My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Pemusnahan



DUAR ! ! !


Jauh dari terkejut dengan Emely yang dapat sadar kembali, mereka lebih dikejutkan dengan suara ledakan yang sangat dahsyat menghancurkan pintu tepat dibelakang mereka. Cloey berjongkok sambil menutupi telinga serta wajah dari serpihan pintu yang berterbangan. Anggota bersenjata siap siaga mengacungkan senjata mereka membidik siapa yang berani menyerang. Tapi belum hilang debu di udara, dua bola api muncul seketika menghantam anggota bersenjata itu. Mereka semua tergeletak dilantai akibat serangan tersebut.


"Siapa yang berani menyerang laboratorium ku?!!" bentak Professor Verno.


"Siapa lagi kalau bukan aku," seorang pria muncul tepat di depan pintu yang hancur dengan tiga bola api melayang di telapak tangannya.


"Mr. Dicaprio," panggil Cloey begitu tahu siapa itu.


"Professor Herman. Berani sekali kau menghancurkan laboratorium ku!!!" bentak Professor Verno.


"Kenapa aku harus takut? Aku bahkan berani membunuhmu," ujar Mr. Dicaprio sambil melangkah masuk.


"Jangan coba-coba untuk membunuhku, kalau tid..."


Professor Verno hendak menggunakan Cloey sebagai Sandera, namun Mr. Dicaprio telah mengaktifkan dinding perisai disekitaran Cloey. Itu memungkinkan Professor Verno tidak bisa menyentuh Cloey.


"Dinding perisai? Sial!" gerutu Professor Verno kesal.


"Jangan perna berpikir untuk menggunakan Cloey sebagai sandera mu. Cloey, pergi selamatkan kakak beradik itu, biar aku yang mengurus orang ini," kata Mr. Dicaprio pada Cloey.


"Baik. Terima kasih telah datang menyelamatkan kami Mr. Dicaprio," Cloey lekas berdiri lalu berlari menuju ruang sebelah menghampiri Derek dan Emely yang ada disana.


"Aku cukup terkejut kau bisa selamat dari ledakan itu, Verno."


"Dasar kau penghianat!! Kenapa kau menghianatiku? Padahal kita mendirikan laboratorium ini bersama-sama. Kita juga memiliki tujuan yang sama, tapi kenapa kau kabur membawa objek penelitian ku?!!"


"Karna aku sadar kalau apa yang kita lakukan itu salah," Mr. Dicaprio melemparkan bola api itu ke arah Professor Verno.


Professor Verno berhasil membetuk dinding perisai untuk menghindari serangan yang diluncurkan Mr. Dicaprio. "Tapi tujuan kita demi kebaikan untuk semua!"


"Tidak. Berherhetilah menggunakan nyawa untuk alasan penelitian Verno. Entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang hanya untuk penelitian yang tidak mungkin berhasil," Mr. Dicaprio kembali menyerang.


"Kita hanya belum berhasil bukanya gagal. Aku sangat yakin suatu hari nanti penelitian kita akan berhasil."


"Sudah cukup Verno!!! Hentikanlah penelitian bodoh itu!!"


Pertarungan mereka tak terelakan. Mereka saling menyerang dengan mengandalkan kekuatan masing-masing. Sementara itu. Cloey berlari mendekati Emely dan Derek. Terlihat Emely sudah merubah wujudnya kembali. Ia menangis terseduh-seduh dihadapan kakaknya.


"Cloey. Apa kakak akan baik-baik saja?. Hiks... Hiks..." tanya Emely begitu Cloey menghampiri.


"Jangan menangis lagi. Kakakmu pasti akan baik-baik saja. Aku sangat mengenalnya. Ia adalah pria yang kuat," kata Cloey mencoba menghibur Emely.


Cloey melirik kesana kemari mencoba mencari sesuatu yang dapat di jadikannya perban, namun tidak ada apa-apa disini. Ini hanyalah ruang besar yang kosong. Pandangan mata Cloey tertuju pada ruang tempat Emely masuk tadi. Ia berdiri lalu berlari kesana. Ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar dengan ranjang rumah sakit. Tampa pikir pajang ia melepaskan seprei yang membalut kasur itu kemudian membawanya ke hadapan Derek. Belum sempat Cloey merobek seprei itu menjadi potongan kain panjang, ia menyadari tubuh Derek mengeliat dengan nafasnya yang terengah-engah.


"Ada apa dengannya Cloey?" tanya Emely khawatir.


"Ia akan berubah."


Cloey segera menyelimutkan seprei itu ke tubuh Derek. Beberapa menit kemudian, perlahan-lahan Derek berubah kembali ke wujud asalnya. Setelah perubahan itu Derek kembali tidak sadarkan diri karna kelelahan melakukan perubahan.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Mr. Dicaprio begitu menghampiri.


"Ia pingsan karna kelelahan," jelas Cloey.


"Mr. Dicaprio kepala mu terluka," tunjuk Emely pada kepala Mr. Dicaprio yang mengalirkan darah.


Mr. Dicaprio menyekat darah yang mengalir di pelipisnya. "Tidak apa, hanya luka kecil. Sebaiknya kita pergi dari sini. Tori dan Alan sedang membereskan kelompok anggota bersenjata lain yang ada diluar. Ayok kita keluar dari sini," Mr. Dicaprio mengangkat Derek lalu mengendong nya di punggunya.


"Mr. Dicaprio, dimana Professor Verno?" tanya Cloey sambil membantu Emely berjalan.


"Ia sudah pingsan karna menghantam tembok beberapa kali."


"Tori! Alan!" panggil Cloey yang membuat mereka berdua menoleh.


"Syukurlah kalian semua selamat," kata Tori begitu menghampiri.


"Cliey, kau menjatuhkan pin, sebab itu kami terlambat. Untuk saja lo kasih jatuhnya tidak terlalu jauh dari sini," jelas Alan karna keterlambatan mereka.


"Maaf. Aku tidak menyadari itu."


"Sudahlah, lupakan itu. Kalian berdua telah menyelesaikan apa yang aku perintahkan?" tanya Mr. Dicaprio pada Tori dan Alan.


"Semuanya sudah selesai sesuai rencana ayah," kata Alan sambil mengangkat jempolnya.


"Bagus. Ayok kita pergi dari tempat ini," ajak Mr. Dicaprio pada yang lain.


"Rencana apa yang kalian lakukan?" tanya Cloey penasaran.


"Kau akan tahu," jawab Tori sambil ikut membatu Emely.


"Terima kasih kalian semua," kata Emely yang terlihat semakin lemah.


Mereka berjalan menuju pintu keluar. Sampai disana Cloey dan Emely sedikit terkejut dengan mobil silver milik Mr. Dicaprio tersangkut di pintu masuk. Apa mereka menerobos begitu saja agar bisa masuk ke tempat ini? Cloey pikir tidak penting mempermasalahkan soal itu sekarang. Lebih baik mereka secepatnya meninggalkan tempat ini. Mr. Dicaprio membaringkan Derek terlebih dahulu. Ia berusaha mengeluarkan mobilnya dari puwing-puwing pintu dan bangunan tersebut. Keadaan mobil silver itu rusak parah di bagian body depan tapi beruntung mesinnya masih dapat menyalah. Setelah mobil berhasil keluar, mereka semua bergegas masuk ke dalam mobil. Alan, Tori, Emely dan Cloey duduk di kursi belakang, sedangkan Derek duduk di kursi depan dengan Mr. Dicaprio yang mengemudi. Belum sampai semenit mereka meninggalkan tempat tersebut Derek sadar dari pingsannya.


"Apa yang terjadi?" tanya Derek begitu membuka mata.


"Kau sudah sadar Derek? Syukurlah," kata Cloey.


"Kita sudah keluar dari tempat mengerikan itu," jelas Mr. Dicaprio.


"Kita sudah keluar?" Derek melirik keluar jendela mobil dan di lihatnya pepohonan yang menghiasi setiap jalan.


"Aku rasa kau saja Derek yang menerima kehormatan menekan tombol ini," Mr. Dicaprio memberikan sebuah remot dengan satu tombol merah di atasnya kepada Derek.


Derek menerima itu dengan keadaan kebingungan. "Untuk apa ini?"


"Tekan saja."


Dengan raut wajah masih bingung Derek menekan tombol tersebut.


BOOM ! ! !


Ledakan dasyat terdengar dari arah belakang mereka. Hal itu membuat mereka semua terkejut dan melirik kebelakang kecuali Mr. Dicaprio dan Emely. Terlihat kobaran api menyala akibat ledakan dari arah hutan sebelah kiri mereka. Lokasi itu tepat dimana bangunan itu berdiri. Emely tidak terkejut mendengar ledakan itu karna ia tertidur dalam pelukan Cloey. Ia terlalu lelah untuk menjaga kesadarannya.


"Jadi ini yang kalian lakukan," kata Cloey sambil melirik Alan dan Tori.


"Aku menyuruh mereka merusak pipa gas dan menyebar beberapa dinamit di setiap sisi bangunan tersebut. Hasil penelitian mereka harus dimusnahkan agar tidak ada lagi yang mengalami nasip yang sama seperti kalian."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε