My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Paman Fang, kumohon



Hanya itu yang aku peroleh dari sekian banyaknya buku sejarah di perpustakaan ini. Tentu aku cuman membaca sejarah perang purnama merah saja. Jika kau memintaku membaca seluru buku sejarah di perpustakaan ini yang jumlahnya banyak sekali. Aku rasa waktu tiga hari terakhir ini tidak cukup membaca sepertiganya saja. Aku sudah lelah membaca, tapi aku tidak mendapatkan hasil apa-apa. Sesuatu yang ingin aku tahu tidak ada disini. Hm.... Aku benar-benar penasaran, apa yang terjadi antara klan Α (Alpha) dan Β (Beta) sampai-sampai terjadi perselisihan tidak termaafkan. Kenapa paman Fang mengatakan perang purnama merah itu adalah perang dari klan Α (Alpha) dan Β (Beta)? Atau jangan-jangan itu adalah perang bulan purnama merah kedua, dan kemungkinan memang segajah tidak dicatat dalam sejarah.


"Ternyata kau disini. Aku sudah mencarimu kemana-mana loh."


Aku mengangkat wajahku melihat siapa itu. Rosse berjalan menghampiriku. "Darimana kau tahu aku ada disini?"


"Mr. Li mengatakan ia melihatmu masuk ke perpustakaan lima jam yang lalu," jelasnya sambil mengambil tempat duduk di sebelahku.


"Paman Fang," kataku hampir tidak terdengar.


"Semua orang sedang sibuk dibawah sana menyiapkan acara pejamuan pemegang saham untuk besok malam. Sedangkan kau duduk-duduk saja disini dikelilingi buku. Apa yang kau baca? Aku tidak mengirah orang sepertimu suka membaca," Rosse mengambil salah satu buku dan mulai membolak-balik halamannya.


"Bukan sesuatu yang penting," aku menyusukan kembali semua buku yang berserakan menjadi satu tumpukan.


"Semua buku yang kau baca adalah sejarah. Apa yang kau cari?" tanya Rosse penasaran.


"Perang purnama merah. Perang paling kelam dalam dunia malam," aku membawa seluruh buku itu hendak menyusunnya kembali ke rak semula.


Rosse berjalan mengikutiku dibelakang. "Untuk apa kau mengetahuinya? Apa ada sesuatu yang sangat menarik perhatianmu, sampai kau selalu ada disini berjam-jam?"


"Ada yang membuatku bingung. Dalam buku, perang purnama merah dijabarkan sebagai perang antara manusia serigala dan vampire. Tapi paman Fang perna keceplosan kalau perang purnama merah ini adalah perang antara klan Α (Alpha) dan Β (Beta)," jelas ku sambil menyusun semua buku di rak lantai atas perpustakaan.


"Kenapa tidak kau tanyakan langsung pada Mr. Li soal ini, atau anggota keluargamu yang lain?"


"Percuma. Tidak ada yang mau mengungkitnya sama sekali. Bahkan Herry, Venna, dan Felix juga tidak mau bercerita. Aku merasa hanya aku seorang yang tidak tahu tentang masalah ini."


"Mereka tidak menberitahumu mungkin mereka memang tidak tahu atau masalah ini memang tidak boleh diceritakan pada orang yang memang bukan manusia serigala. Ingatlah jati dirimu sebagai manusia serigala masih dirahasiakan dari klanmu sendiri."


"Dari mana kau tahu semua itu?"


"Mr. Li."


"Hm, seharusnya aku sudah menduga."


Tiba-tiba tanpa diduga Rosse menjatuhkan salah satu buku di rak didekatnya. Ia mengambil buku tersebut dan langsung meletakannya kembali ke tempat semula. Melihat buku yang jatuh itu mengigatkanku pada suatu kejadian yang sama. Iya, diruangan itu mungkin aku dapat menemukan apa yang aku cari.


"Rosse, temani aku ke suatu ruangan."


Aku bergegas ke ujung rak, tempat dimana aku tampa sengaja terbawa masuk ke ruang rahasia. Aku memperhatikan setiap sudut dinding, rak buku dan juga lantai disana untuk mencari tombol pemicu agar aku bisa pergi keruangan itu lagi. Sayangnya aku tidak menemukannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rosse bingung.


"Aku ingat dulu perna tanpa segaja masuk ke ruang rahasia yang jalan masuknya ada disini. Aku tidak tahu apa pemicu untuk membuka pintu rahasia itu."


Aku berpikir sejenak untuk mengingat jalan lain agar aku bisa masuk ke ruangan itu. "Kalau begitu temani aku ke ruang kerja ayah."


Aku dan Rosse bergegas turun ke lantai dua menuju ruang kerja ayah. Ada dua jalan masuk lain ke ruangan rahasia tersebut dan salah satunya ada diruang kerja ayah. Aku tidak memilih pintu masuk yang ada di loteng karna seingatku pintu itu hanya pintu satu arah. Kau bisa menggunakannya untuk keluar tapi tidak bisa digunakan untuk masuk. Sampai diruang kerja aku sedikit berhati-hati kalau-kalau ada ayah disana. Hm, sepertinya tidak ada. Aku dan Rosse melangkah masuk kesana mengenap-enap seperti pencuri. Aku menghampiri lemari yang ada disisi kanan dari pintu. Itu jalan masuk kami menuju ruang rahasia. Baru hendak menggesernya tiba-tiba seseorang membuka pintu dan melangkah masuk ke ruang kerja. Aku yang kaget seketika menutup kembali pintu itu yang baru sedikit terbuka.


"Kalian?! Apa yang kalian lakukan disini?" tanya paman Fang. Kulihat ada beberapa map ditangannya.


"Ah... Tidak ada. Kami cuman... " mataku melirik kesana kemari berpikir mencari alasan.


"Kami mencari Mr. Morgen untuk menanyakan tentang perang purmana merah," kata Rosse seketika.


"E?!" aku benar-benar terkejut mendengarnya. Rosse menanyakan hal ini tampa basa-basi lagi.


Paman Fang terdiam sebentar ketika mendengar itu. Ia menyelesaikan urusannya meletakan map yang ia bawa ke dalam lemari, lalu menguncinya. "Di perpustakaan ada beberapa buku yang menceritakan tentang hal ini. Kalian bisa mencari tahunnya dari sana. Oh, iya untukmu Miss. Hartley maaf sekali. Walau kau sekarang adalah bagian dari kediaman ini, ada berbagai hal yang sebaiknya tidak kau ketahui."


"Lalu bagaimana denganku?" kataku membuat paman Fang mengurungkan niatnya untuk pergi. "Apa aku termasuk orang luar? Kenapa masih banyak teka-teki yang kalian sembunyikan dariku? Lalu kenapa jati diriku sebagai manusia serigala sangat dirahasiakan dari klan? Aku tahu kalau aku belum bisa mengendalikan kekuatan ini. Tapi kalian tidak bisa mengangapku seperti orang asing. Aku juga ingin mengetahui lebih banyak lagi soal manusia serigala, klan-klan lainnya, makhluk malam berbeda dan bukannya alasan."


Aku sadar kalau sebenarnya aku masih belum memahami dengan jelas tentang klan manusia serigala ini. Apa klan Α (Alpha) itu sebenarnya? Yang aku tahu kalau ayahku pemimpin dari klan tersebut. Aku bahkan tidak tahu seperti apa tanda klan Α (Alpha) itu karna aku tidak perna menghadiri acara pemberian tanda klan junior. Untuk masalah lain seperti wilayah, susunan pengurus klan, hubungan antara klan lain, sekte, kerja sama, perselisihan, atau benar seperti yang Perchye bilang kalau klan Α (Alpha) telah menghilang dari dunia malam. Tapi itu masuk akal juga. Selain Perchye, aku tidak perna bertemu dengan manusia serigala lain dari klan yang berbeda.


"Aku mohon paman Fang beritahu aku semuanya. Bukankah sudah wajar kalau aku sebagai putri dari ketua klan mengetahuinya tapi kalian mala menutupinya dariku. Jati diriku yang dirahasiakan dari klan bukannya klan yang dirahasiakan dariku. Aku mohon paman Fang," terus memohon pada paman Fang dengan raut wajah penuh belas kasihan.


"Ini memang sangat aneh jika Rin tidak memiliki pengetahuan dasar tentang klan kalian," ujar Rosse membantuku.


"Hah... baiklah, aku akan memberitahu mu," kata paman Fang akhirnya.


"Benarkah paman Fang? Terima kasih."


"Jangan senang dulu. Aku cuman bisa menjawab tiga pertanyaan darimu, tidak lebih."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε