
Onoval menarik ku kebelakang tubuhnya mencoba melindungi ku, padahal sebenarnya tidak perlu. Perubahan Perchye sedikit lambat walau seharusnya memang begitu. Perchye menatap tajam kearah kami setelah perubahannya selesai. Ia menggeram ganas memperlihatkan deretan gigi-giginya yang mengkilap memantulkan cahaya. Penampilannya sekarang mirip sekali dengan sosok yang aku lihat di lab fisika.
"Apa sekarang kau percaya padaku?" kata Onoval melirik kearah ku.
"Tidak. Ini tidak mungkin," aku masih belum bisa percaya kalau orang yang telah mengakui ku sebagai pacarnya adalah seorang manusia serigala. Tapi sekarang itu menjadi masuk akal. Perubahan sikap Perchye yang aneh, hilangnya jejak ia tadi dan kemunculannya yang tiba-tiba disini dapat dijelaskan semuanya. Satu pertayaanku, kenapa perubahan Perchye sangat berbeda dari perubahan manusia serigala yang perna aku lihat?
"Sekarang kau telah melihatnya. Aku tidak berbohong."
Aku tidak menghiraukan Onoval. Aku mengeluarkan hpku yang tadinya bergetar. Kulihat Nic mengirim pesan padaku, lantas aku segera membalasnya.
Grr... Auuuu...!
Perchye melolong dibawah cahaya bulan sabit. Suaranya kini menghiasi kesunyian kota. Aku segera menutup kedua teligaku yang kini sensitif pada suara lolongan Perchye. Suara itu terdengar seperti panggilan yang sangat menggangu ku. Perchye menatap tajam kearah kami lalu ia berlari cepat hendak menerkam. Melihat itu Onoval menorongku menjauh. Aku yang tidak fokus terjatuh terduduk akibat dorongan Onoval. Perchye tidak menargetkanku tapi melainkan ia menyerang Onoval. Aku tidak tahu masalah mereka namun aku tidak bisa membiarkan mereka begitu saja.
Kedua orang yang aku kenal sedang bertarung di hadapanku. Onoval hanya manusia biasa. Ia tidak mungkin bisa menang melawan Perchye yang memiliki kekuatan hewan buas. Onoval beberapa kali menghindar dari serangan cakar Perchye yang tajam. Sesekali Onoval menyerang dengan jurus bela dirinya yang ia pelajari namun ia tidak bisa terus seperti ini. Kekuatannya terbatas. Jauh berbeda dengan Perchye yang memiliki kekuatan besar. Terlihat Onoval Sudah kelelahan dengan nafasnya yang putus-putus. Pechye masih menyerigai marah dan siap menyerang lagi.
"Hentikan...!!!" teriakku sambil berlari menghadang diantara mereka berdua. Melihat itu Perchye segera berhenti. "Hentikan perkelahian kalian! Apa masalahnya sampai kalian harus bertengkar seperti ini?!!"
Perchye merubah wujudnya kembali ke wujud manusia. Ia berjalan perlahan mendekati ku dengan tatapan merasa bersalah. "Maafkan aku Rin. Aku pasti menakutimu."
Belum sempat Perchye menggapai tanganku Onoval lantas menarikku ke sisinya. "Jangan menyentuhnya!"
"Siapa kau? Dia pacarku. Kau tidak berhak mengaturnya!"
"Kau..." Onoval hendak menyerang Perchye namun aku segera menghadang nya.
"Sudahlah. Jangan mulai lagi," aku berbalik menghadap Perchye agar lebih leluasa bicara dengannya. "Aku tidak takut, hanya saja kenapa kalian harus bertengkar? Apa masalahnya?"
"Aku tidak bisa memberitahu mu," kata Perchye dengan pandangan redup.
"Kenapa? Katakan saja," kali ini aku memberanikan diri menatap lurus mata Perchye, namun ia memalingkan muka tanpa menjawab ku.
"Apa lagi yang perlu ditanyakan, Rin?" kata Onoval membuatku menoleh padanya. "Semuanya sudah jelas. Dia adalah seorang monster berdarah dingin!" tunjuk Onoval pada Perchye dengan marahnya.
Dari tatapan matanya yang merah tajam, aku bisa merasakan betapa bencinya ia pada kaum manusia serigala. Onoval pasti memiliki masa lalu yang kelam dengan kami. Apa jadinya kalau ia tahu sebenarnya aku juga salah satu dari mereka? Ia pasti tidak mau berteman denganku lagi. Aku harus menjaga identitas ku dengan baik agar tidak diketahu oleh kedua orang ini. Apalagi Perchye yang juga seorang manusia serigala. Ia tidak boleh mengetahui identitas asliku karna aku belum tahu ia berasal dari klan mana. Dilihat dari perubahan Perchye yang belum sempurna, dapat dipastikan ia belum mendapatkan tanda klannya. Aku harap ia bukan berasal dari klan yang menjadi musuh kami. Aku tidak mau karna hal ini membuat kami terpisah.
"Beraninya kau berbicara seperti itu pada kaumku!!" bentak Perchye terpancing emosi.
"Itu memang kenyataannya. Kalian hanyalah sekumpulan hewan bodoh yang bisanya hanya bertarung, bertarung dan bertarung untuk menyelesaikan masalah. Bahkan kalian saja tidak perna akur dengan sesama klan kalian sendiri. Apa yang perlu dibanggakan menjadi manusia serigala? Tidak ada! Sama sekali tidak ada!!"
"Kalian itu sama saja. Jangan sombong!!" kali ini Perchye balas membentak.
"Kami sangat berbeda. Kami adalah kaum yang terhormat. Tidak seperti kau yang mendapat julukan monster dari masyarakat."
"Tarik kembali kata-katamu!!"
Perchye tidak dapat menahan amarahnya lagi. Ia kembali menyerang Onoval tanpa merubah wujudnya. Duel satu lawan satu kembali berlanjut.
"Cukup!!! Jika kalian masih bertengkar, jangan harap untuk berbicara denganku lagi!" aku berlari meninggalkan mereka menuju mobilku yang ada di ujung parkiran.
"Sherina... Mau kemana?" tanya Sofia yang baru datang bersama dengan yang lain.
Aku tidak menghiraukannya. Aku masuk ke mobil, menyalakannya dan menancap gas. Aku berhenti tepat di depan Rosse, menurunkan kaca mobil dan memintanya masuk. Rosse masuk tanpa berbicara sepata katapun. Aku tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan dari teman-temanku, termasuk Perchye dan Onoval. Aku melakukan mobilku dengan kecepatan tinggi.
"Hei... Ayolah. Kami baru datang. Setidaknya izinkan kami bicara dulu baru pergi."
Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menerobos sunyinya malam. Dengan cara ini aku bisa melampiaskan kekesalanku pada dua orang itu. Jalanan kota masih dipenuhi kendaraan tidak membuatku menurunkan kecepatan. Beberapa kali aku dimaki pengemudi lain tapi aku tidak peduli. Pikiranku masih membayangi kejadian tadi. Apa penyebab awal pertengkaran mereka? Atau orang yang dimaksud Onoval menjebaknya adalah Perchye? Kenapa Perchye melakukan itu? Lalu siapa orang yang digunakan Perchye untuk mengancam Onoval? Aaah...!!! Semua pertanyaan itu membuatku gila!
Tunggu, sejak kapan mereka saling kenal? Onoval sepertinya tahu betul kalau Perchye seorang manusia serigala. Dilihat dari kebencian Onoval sama persis seperti kebencian Mr. Blort waktu itu. Apa Onoval juga sama seperti Mr. Blort yang berasal dari sekte pemburuh monster? Aku tidak tahu. Aku baru sadar kalau sebenarnya aku tidak terlalu mengenal Onoval. Dia benar-benar misterius. Atau sebaiknya aku tanyakan saja padanya? Mungkin Onoval mau cerita tentang pertikaiannya dengan Perchye, dan juga aku bisa mengetahui identitas Onoval yang sebenarnya. Yang masih menggaguku saat ini, apa yang mereka lakukan sekarang? Apa mereka melanjutkan perkelahian mereka? Terserah! Aku tidak mau peduli lagi!!
"Sherina awas.... ! ! ! Ada mobil truk di depan kita!!"
.
.
.
.
.
.
ξκύαε