol atau tanda yang dimaksud. Aku membolak-balik halaman demi halaman buku untuk mencari tanda yang sama persi dengan yang dimiliki Sherina.


["Lihat tanda klan Α (Alpha)," tunjuk ku pada Sherina begitu aku menemukan tanda klan Α (Alpha) di halaman buku.]


["Tanda klan Α (Alpha) muncul disaat darah ayah atau ibu kandung menyentuh dahi dan hati anak mereka yang baru menyelesaikan tahapan ke enam dari perubahannya. Darah yang digunakan tidak boleh terkontaminasi oleh darah orang lain, hanya darah dari satu orang saja. Ritual pemberian tanda ini harus dilakukan pada saat bulan purnama dan si penerima dalam wujud serigala," Sherina melihatku setelah membacanya. "Kau melanggar semua ketentuannya."]


["Walaupun begitu aku masih mendapatkan tanda klan tersebut."]


["Iya. Tapi tanda klan Α (Alpha) yang ada pada tubuhmu dilingkari simbol Necromancy. Itu berasal dari darah ibu."]


["Tidak berpengaruh sama sekali. Untuk apa dikhawatirkan."]


Aku membalik lagi halaman buku sampai akhirnya aku menemukan yang aku dan Sherina cari.


["Sherina, bukankah ini tanda di dahimu?" tunjuk ku padanya.]


["Simbol jiwa? Dikatakan disini, simbol jiwa akan muncul jika ada perpecahan dari jiwa seseorang..."]


Tulisan dari buku ini telah memudar. Itu menyulitkan kami untuk mengetahui keseluruhan dari simbol jiwa.


["Perpecahan? Apa maksudnya?"aku mengangkat sebelah alisku sambil berusaha berpikir.]


["Mungkin maksudnya jiwa seseorang yang terpecah, tebagi menjadi dua."]


["Hah?" aku semakin mengerutkan dahiku begitu mendengarnya. "Apa benar? Menurut cerita ibu tandamu telah muncul sejak lahir. Jika jiwamu terpecah, lalu dimana pecahan jiwamu berada?"]


["Kau," tunjuk Sherina padaku. "Mungkin sebenarnya kita ini adalah satu jiwa yang terpecah."]


["Tidak mungkin."]


["Kenapa?"]


["Ini terlalu kebetulan. Kau meninggal sejak bayi, dan tiba-tiba aku muncul dan mendapat donor jantung darimu. Kemudian jiwamu bisa tetap hidup dalam tubuhku. Kalaupun iya kita adalah satu jiwa yang terpecah, bukankah seharusnya jiwa kita kembali bersatu sejak pertama kali kita bertemu? Dan kenapa hanya kau yang memiliki tanda itu, sedangkan aku tidak?"]


["Mungkin ada suatu cara agar jiwa kita bisa bersatu. Yang membuatku bingung dan juga yakin kita merupakan dua jiwa yang terpisah adalah kemampuan mu dapat menerima kekuatan Necromancy serta manusia serigala. Manusia biasa tidak bisa menerima kekuatan manusia serigala tampa melalui keturunan sedangkan kau bisa menerimanya. Bukankah ini sudah aneh?"]


["Ngomong-ngomong soal menebak. Aku tebak biarpun tulisan dibuku ini tidak rusak sama sekali pasti penjabaran yang diberikan tidak lengkap."]


["Hah... Kita hanya tahu kalau itu simbol jiwa dan jiwa yang terpecah,"] aku menutup buku itu dan menyodorkannya kembali pada Sofia.


"Bagaimana? Menemukan apa yang kau cari?" tanya Sofia.


"Tidak lengkap. Tanda di dahi itu merupakan simbol jiwa. Jika suatu jiwa terpecah maka simbol itu akan muncul. Tidak ada penjelasan yang lain," jelas ku pada mereka. Aku membaringkan kepalaku di atas meja.


"Jiwa yang terpecah? Apa maksudnya?" tanya Lisa pada diri sendiri.


"Tidak tahu," jawabku. "Lupakan itu. Lebih baik kita melanjutkan tujuan kita."


Aku mengangkat kepalaku dan melanjutkan kembali membolak balik halaman buku. Sudah lebih dari tiga jam kami melakukan pencarian. Sudah puluhan buku yang kami baca. Tapi informasi yang kami dapat hanya itu-itu saja tentang pohon ΖΩΗ (ZOI). Penjelasan yang sama dan tidak ada lebihnya. Aku sudah merasa putus asa mencari di perpustakaan ini. Mungkin keberadaan tentang pohon ΖΩΗ (ZOI) dirahasiakan dari masyarakat sejak dulu kala, mengingat pohon ini merupakan harta karun bagi kerajaan vampire. Sepertinya tidak ada cara lain selain masuk ke kastil itu mencarinya sendiri disetiap ruangan.


"Semuanya, aku menemukan sesuatu yang menarik," kata Rosse dengan riangnya menujukan apa yang ditemukannya.


"Apa yang kau temukan Rosse?" tanya Lisa yang duduk di depannya.


"Disini dikatakan. Karna kesulitan pohon ΖΩΗ (ZOI) menghasilkan buah dan manfaat buahnya ini sangat penting, pangeran Lucas Northman terpikirkan untuk mengekstrak seluruh kelopak bunga yang tidak menghasilkan buah itu. Hasil pengekstrakan ini tidak disangkah ternyata memiliki manfaat yang hampir sama dengan buahnya itu sendiri," jelas Rosse.


"Jadi kita tidak harus mengambil buah pohon ΖΩΗ (ZOI), kita bisa mencari ekstrak bunganya saja sudah cukup menjadi penawar racun untuk ibumu, Rin," kata Sofia.


"Yang jadi masalahnya, baik buah dan ekstrak bunga itu ada dalam kastil itu. Bagaimana bisa masuk kesana dan mengambilnya?" ujar ku.


"Penjagaan kastil sangat ketat. Kita tidak bisa menyelinap kesana untuk mengambilnya," kata Lisa.


"Mungkin kita bisa minta baik-baik pada putra mahkota? Kata Onoval kan dia kan vampire yang bersahabat," saran Rosse.


"Apa kau yakin dia mau memberikannya?" Sofia cukup meragukan saran tersebut.


"Mungkin saja tapi aku rasa tidak akan secara cuma-cuma."


"Bagaimana kalau ia meminta kita jadi makanannya? Apa kau mau?" kata Lisa menebak kemungkinan yang terjadi.


"Aku mau mengembalikan semua buku ini dulu ke tempatnya dan mencari lagi," kataku.


Aku berdiri kemudian menyusun semua buku yang kuambil lalu membawanya pergi meninggalkan meja. Aku menyusun semua buku itu tepat dimana aku mengambilnya. Jaraknya cukup berjahuan dan tiga buku tersisa kudapat di lantai kedua. Selesai mengembalikan buku-buku tersebut aku kembali menyelusuri lorong dari rak-rak buku yang ada. Lima baris lorong aku telusuri belum ada buku yang aku inginkan sampai aku mendapiti judul buku tentang pohon Νεκρός (Nekrós). Pohon tersebut merupakan pohon beracun yang telah meracuni ibu. Aku hedak mengambilnya ketika ada orang lain yang sepertinya menginginkan buku itu juga. Tangan kami bersentuhan saat mengapai buku yang sama. Aku menoleh pada orang tersebut. Begitu aku melihat wajahnya. Lagi-lagi aku dikejutkan dengan pertemuan seseorang yang tidak terduga.


"Perchye?!!"


.


.


.


.


.


.


ξκύαε