My Story Of Becoming A Werewolf

My Story Of Becoming A Werewolf
Konferensi pers masih berlanjut



"Bisa anda jelaskan dimana keberadaannya pada saat itu?" tanya reporter tersebut.


"Putri saya memiliki sifat tidak mau dituduh sembarangan. Oleh sebab itu, bersama dengan Miss. Livitt ia bertekat mencari pelaku yang sebenarnya. Karna terlalu ceroboh dan bertindak gegabah, putri saya dan Miss. Livitt tertangkap oleh mereka. Putri saya dan Miss. Livitt menyusun rencana cerdik agar dapat kabur dari gubuk tempat mereka disekap dengan cara memanfaatkan kelalaian dari penjaga yang sedang tertidur. Setidaknya itulah penjabaran dari Miss. Livitt saat kami memintanya bercerita." jelas Derek.


"Mr. Morgen apa kesaksian dari Miss. Livitt dapat dipercaya?" ujar reporter lain yang ada di barisan belakang.


"Iya. Miss. Livitt ada di pihak kalian. Mungkin saja kalian menghasutnya untuk berkata demikian," sambung reporter disebelahnya.


"Saya sudah menduga pertanyaan itu akan dipersoalkan," kata Jaseph sambil jari-jarinya memainkan keyboard. Layar besar di belakangnya berubah menampilkan sebuah rekaman video. "Ini adalah rekaman saat kami meminta penjelasan dari putri saya. Kalian bisa melihatnya sendiri, tidak hanya kami yang ada disana. Ada juga petugas patroli yanv bisa jadi saksi."


"Kalian bisa mendengar pendapat mereka," Tori menunjuk ke arah para petugas yang duduk disisi kiri dengan telapak tangan terbuka.


Beberapa reporter kembali saling berbisik satu sama lain. Diantara mereka juga ada yang sendang mencatat poin-poin penting dari masalah ini.


"Anda tadi mengatakan kalau Miss. Morgen dan Miss. Livitt disekap oleh pelaku yang sebenarnya. Apa ada bukti tentang itu?" pertanyaan kembali diluncurkan oleh reporter.


"Sayangnya tidak. Ketika kami memeriksa pondok tersebut, keadaannya sudah hangus terbakar tanpa menyisakan bukti satupun. Diduga kuat pondok tersebut segajah dibakar untuk menghilangkan bukti," jelas Jaseph.


Ditempat lain. Sebuah rumah kecil bercat putih yang jauh dari tempat konferensi pers diadakan.


"Bagus, bagus sekali. Alasan yang masuk akal!" dengan kesal Mr. Hope memukul meja untuk melampiaskan emosinya. Ia menonton konferensi pers itu melalui leptopnya yang diputar secara live di internet. "Mereka menuduku membakar pondok itu untuk menghilangkan bukti! Aku terlalu meremehkan kalian."


"Tebakan dirimu, bos. Saya sudah membayar reporter gadungan untuk memojokkan mereka. Dan juga saya yakin sekali mereka tidak bisa membantah video itu. Video tersebut telah diedit sedemikian rupa, bahkan seorang profesional pun tidak akan menemukan cela sedikitpun dari keaslian video tersebut."


"Aku harap yang kau katakan tadi akan terjadi."


"Tentu saja. Kemenangan pasti berpihak pda kita."


Kembali ke konferensi pers. Sampai dimana tadi? Oh, iya...


"Kami menemukan mereka dalam keadaan lemah dan kedinginan di sebuah taman Bermain pinggiran hutan. Putri saya tidak sadarkan diri hampir 24 jam karna kejadian itu," Cloey segera menyekat air matanya yang menetes mengunakan tisu.


"Oh... Anda bilang putri anda tidak sadarkan diri karna kelelahan atau... Terlalu menguras tenaga saat melakukan perubahan?" reporter gadungan yang disewa Mr. Hope mulai berbicara.


"Maksud anda?" tanya Derek.


"Tentu yang saya maksud adalah mengenai video terakhir yang beredar di media sosial. Dimana sangat jelas kalau putri anda berubah menjadi serigala dan mencelakai seseorang."


"Iya Mr. Morgen, bagaimana anda menjelaskan tentang video tersebut?" tanya reporter lain.


"Mr. Morgen, anda belum menjelaskan soal liontin itu."


"Menurut kabar, kalau beberapa ahli telah memeriksa keaslian dari video tersebut dan ternyata benar."


"Dalam video tersebut sangat jelas bahwa putri anda berubah menjadi serigala putih."


"Serigala sama seperti yang telah dijabarkan kedua korban sebelumnya."


"Serigala itu juga terlihat mengenakan liontin permata merah."


"Mr. Morgen, apa benar putri anda seorang manusia serigala?"


"Mr. Morgen, apa mungkin semua orang dikediaman keluarga Morgen adalah manusia serigala?"


"Mohon penjelasannya Mr. Morgen."


"Mr. Morgen kenapa anda diam saja?"


"Apa semua itu memang benar?"


"Mr. Morgen..."


"Mr. Morgen..."


Pertanyaan terus dilontarkan secara bertubi-tubi. Terjadi keriuhan antara reporter dan penonton. Mereka terus saja bertanya tampa memberi jeda untuk menjawab.


"Harap tenang semuanya!" dengan nada sedikit tinggi, pembawa acara mencoba menenangkan para hadirin. "Mohon untuk mengajukan pertanyaan satu persatu agar kami dapat memberi jawaban yang kalian inginkan."


Setelah keadaan mulai tenang barulah Derek berkata. "Terima kasih semuanya. Baiklah saya akan menjelaskan mulai dari video tersebut. Untuk masalah ini, seperti yang kalian ketahui. Sudah ada beberapa ahli yang memeriksa keaslian dari video tersebut, termasuk saya. Saya tidak bisa menyangkal hal ini..."


"Jadi apa Mr. Morgen mengakui kalau putri anda memang manusia serigala?" potong reporter gadungan sebelumnya.


"Apa karna semua tuduhan dan bukti telah memaksa anda untuk mengucapkan kebenarannya?" kini reporter lain ikut bertanya.


"Berarti itu alasan anda mengadakan konferensi pers ini?"


"Apa benar demikian Mr. Morgen?"


Keadaan kembali riuh oleh pertanyaan dari para hadirin.


"Saya tidak mengatakan kalau putri saya seorang manusia serigala," Derek berkata dengan sedikit senyuman di wajahnya.


"Apa Mr. Morgen masih berusaha menyangkal hal ini setelah semua bukti yang ada?"


"Saya sudah katakan kalau saya adalah salah satu ahli yang meriksaan keaslian dari video itu. Secara pribadi saya telah memeriksanya. Awalnya saya juga mendapati hasil kalau video tersebut asli. Namun, kepercayaan saya kepada putri saya jauh lebih besar. Kurang lebih 18 jam saya habiskan untuk meneliti setiap detail dari video tersebut. Akhirnya saya berhasil menemukan kejanggalannya."


"Bisa anda terangkan dibagian mana dari video tersebut yang janggal? Maaf, saya juga salah satu dari ahli itu," kata seorang pria sambil mengacukan tangannya. Ia duduk di antara kursi penonton.


"Ada satu kesalahan fatal," Derek meminta Jaseph menampilkan video saat Rin berubah menjadi serigala itu. "Jelas tampak di dalam video itu hanya ada putri saya. Yang jadi pertanyaan, kemana perginya Miss. Livitt? Seperti yang kita ketahui kalau manusia serigala itu terkenal sangat buas dan mereka tidak dapat membedakan antara kawan ataupun lawan. Jika saat itu putri saya memang berubah menjadi manusia serigala kemungkinan terbesar orang yang pertama kali ia serang adalah temanya sendiri."


"Mungkin saja putri anda telah meminta Miss. Livitt untuk lari duluan?"


"Itu tidak mungkin."


"Kenapa anda berpikir demikian?"


"Karna kekuatan manusia serigala tidak dapat dikontrol."


"?!" tersenta terkejut mendengarnya. "Maksud anda?"


"Mereka tidak tahu kapan akan berubah menjadi monster buas. Jika putri saya meminta Miss. Livitt untuk lari duluan, bukankah ini tidak mungkin? Saya tidak menyangkal apakah manusia serigala itu memang ada atau tidak. Ada beberapa sumber yang mengatakan kalau manusia serigala itu memang nyata adanya, namun tidak ada bukti yang mendukung. Tujuan saya mengadakan konferensi pers pada malam ini untuk membuktikan kalau putri saya bukanlah seorang manusia serigala," tegas Derek.


"Mohon maaf. Apa saya boleh memberi pendapat?" seorang wanita yang duduk di kursi penonton mengacukan tangannya.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε