My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Tertangkap



"Bagaimana rasanya makhluk malam, tidak tahan dengan perak?"


"Kau...!"


"Apa yang terjadi disini?"


"Bagaimana caranya kalian masuk?"


"Kenapa kalian membuat keributan di tempat suci ini?"


Segerombolan penjaga berbondong-bondong memasuki ruang pohon ΖΩΗ (ZOI) sambil mengacungkan tombaknya pada kami. Tapi anehnya Sindy terlihat tenang-tenang saja. Ia masih tidak melepaskan aku. Hm... Bukan disitu saja keanehannya. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Bagaimana bisa Sindy menggunakan kekuatan sihir disini? Bukankah kata Sofia tempat ini tidak bisa mengunakan kekuatan sihir sama sekali.


"Bu, buah ΖΩΗ (ZOI) telah menghilang," kata salah satu penjaga begitu menyadari hilangnya buah tersebut dari kekacauan disekitar kami.


"Siapa diantara kalian yang mencurinya?!! Ikut kami menghadap putra mahkota!" bentak mereka seketika berubah sagar.


"Kalian semua bodoh! Apa kalian tidak mengenali siapa aku?" Sindy menurunkan krah gaunnya dan memperlihatkan tanda gigitan vampire.


"Budak darah putra mahkota?! Maafkan atas kelancangan kami," saat melihat itu mereka semua mala memberi hormat pada Sindy.


"Jadi itu sebabnya kekuatanmu bisa meningkat pesat. Kau telah menjadi budak darah dari seorang... Putra mahkota?"


"Itu benar. Tapi sudah terlambat bagimu untuk mengetahuinya. Ηλεκτροπληξία (Ilektroplixía)"


"AAAAA ! ! !"


Cambuk yang digunakan Sindy tiba-tiba mengeluarkan aliran listrik yang langsung menyengat ku. Aku terkulai lemas setelah menerima serangan tersebut. Sengatan listrik ini jauh lebih kuat dari serangan Rosse siang tadi.


"Aku di perintahkan putra mahkota secara langsung untuk menangkap pencuri ini. Bawa dia menghadap putra mahkota sekarang juga!" perintah Sindy ke pada para penjaga.


Dalam keadaan lemah kulirik dua orang penjaga menghampiriku dan langsung mengangkat tubuhku yang tidak bertenaga.


"Tunggu dulu. Ada yang aku lupakan," Sindy berjalan ke arahku "Maaf yang mulia," Sindy tiba-tiba merobek bagian atas gaunku yang menyebabkan tanda klan ku terlihat.


"Dia seorang manusia serigala!" kata para penjaga itu terkejut.


"Tapi kenapa tidak ada hawa manusia serigala sama sekali dari dirinya?"


"Dua pasti menyembunyikan hawa manusia serigala nya menggunakan ilmu sihir," jelas Sindy.


"Ayok bawa dia menghadap putra mahkota!"


"Selamat tinggal Rin!" ujar Sindy sambil melambaikan tangan padaku.


Dengan pasra dan tertunduk aku digiring oleh mereka ke luar dari ruang ini. Untuk mempertahankan kesadaranku sepenuhnya saja sudah sangat sulit bagiku. Lorong yang kulalui samar-samar di penglihatanku. Aku diseret begitu saja menuruni anak tangga menuju aula utama di mana sang putra mahkota berada. Pikiranku tidak tahu lagi kemana saat ini. Mau melawan... Melangkahkan kaki ku saja terasa berat sekali. Ditambah lagi dengan kegagalanku mendapatkan obat penawar untuk ibu, semakin menghilangkan rasaku untuk berjuang. Riuh suara pesta terdengar semakin jelas, tapi berubah senyap disaat para penjaga membawaku ke tengah-tengah acara.


"Ada apa ini? Kenapa kalian membawa gadis ini seperti ini?" tanya Lucas yang telah berpindah tempat ke depanku.


"Tunggu! Apa yang kalian lakukan? Aku mengenalnya, dia temanku. Lepaskan dia!"


Aku sedikit mengangkat wajahku melirik suara yang begitu aku kenal itu. Terlihat Onoval hendak menghampiriku namun dicegat kakaknya.


"Dia adalah seorang manusia serigala," jelas salah satu pengawal.


"Tidak. Rin tidak mungkin seorang manusia serigala! Kalian sudah pasti salah menuduhnya."


"Onoval," kataku dengan lemah menatapnya. Wajahnya terlihat sedih melihatku. Aku kembali tertunduk.


Para penjaga itu dengan paksa menegakan tubuhku dan menjauhkan helaian rambut panjangku yang menutupi tanda klan ku. Semua orang tercengang melihatnya. Mereka mulai saling berbisik antara satu sama lain. Diantara kerumunan itu aku melihat Trysta. Ia sepertinya benar-benar tidak menyangka apa yang sekarang dilihatnya. Yang tidak sanggup kulihat adalah wajah Onoval. Aku cuman meliriknya sekali lalu kembali tertunduk. Tidak kuharapkan identitas ku terbongkar seperti ini. Maaf Onoval, aku tidak bermaksud merahasiakannya dari mu.


"Tanda klan Α (Alpha)?! Gadis ini sungguh seorang manusia serigala," kata Lucas yang tampak terkejut.


"Wah... Dia benar-benar seorang manusia serigala."


"Ini baru pertama kalinya aku melihat seorang manusia serigala."


"Aku juga."


"Hei, dia kan gadis yang terpilih untuk berdansa bersama putra mahkota."


"Ternyata ia adalah seorang manusia serigala."


"Bukankah dia murit baru itu?"


"Aku mengenalnya. Ia satu kelas dengan ku."


"Apa tujuan dia masuk sekolah NorthVyden?"


"Bagaimana cara ia bisa lolos dari pemeriksaan?"


"Tunggu, murit pertukaran pelajar ada enam orang. Apa mungkin mereka semua manusia serigala juga?"


"..." bisik para siswa/siswi antara satu sama lain.


"Kami merasakan hawa manusia serigala di lorong saat kami sedang menjaga pintu masuk ruang pohon ΖΩΗ (ZOI) berada. Kami mencoba mengikuti hawa manusia serigala tersebut untuk menangkapnya. Tidak disangka itu hanya pengalihan semata dari rekannya agar dia bisa menerobos masuk untuk mencuri buah ΖΩΗ (ZOI). Beruntung salah satu budak darah anda berhasil menangkapnya. Tapi sayangnya buah ΖΩΗ (ZOI) telah menghilang," jelas salah satu penjaga.


"Berani mencuri di kastilku, kau gadis kecil yang sangat nekat. Sekarang beritahu aku dimana rekanmu dan kembalikan buah ΖΩΗ (ZOI) padaku."


"Aku... Tidak mencuri apapun," aku mengangkat wajahku menatap lurus pada Sindy yang ada di belakang tuannya. "Mala budak darahmu itu yang membantu pencuri sebenarnya untuk melarikan diri. Ia menangkapku hanya untuk dijadikan kambing hitam."


"Tuanku, itu tidak benar. Aku tidak mungkin mengkhianatimu. Yang dikatakannya hanyalah kebohongan belakang untuk menyangkal tuduhan yang ada. Aku sungguh melihatnya mencuri buah itu. Aku mohon tuanku harus percaya padaku," kata Sindy berpura-pura sedih.


"Kau memang sungguh hina Sindy!!" bentak ku tidak tahan melihat aktingnya itu. Entah mengapa perlahan-lahan kekuatanku pulih lebih cepat.


"Hina hah... Walaupun kau memang tidak terbukti sebagai pencuri tapi tetap saja kau harus dihukum karna sebagai manusia serigala yang telah berani menerobos kastil NorthVyden," Sindy berjalan mendekati ku lalu berbisik. "Jangan melawan lagi Rin karna itu sia-sia. Tidak akan ada yang percaya padamu. Dan sebenarnya semua ini merupakan rencana dari putra mahkota itu sendiri."


Mendengar itu membuatku tersentak kaget. Apa benar yang di katakan Sindy kalau semua ini adalah rencana Lucas? Ia sudah tahu sejak awal tujuanku datang kemari atau... Apa rencana mereka dimulai dari meracuni ibuku? Semuanya terlalu kebetulan, seperti telah di susun sejak lama dan sangat matang sampai aku terperangkap di dalamnya. Apa tujuan Lucas merencanakan semua ini?


"HYAAA ! ! !" dengan sisa tenagaku yang aku miliki aku mengayunkan tendangan ku ke arah wajah Sindy. Hal itu membuatnya tersengkur keras ke lantai. "Seharusnya aku membunuh mu sejak pesta perjamuan waktu itu!!"


.


.


.


.


.


.


ξκύαε