My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Klan hewan Roh tersembunyi



["Bagaimana rasanya? Aku sudah tahu itu adalah ide yang bodoh!"]


Singa itu hendak menyerang ku lagi, namun kali ini aku menghadapinya dengan tenang dan tidak menghindar.


"Aftur!" teriak ku secara telepati.


Singa itu seketika berhenti. Dengan cakar yang sedikit lagi mengenaiku dan mulut mengangah. Terdengar riuh para penonton yang saling berbicara antara satu sama lain. Tapi untuk menghindari kecurigaan itu dengan cepat aku pura-pura menyerang singa tersebut sampai ia sedikit temundur ke belakang.


"Berpura-pura lah menyerangku agar mereka tidak curiga, ada yang ingin aku bicarakan denganku, Aftur."


"Siapa kau? Dari mana kau tahu namaku?" Aftur kembali menyerang tapi kali ini serangannya tidak serius seperti sebelumnya.


["Dia bisa bicara?" kata Sherina yang tampak kaget.]


"Tentu saja. Kau bukanlah singa biasa. Kau adalah singa dari klan hewan roh tersembunyi. Apa aku benar?" aku mulai mengikuti permainan berpura-pura ini.


["Klan hewan roh tersembunyi, aku perna dengar itu. Mereka lebih familiar dikenal sebagai hewan Hibrida. Mereka adalah sekumpulan hewan yang memiliki ke pintar sama seperti manusia, dapat berbicara melalui telepati, serta mereka juga memiliki kekuatan sihir. Semakin besar sihir yang mereka miliki semakin besar pula peluang mereka dapat berubah menjadi manusia. Hewan Hibrida sebenarnya kebalikan dari manusia serigala. Yang dimana manusia serigala adalah seseorang yang dapat merubah dirinya menjadi seekor serigala sedangkan Hewan Hibrida merupakan hewan yang dapat merubah dirinya menjadi manusia. Ini sungguh momen yang langkah kau dapat bertarung melawannya, Keyla. Api ada yang membuatku bertanya-tanya. Bukankah klan hewan roh tersembunyi sudah lama hilang dari dunia malam? Tidak aku sangka dapat bertemu salah satu dari mereka disini."]


"Dari mana kau tahu itu? Sang putra mahkota vampire itu saja tidak mengenali jati diriku."


"Itu mudah. Aku bisa tahu dari tanda di telapak kaki depan kananmu. Aku menyadari tanda itu saat kau menyerang ku. Walau tanda itu tidak tampak jelas tapi aku masih dapat mengenali nya."


["Tanda hewan Hibrida. Dari mana kau tahu itu?" tanya Sherina pada ku."]


["Tentu saja disaat kita mencari tahu tentang tanda jiwamu itu. Apa kau sudah melupakannya?"]


["Oh, iya. Aku baru ingat."]


"Lalu apa mau mu? Apa kau mau mengancamku melepaskan mu dengan cara memberitahu semua orang kalau aku hewan Hibrida. Aku tahu kalian para manusia suka mengincar inti jiwa hewan Hibrida untuk meningkatkan kekuatan sihir kalian."


"Apa sebab itu klan hewan roh tersembunyi mengalami kepunahan?"


"Kau tidak tahu soal itu?"


"Tidak. Aku cuman mau mengajakmu berkerja sama untuk melarikan diri dari tempat ini. Dari pada kta bertarung sampai salah satu dari kita ada yang mati, dan yang menang juga tidak dapat kebebasan. Lantas kenapa kita menuruti kemauan mereka?"


"Aku telah menjadi disini sebelum vampir tua itu berhebernasi. Kau pikir bisa dengan mudahnya dapat keluar dari sini? Biarpun kita berkerja sama, dengan tubuhmu yang lemah itu. Semuanya tetap akan sia-sia."


["Aku tidak mau mengatakan ini, tapi dia ada benarnya juga Keyla. Walaupun kita berkerja sama masih kecil kemungkinan kita dapat keluar dari sini."]


"Pertarungan ini kenapa semakin membosankan saja? Mereka berdua lebih seperti bermain drama," kata Lucas.


"Bagaimana kalau tambahkan hewan lagi, agar pertarungannya lebih menantang?" saran Sindy.


"Ide bagus. Lepaskan hewan lainnya!" perintah Lucas yang segera di laksanakan bawahannya.


Baru hendak memikirkan cara untuk kabur dari sini, tiba-tiba aku mendengar suara pintu besi di buka. Refleks aku menoleh ke sumber suara. Tepat dari sisi kiri dan kananku muncul lagi dua singa lagi. Mereka mengaum begitu berjalan mendekati ku.


["Apa-apaan ini?!! Tiga lawan satu sungguh tidak adil! Apa yang dipikirkan vampire tua itu?" bentak Sherina dengan kesal.]


"Sepertinya Lucas telah mencurigai kita."


"Kau harus hati-hati. Mereka hanyalah singa biasa. Mereka akan menyerang mu seperti hidangan penutup," kata Aftur memperingatkan. Ia masih berakting menjadi lawanku.


"Hosh... Teruslah berakting Aftur."


["Hei Keyla. Bagaimana ini?"]


["Ada apa dengan mu, Keyla? Kenapa kau jadi semakin lemah begini?" Sherina menyadari perubahan disekelilingnya. "Bunga rumput yang layunya semakin cepat meluas. Ini tidak baik. Keyla!!"]


Aku tidak bisa bertahan lagi. Aku terduduk lemas di pasir arena Gladiator dengan kedua tanganku kugunakan sebagai penopang tubuhku. Nafasku semakin sesak terasa, seperti ada seseorang yang mencekikku. Pandanganku mulai kabur tapi aku berusaha untuk menjaga kesadaranku. Hal yang bisa kulihat hanyalah para singa itu melompat hendak menerkamku. Tapi anehnya mereka tidak bisa menyentuku sama sekali. Muncul dinding perisai di sekelilingku. Dari mana sihir ini datang?


DUAR ! ! !


Terjadi ledakan dari salah satu pintu masuk arena Gladiator. Aku berusaha melirik tempat ledakan itu terjadi. Tampak tiga orang yang sangat aku kenal berlari menghampiriku. Aku cuman tersenyum melihat mereka dalam keadaan baik-baik saja. Lisa berlari lebih cepat dari Sofia dan Rosse, dengan perlindungan dari Sofia agar para singa itu tidak menyerang Lisa. Aku terbaring di pasir ketika tanganku tak sanggup menopang tubuhku lagi.


"Kakak! Kakak maafkan atas keterlambatan kami. Hiks... Hiks..." Lisa menangis sambil menarik dalam pelukannya.


"Jangan menangis," aku berusaha menyekat air mata itu. "Terima kasih telah datang tepat waktu."


["Iya, terima kasih banyak. Sekarang kau bisa ikut aku!" Sherina tiba-tiba menarik ku pergi ke alam bawah sadar.]


["Ada apa Sherina? Kenapa kau tiba-tiba menarik ku kesini?" jiwaku kini terbaring di antara bunga rerumputan yang layu.]


["Lihat sekelilingmu Keyla. Hampir seluruh bunga rumput disini layu. Apa yang terjadi padamu? Mohon jangan menyembunyikan apapun dariku."]


["Aku juga tidak tahu Sherina. Aku sebenarnya masih mencari tahu penyebabnya. Tapi yang pasti layunya bunga-bunga rumput ini hanya ditujukan padaku."]


["Apa maksudmu?"]


["Waktu kau mengambil alih tubuhku disaat kita melarikan diri ke hutan pada malam itu, semua bunga rumput disini kembali segar seperti sediakala."]


["Itu berarti ada yang salah dengan jiwamu."]


["Mungkin."]


Selang beberapa detik aku merasakan aliran panas perlahan menyebar ke seluruh tubuhku. Perlahan-lahan tenagaku pulih kembali. Aku berusaha bangkit. Kulihat bunga-bunga rumput yang tadinya layu kini kembali segar.


["Kali ini apalagi yang terjadi sekarang?" tanya Sherina yang kebingungan.]


["Ada seseorang yang memberiku energi."]


["Memberimu energi? Siapa?"]


["Tidak tahu siapa itu, tapi terima kasih banyak. Berkat energinya tenagaku sudah pulih hampir 80%. Dengan ini aku bisa membawa kita pergi dari sini."]


Aku membuka mataku perlahan dan langsung berusaha duduk. Aku berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatanku dengan cahaya lampu, sampai ketika aku tersadar ada pertempuran sengit di sekitar ku. Apa yang terjadi?


.


.


.


.


.


.


ξκύαε