
"Pa... Paman, paman Fang!"
Aku langsung memeluknya erat dengan suara tangis yang pecah mengisi setiap sudut restoran. Aku benar-benar tidak percaya. Ini memang benar dia. Tubuh yang hangat ini. Paman Fang masih hidup.
"Huaaa............aah..... Ini bukan minpikan? Ini sungguh paman Fang, kan? Paman Fang masih hidup. Hiks... Hiks..."
"Iya, iya. Ini aku wolf kecil. Bisa lepaskan pelukanmu."
Aku melepaskan pelukanku sambil mengusap air mataku. Aku benar-benar masih tidak percaya kalau sebenarnya paman Fang masih hidup dan sekarang ada di hadapanku. Aku harap semua ini bukanlah mimpi.
"Ini, ini sungguh sebuah kejutan besar. Ternyata Mr. Li yang dimaksud paman Derek orang yang akan mendampingi kita di pulau Vyden," ujar Lisa yang sama terkejutnya denganku.
"Tunggu, ayah mengatakan padamu akan ada orang yang mendampingi kita?" tanyaku pada Lisa.
"Iya. Tapi paman Derek tidak mengatakan kalau itu Mr. Li," jelas Lisa.
"Kenapa ayah tidak memberitahu ku soal ini?!!" kataku kesal.
"Tapi bagaimana bisa Mr. Li masih hidup? Iya, kita tahu bahwa..." Rosse tidak melanjutkan kalimatnya.
"Itu benar paman Fang. Aku, aku memang tidak lihat paman di eksekusi namun semua darah di aras altar itu jelas aku tahu kalau itu darahmu," kataku yang ikut mempertanyakan soal ini.
"Semua ini berkat Mr. Morgen dan Mr. Dicaprio yang datang ke sel ku sebelum pengeksekusian dimulai. Mereka membawa boneka kayu seukuran tubuh manusia. Saat itu aku sungguh bingung apa yang mau mereka lakukan. Mr. Morgen tiba-tiba melepaskan rantai yang mengikatku lalu menjelaskan semua rencana mereka untuk menyelamatkan ku. Mendengar itu benar-benar membuatku terharu. Mereka masih percaya sepenuhnya padaku kalau aku bukanlah seorang pengkhianat tapi mereka tidak bisa membuktikan itu pada para tertua klan. Sungguh aku tidak akan perna berkhianat pada keluarga Morgen. Mr. Morgen terdahulu telah menyelamatkan nyawaku di saat klanku sendiri tidak mau menerimaku lagi. Aku berhutang budi ini untuk sisa hidup yang kumiliki," jelas paman Fang dengan nada sedih.
"Jadi maksud paman Fang yang terpenggal hari itu cuman boneka?" selahku di tengah-tengah cerita.
"Iya. Mr. Morgen menggantikan ku dengan sebuah boneka kayu yang telah di sihir oleh Mr. Dicaprio agar seolah-olah boneka itu dapat bergerak dan semua orang akan berpikir kalau boneka itu sebenarnya adalah aku."
"Aku memang perna baca tentang sebuah sihir yang dapat menghidupkan boneka," kata Sofia.
"Tapi itu hanya sebuah boneka kayu. Bagaimana bisa sebuah boneka menghasilkan darah dan aku sangat tahu kalau darah yang menggenang di atas altar itu merupakan darahmu, paman Fang?" tanyaku penuh kebingungan.
"Itu memang darahku," ujar paman Fang membuat kepala kami tambah pusing.
"Bisa jelaskan lebih rinci?" pinta Rosse.
"Mr. Morgen mengambil darahku lalu dialirkan pada setiap selang kecil yang tersebar saling berhubungan dalam boneka kayu tersebut. Jadi, disaat kepala boneka terpenggal otomatis selang itu terputus kemudian mengalirkan semua darah ku yang tersimpan dalam selang itu," jelas paman Fang.
"Darah yang menggenang di atas altar sangatlah banyak. Tidak mungkin ayah mengambil semua darah paman Fang, kan?"
"Semua itu memang darahku."
Dengan wajah terkejut aku berkata. "Tidak mung..."
Paman Fang seketika menahan bibirku, melarangmu berbicara. "Mungkin, jika ayahmu telah menyediakan stok darah lain untukku."
Aku terdiam mendengarnya. "Bagaimana bisa paman Fang dituduh sebagai pengkhianat?"
"Aku tiba-tiba di tangkap sebagai pengkhianat setelah pemeriksaan keseluruhan barang-barang kepemilikan pribadi untuk penyelidikan. Semua orang yang ada di kediaman mendapat pemeriksaan ini, dengan tujuan mencari mata-mata yang bersembunyi dikediaman. Ditemukan beberapa surat di brangkas pribadiku. Aku tidak tahu menahu tentang surat itu dan bagaimana bisa ada disana. Bahkan seingatku sudah lama aku tidak membuka brangkas tersebut. Namun seberapa banyak usaha aku menjelaskannya tidak ada yang percaya padaku. Mengingat aku berasal dari klan Β (Beta)," paman Fang menatap tanda klan nya yang tersembunyi di balik jam tangannya.
"Apa?! Mr. Li berasal dari klan Β (Beta)," kata Sofia terkejut.
"Kami baru tahu itu," sambung Rosse.
"Apa kau juga baru tahu sekarang, kak?" tanya Lisa padaku.
"Aku sudah tahu tentang itu. Paman Fang sendiri yang memberitahu ku, dan aku tetap percaya paman Fang tidak akan perna berkhianat," jawabku.
"Terima kasih telah mempercayai ku. Aku sudah dengar tentang penyerangan klan Β (Beta) yang menyebabkan ibumu terluka. Sebab itu aku diperintahkan datang kemari untuk membantu kalian mendapatkan buah ΖΩΗ (ZOI). Aku sudah tiba disini tiga hari yang lalu. Aku berhasil mendapat pekerjaan sebagai guru baru di sekolah NorthVyden. Aku telah mencari informasi tentang keberadaan pohon ΖΩΗ (ZOI)..."
"Belum tahu. Tapi kita beruntung karna menurut informasi yang kudapat pohon ΖΩΗ (ZOI) sedang dalam masa berbunga sekarang."
"Jika baru berbunga, kapan pohon ΖΩΗ (ZOI) akan menghasilkan buahnya?" tanya Lisa.
"Saat bulan purnama, dimana kelopak terakhir dari bunga pohon ini gugur. Bersamaan dengan itu buah pohon ΖΩΗ (ZOI) matang."
"Bulan purnama masih beberapa hari lagi," ujarku.
"Kita manfaatkan saja waktu itu untuk mencari keberadaan pohon tersebut di dalam kastil NorthVyden," kata Sofia.
"Oh, iya. Kalian tidak boleh memanggilku dengan sebutan Mr. Li lagi mulai sekarang, apalagi paman Fang," lirik paman Fang padaku. "Aku sudah ada identitas baru sebagai Peter Duncan. Saat di sekolah nanti kalian harus memanggilku dengan panggilan Prof. Peter atau Mr. Duncan, paham."
"Baiklah, Prof. Peter," jawab kami serempak.
"Paman Fang mengajar apa disana?" tanyaku sedikit ingin tahu saja.
"Kimia," jawab paman Fang.
"Oh... Itu pelajaran kesukaanku," kata Lisa mengacungkan tangannya.
"Apa kalian sudah tahu peraturan sekolah NorthVyden?" tanya paman Fang pada kami.
"Untuk peraturan dasar paman Alan sudah menjelaskannya," ujar Rosse.
"Kalau peraturan khusus?"
"Peraturan khusus?" ulang ku.
"Berarti kalian belum tahu."
Kami menggeleng memberi jawaban. Memang peraturan seperti apa yang ada di sekolah NorthVyden?
"Ku jelas kan saat di jalan. Ayok kita pergi ke sekolah NorthVyden. Matahari hampir terbenam," ajak paman Fang.
Setelah membayar kami semua keluar dari restoran itu menuju mobil paman Fang yang terpakir tepat di luar restoran. Di perjalanan paman Fang memberitahu kami semua peraturan khusus yang ada di sekolah NorthVyden. Yaitu :
Siswa/siswa di larang keras keluar lingkungan sekolah untuk alasan apapun, apalagi pada malam hari. Pihak sekolah tidak akan bertanggung jawab bila ada kecelakaan yang terjadi pada siswa/siswi luar lingkungan sekolah.
"Kecelakaan seperti apa itu contohnya?" tanya Rosse.
.
.
.
.
.
.
ξκύαε