My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Bujukan



"Hah, rasa sakit seperti apa lagi yang belum aku rasakan," kata Derek yang tidak dipedulikan Emely.


Emely meletakan kedua tangannya di pundak Derek. Ia memejamkan, mencoba konsentrasi menyalurkan kekuatannya. Aliran panas Derek rasakan menyebar ke seluruh tubuhnya. Reaksi perubahan mulai ia rasakan. Hal itu terlihat jelas dari raut wajah Derek menahan sakit. Emely membuka matanya lalu mundur beberapa langkah, memberi ruang bagi Derek untuk berubah. Perlahan-lahan Derek berubah kembali ke wujud asalnya.


"AAAH......... ! ! !" teriak Emely seketika ia menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.


Bagaimana tidak. Serigala hitam dihadapannya tersebut berubah menjadi laki-laki tampa busana. Cloey menyerahkan pakaian pada Derek sambil membelakanginya. Ia juga menutup matanya menggunakan sebelah tangan. Dengan perasaan malu di lihat dua gadis, Derek cepat-cepat menerima pakaian dari Cloey dan langsung memakainya.


"Kenapa kau tidak berpakaian?" tanya Emely sambil menggitip dari sela-sela jarinya. Ia lihat Derek telah selesai mengenakan celana nya.


"Bukannya memang harus begitu," ujar Derek setelah ia mengenakan kaos hitamnya.


"Tapi kenapa kau berubah tadi dan kembali berubah, pakaianmu masih ada?" tanya Cloey bingung pada Emely.


"Itu karna seluruh pakaian sudah di sihir." jelas Emely singkat.


"Oh... Ternyata begitu. Hei, kami juga memiliki penyihir."


"Siapa? Diantara tiga orang itu?"


"Semuanya. Tori, Alan dan Mr. Dicaprio adalah seorang penyihir."


"Hei, kau. Kapan kau bisa mengajari ku berubah dengan cepat seperti tadi?" tanya Derek dengan ekspresi dingin.


"Ikut aku pulang. Mr. Li akan mengajarimu caranya," kata Emely membuat Derek mengerutkan dahinya.


"Apa?! Kenapa aku harus pulang bersamamu?"


"Karna kau kakak ku."


"Sudah aku bilang aku bukan kakak mu! Aku tidak memiliki satupun keluarga di dunia ini. Berhentilah berahap aku sebagai kakakmu! Kau tidak bisa mengakui sembarang orang saja sebagai kakak mu dan juga kau tidak memiliki bukti untuk itu."


"Liontin yang melingkar di lehermu, itu adalah buktinya. Itu merupakan tanda khusus klan Α (Alpha) yang hanya dimiliki oleh putra ketua klan Α (Alpha). Aku mohon kak, kembalilah. Kediaman saat ini sangat membutuhkan mu," dengan air mata mulai mengalir Emely memohon agar Derek mau kembali pulang bersamanya.


"Tidak. Aku tidak mau kembali, biarpun aku memang orang yang kau cari. Kemana kalian selama ini? Kenapa baru mencari ku begitu kalian membutuhkan ku?!! Apa kau tahu betapa menderitanya aku di tangan orang-orang gila itu!!!" Derek perlahan-lahan berjalan mundur.


"Maafkan kami. Terjadi kesalahan informasi yang menyatakan kau telah meninggal dunia. Tapi beberapa hari lalu aku mendapat kabar kalau ada manusia serigala muda penyendiri di kawasan ini. Sebab itu aku datang mencarimu. Kembalilah bersamaku kak. Ibu menunggu kita di rumah dan pasti sangat bahagia begitu tahu kau masih hidup, untuk menggantikan posisi ayah yang baru saja meninggal dunia sebagai ketua klan Α (Alpha)."


Derek hanya diam menatap tajam pada Emely, lalu ia berbalik dan berkata. "Tinggalkan aku sendiri," Derek berlari memasuki hutan.


"Derek!" teriak Cloey mencoba menyusulnya namun segera ditahan Emely.


"Biar aku saja yang mencarinya."


"Tapi kaki mu masih terluka."


"Tidak apa-apa. Aku masih bisa berlari dalam wujud serigala dan aku pasti bisa menemukannya jauh lebih cepat dari mu. Mau bagaimanapun caranya aku akan membujuk kakak kembali."


"Berhati-hatilah."


"Iya."


Emely segera berubah menjadi serigala lalu memaksakan diri berlari memasuki hutan. Dalam kegelapan malam Emely mengandalkan penglihatan dan penciumannya mencari keberadaan Derek. Cukup lama memasuki hutan ia tidak kunjung menemukan kakaknya. Tenaganya sudah terkuras habis karna sebelumnya ia berikan sebagian tenaganya pada Derek untuk melakukan perubahan. Dengan nafas terengah-engah, Emely tidak sanggup lagi mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Pandangannya semakin buram dan akhirnya ia jatuh tersungkur ke tanah.


Sementara itu Cloey dengan kegelisahan yang menyelimutinya tidak henti-hentinya memandang ke dalam hutan. Sudah sangat lama Derek dan Emely memasuki hutan tapi tidak kunjung kembali. Kemana mereka? Apa telah terjadi sesuatu? Saat ini Cloey ditemani Tori dan Alan di depan teras belakang. Cloey sudah cerita semua yang terjadi pada Tori dan Alan, kenapa dua orang itu tiba-tiba masuk hutan dan sampai sekarang belum kembali. Beberapa kali Tori membujuk Cloey agar jangan terlalu mengkhawatirkan mereka, tapi itu tidak membantu. Cloey merasakan firasat tidak enak dalam benaknya. Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada salah satu dari dua orang itu.


"Cloey lihat. Itu Derek," Tunjuk Alan pada Sosoh hitam yang baru saja melangkah keluar hutan.


"Tidak akan terjadi apa-apa padaku. Untuk apa takut?"


"Tunggu, dimana Emely?" raut wajah Cloey yang baru merasa lega melihat Derek kini kembali tegang lagi.


"Bukankah ia bersamamu," ujar Derek mengerutkan dahinya.


"Emely menyusulmu masuk ke hutan," jelas Tori.


"Kita harus mencarinya. Ia belum mengenal hutan itu dan mungkin tersesat," kata Alan.


"Kakinya masih cedera, mungkin ia tidak akan bisa pergi jauh," sambung Tori.


"Itulah yang aku khawatirkan."


"Aaah!!! Dasar merepotkan!" Derek berbalik hendak masuk kembali lagi ke dalam hutan.


"Tunggu. Kami akan ikut mencari, dengan begitu kita bisa lebih cepat menemukannya," kata Alan.


"Kalian tidak bisa melihat dalam kegelapan. Jangan membuatku repot harus menuntun kalian," ujar Derek tanpa menoleh pada mereka.


"Memang tidak, tapi... Ελαφρύ ξόρκι (Elafrý xórki)" setelah Alan merampal mantra itu muncul empat bola cahaya seukuran kelereng dengan pencahayaan yang tidak jauh lebih terang di bulan purnama melayang di hadapan setiap orang.


"Kecil sekali," protes Tori.


"Kalau begitu kau saja," ujar Alan menoleh pada Tori.


"Baik. Akan ku tunjukan padamu. Ελαφρύ ξόρκι (Elafrý xórki)" ucap Tori merampalkan mantra. Tiba-tiba muncul bola cahaya yang semakin membesar dan begitu menyilaukan tepat dihadapan mereka.


"Sudah cukup Tori! Sebaiknya tidak perlu!" pekik Cloey sambil memejamkan matanya karna silau.


"Hah?!" seketika Tori membatalkan mantra nya lalu bola cahaya itu lenyap seketika.


Pandangan mereka berubah menjadi gelap akibat cahaya terang yang begitu menyilaukan tapi kemudian tiba-tiba hilang begitu saja. Cukup lama penghilahatan mereka membaik seperti semula.


"Aah... Kalian lebih merepotkan!" bentak Derek kesal. Ia memcepat langkahnya memasuki hutan disusul Cloey dan Tori dibelakangnya.


"Hei, tunggu aku!" Alan ikut menyusul begitu penglihatannya membaik. Ia tertinggal cukup jauh dari mereka.


"Apa yang dilakukan anak-anak itu? Menggagu orang tidur saja," dengan mata masih ngantuk Mr. Dicaprio mencoba mengintip apa yang terjadi melalui jendela. Ia lupa untuk memakai kacamatanya, jadi ia tidak tahu apa yang terjadi di luar sana. Karna ngantuk, ia kembali tertidur.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε